PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY

Review of Islamic StudiesReview of Islamic Studies

Tradisi berpikir dalam sistem pendidikan Islam saat ini telah berubah dari sepuluh tahun yang lalu. Sebagian, integrasi ilmiah cenderung untuk tidak lagi memisahkan agama dan sains. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat membuat asumsi bahwa mempelajari agama di masa lalu adalah membuang-buang waktu dan energi tidak lagi berlaku. Fakta-fakta masa lalu yang membagi keilmuan kini mulai memudar, terutama di Pesantren. Oleh karena itu, keberadaan Pesantren sangat perlu melakukan perbaikan pada seluruh sektor pendidikan agar mampu bersaing dengan tradisi pengembangan keilmuan di Barat. Hal ini dilakukan dengan menjadikan penelitian sebagai tradisi di Pesantren, baik melalui lembaga pendidikan maupun perguruan tinggi, serta mengurangi dan menghilangkan perspektif dikotomis. Di sisi lain, lembaga pendidikan tinggi harus mengembangkan pemikiran ilmiah integralistik, yaitu pengetahuan yang dikembangkan oleh manusia dan pengetahuan yang diterangi oleh Tuhan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep ilmu pengetahuan dan agama, baik di dunia Islam maupun Barat, memiliki persamaan dan perbedaan mendasar, serta interaksi keduanya dalam kurikulum merupakan isu yang terus berkembang.Kurikulum 2013 dengan pendekatan integratif-tematik terbukti efektif dalam menjawab kompleksitas luaran pendidikan dengan mengintegrasikan mata pelajaran dan menanamkan nilai-nilai spiritual.Pendekatan holistik ini berupaya menyatukan aspek kognitif dan spiritual melalui pendidikan karakter, memastikan pengembangan peserta didik yang seimbang.

Berdasarkan pembahasan mengenai pengembangan pendidikan integrasi di pesantren, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mendalam mengenai efektivitas berbagai model kurikulum integratif ilmu dan agama yang telah diterapkan di pesantren modern maupun salaf. Penelitian ini dapat menguji sejauh mana model-model tersebut berhasil membentuk lulusan yang memiliki pemahaman utuh antara ilmu keagamaan dan ilmu umum, serta dampak spesifiknya terhadap kemampuan kritis dan inovasi santri dalam menghadapi tantangan kontemporer, bukan sekadar pengukuran output kognitif belaka. Kedua, seiring dengan tuntutan zaman, penting untuk meneliti bagaimana pesantren dapat merancang dan mengimplementasikan program studi baru di bidang eksakta, sosial, atau budaya, seperti teknologi informasi, lingkungan, atau ekonomi kreatif, dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utamanya. Studi ini bisa fokus pada pengembangan kerangka kurikulum yang memadukan teori ilmu modern dengan perspektif Islam, sekaligus mengevaluasi kesiapan sumber daya manusia (kyai dan ustadz) serta infrastruktur pesantren untuk mendukung pembelajaran lintas disiplin yang inovatif. Ketiga, mengingat peran strategis pesantren sebagai agen perubahan dan benteng moral, penelitian dapat diarahkan untuk mengkaji dampak jangka panjang dari pesantren yang sukses mengimplementasikan integrasi ilmu terhadap kehidupan sosial-masyarakat sekitarnya. Ini mencakup bagaimana lulusan pesantren dengan pemahaman integralistik berkontribusi dalam memecahkan masalah lokal dan nasional, serta bagaimana masyarakat memandang peran pesantren yang semakin adaptif dan relevan dalam menjawab isu-isu global. Studi ini akan memberikan wawasan berharga tentang model keberlanjutan dan relevansi pesantren di masa depan.

  1. #ilmu pengetahuan alam#ilmu pengetahuan alam
  2. #integrasi ilmu#integrasi ilmu
Read online
File size125.28 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-3bi
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test