PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY

Review of Islamic StudiesReview of Islamic Studies

Kyai adalah pemimpin yang mengurusi atau memimpin sebuah pondok pesantren, yang memiliki tujuan mengembangkan pengetahuan agama Islam. Keberadaan kyai dalam lingkungan pesantren ibarat jantung kehidupan manusia. Intensitas peran kyai menunjukkan peran otoriter karena kyai merupakan pionir, pendiri, pengelola, penanggung jawab, pemimpin, bahkan pemilik tunggal sebuah pesantren. Pada saat ini pola kepemimpinan di pesantren Islam menggunakan berbagai jenis kepemimpinan dengan gaya berbeda, namun kontrol kepemimpinan masih dipegang dan dikendalikan oleh kyai. Namun, berdasarkan hasil observasi, di pesantren yang dipimpin oleh kyai yang tugasnya mengawasi dan mengelola, serta guru/ustadz, pengembangan pesantren diserahkan oleh kyai kepada administrator di masing‑masing unit pengelolaan pesantren untuk bertanggung jawab kepada kyai atas seluruh sistem manajemen pesantren. Penelitian ini bersifat kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif bersifat induktif. Temuan penelitian ini adalah: 1) Pola kepemimpinan pesantren Islam lebih menekankan pada aspek peran dan fungsi pesantren, yaitu: a) Kyai sebagai pemimpin yang bertanggung jawab menjadi pendidik, b) Kyai sebagai pemimpin yang tugasnya menjadi motivator, dan c) Kyai sebagai pemimpin yang bersifat demokratis dan karismatik.

Polanya kepemimpinan pesantren di Desa Wonorejo, Kabupaten Banyuputih, Situbondo, menggunakan pola kepemimpinan demokratis yang berakar pada kepemimpinan karismatik, di mana setiap kebijakan diambil melalui musyawarah antara pimpinan yayasan, mudir, dan administrator.Kepemimpinan tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan santri dan masyarakat sekitar, terbukti dari meningkatnya minat masyarakat menempatkan anaknya di pesantren.Selain itu, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh para kyai dan asatidz di wilayah tersebut memperkuat penyebaran nilai-nilai Islam secara luas.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan pola kepemimpinan kyai di berbagai wilayah Indonesia untuk mengidentifikasi variasi budaya dan implikasinya terhadap efektivitas pengelolaan pesantren. Selanjutnya, studi harus mengevaluasi dampak gaya kepemimpinan kyai—baik otoriter, demokratis, maupun karismatik—terhadap perkembangan moral santri dengan menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif. Terakhir, penting untuk menyelidiki peran media digital dalam memperkuat kepemimpinan demokratis kyai, misalnya melalui platform daring yang memungkinkan partisipasi santri dalam pengambilan keputusan serta penyebaran nilai moral secara lebih luas.

  1. #agama islam#agama islam
  2. #solar system#solar system
Read online
File size301.6 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3bg
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test