UAIUAI
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)Hipertensi yang terjadi pada usia remaja memiliki kemungkinan besar untuk berkembang sampai usia dewasa. Masih cukup banyak remaja yang kurang pengetahuan terkait upaya pencegahan hipertensi. Peningkatan pengetahuan pada remaja dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan. Selain pendidikan kesehatan, remaja perlu pemeriksaan faktor risiko hipertensi berupa pemantauan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pengukuran tekanan darah. Metode yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah ceramah dan tanya jawab, sedangkan dalam pemeriksaan faktor risiko dengan demonstrasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring dan evaluasi. Kegiatan pendidikan kesehatan dihadiri 60 mahasiswa yang tergolong remaja dengan berusia 17-19 tahun. Hasil nilai pre dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran terkait pencegahan hipertensi pada remaja. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan sebagian besar sasaran puas dengan kegiatan yang dilakukan. Pemeriksaan faktor risiko hipertensi menunjukkan angka kelebihan berat badan sebesar 11,7%, obesitas sebesar 18,3%, dan angka hipertensi sebesar 21,7%. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan belum ada perubahan berarti pada berat badan dan atau IMT sasaran, namun sasaran sudah mulai untuk melakukan aktivitas fisik dan memilih makanan yang bergizi seimbang. Pendidikan kesehatan dengan tema pencegahan hipertensi mampu meningkatkan pengetahuan sasaran terkait hipertensi. Pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran IMT dan tekanan darah dapat digunakan sebagai alat untuk deteksi faktor risiko hipertensi.
Pendidikan tema kesehatan pencegahan hipertensi mampu meningkatkan pengetahuan hipertensi.Pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran Indeks Massa Tubuh dan tekanan darah, dapat digunakan sebagai alat untuk deteksi faktor risiko hipertensi.Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan sasaran telah melakukan aktivitas fisik dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang untuk pencegahan hipertensi.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pendidikan kesehatan hipertensi pada remaja dengan desain longitudinal selama enam hingga dua belas bulan, untuk menilai perubahan berkelanjutan pada indeks massa tubuh, tekanan darah, serta perilaku hidup sehat secara lebih mendalam. Selain itu, studi komparatif antara metode pendidikan tradisional (ceramah‑tanya jawab) dengan pendekatan interaktif berbasis teknologi digital, seperti aplikasi seluler atau modul e‑learning, dapat memberikan wawasan mengenai strategi mana yang lebih meningkatkan retensi pengetahuan dan motivasi perubahan gaya hidup. Selanjutnya, penelitian yang mengintegrasikan intervensi gizi terstruktur dan program aktivitas fisik terarah bersama dengan pemantauan rutin IMT dan tekanan darah dapat mengevaluasi apakah kombinasi tersebut menurunkan prevalensi hipertensi pada remaja secara signifikan dibandingkan dengan hanya memberikan pendidikan kesehatan saja. Ketiga arah kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih kuat untuk program pencegahan hipertensi pada populasi remaja.
| File size | 387.05 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
MALAHAYATIMALAHAYATI Analisis data menggunakan unvariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (wilcoxon). Hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan pengetahuan (p-valueAnalisis data menggunakan unvariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (wilcoxon). Hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan pengetahuan (p-value
STIKES BHSTIKES BH Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: ada hubungan antara umur (p value 0,040), jenis kelamin (p value 0,022), riwayat hipertensi (p value 0,006),Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: ada hubungan antara umur (p value 0,040), jenis kelamin (p value 0,022), riwayat hipertensi (p value 0,006),
STIKESHBSTIKESHB Latar belakang, masih banyak anak-anak yang belum terbiasa sarapan. Selain tidak sarapan, akan berdampak negatif pada proses belajar. Antenatal Care adalahLatar belakang, masih banyak anak-anak yang belum terbiasa sarapan. Selain tidak sarapan, akan berdampak negatif pada proses belajar. Antenatal Care adalah
PTTIPTTI Kegiatan layanan masyarakat mengenai konseling hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah telah berhasil dilakukan. Hasil konseling menunjukkan peningkatanKegiatan layanan masyarakat mengenai konseling hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah telah berhasil dilakukan. Hasil konseling menunjukkan peningkatan
UnwahasUnwahas Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional (non eksperimental) dengan pendekatan deskriptif analitik dengan pengambilan sampel secara accidentalJenis penelitian ini adalah penelitian observasional (non eksperimental) dengan pendekatan deskriptif analitik dengan pengambilan sampel secara accidental
MALAHAYATIMALAHAYATI Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Paparan karbon monoksida (CO) di area padat kendaraanHipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Paparan karbon monoksida (CO) di area padat kendaraan
EBSINAEBSINA Intervensi yang diberikan, yaitu pendidikan kesehatan, skrining hipertensi, dan pemberdayaan kader, terbukti meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakatIntervensi yang diberikan, yaitu pendidikan kesehatan, skrining hipertensi, dan pemberdayaan kader, terbukti meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat
SINERGISSINERGIS Namun, tidak ada hubungan antara konsumsi makanan asin dengan angka prevalensi diabetes melitus di Jawa Timur. Beberapa faktor risiko yang berpengaruhNamun, tidak ada hubungan antara konsumsi makanan asin dengan angka prevalensi diabetes melitus di Jawa Timur. Beberapa faktor risiko yang berpengaruh
Useful /
UNIKUUNIKU Acara ini memperkuat jaringan riset konservasi dan menunjukkan pentingnya kolaborasi multi-pihak. Hasilnya menjadi sumber referensi dalam merancang kebijakanAcara ini memperkuat jaringan riset konservasi dan menunjukkan pentingnya kolaborasi multi-pihak. Hasilnya menjadi sumber referensi dalam merancang kebijakan
UNIKUUNIKU Tingginya persentase burung pengendali hama menandakan kondisi habitat yang seimbang antara serangga sebagai hama dan burung sebagai pengendali hama biologis.Tingginya persentase burung pengendali hama menandakan kondisi habitat yang seimbang antara serangga sebagai hama dan burung sebagai pengendali hama biologis.
SINERGISSINERGIS Skabies ditandai dengan gatal malam hari, mengenai sekelompok orang, dengan tempat predileksi di lipatan kulit yang tipis, hangat, dan lembab. Gejala klinisSkabies ditandai dengan gatal malam hari, mengenai sekelompok orang, dengan tempat predileksi di lipatan kulit yang tipis, hangat, dan lembab. Gejala klinis
SINERGISSINERGIS Infeksi yang paling umum termasuk gonore, klamidia, sifilis, trikomoniasis, hepatitis B, herpes genital, dan infeksi human papilloma-virus (HPV). BeberapaInfeksi yang paling umum termasuk gonore, klamidia, sifilis, trikomoniasis, hepatitis B, herpes genital, dan infeksi human papilloma-virus (HPV). Beberapa