PELITAIBUPELITAIBU
Journal Pelita Sains KesehatanJournal Pelita Sains KesehatanPlacental retention is a leading cause of postpartum hemorrhage, significantly contributing to maternal mortality. This study aims to determine the correlation between maternal age and parity with the incidence of placental retention. This analytical study with a cross-sectional approach was conducted at Dewi Sartika General Hospital, Kendari City, in 2023. The population comprised all mothers who experienced placental retention from 2018 to 2022, totaling 168 cases. The sampling technique used was total sampling. Data analysis employed the chi-square test with a significance level of α=0.05. The results showed a significant relationship between maternal age (ρ=0.000) and parity (ρ=0.000) with the incidence of placental retention. It can be concluded that maternal age and parity are risk factors influencing the incidence of placental retention.
Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan paritas dengan kejadian retensio plasenta di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari.Usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun serta paritas 1 dan lebih besar dari atau sama dengan 4 memiliki risiko lebih tinggi terhadap kejadian ini.Upaya preventif dalam bentuk penyuluhan dan pemantauan ketat terhadap ibu hamil dengan faktor risiko tersebut diperlukan untuk menekan angka kejadian retensio plasenta.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian retensio plasenta, seperti status gizi ibu, riwayat persalinan sebelumnya, dan akses terhadap pelayanan antenatal yang berkualitas. Selain itu, studi longitudinal dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang dari intervensi dini, seperti penyuluhan kesehatan dan pemantauan ketat, terhadap penurunan angka kejadian retensio plasenta. Terakhir, penelitian yang berfokus pada pengembangan dan implementasi protokol penanganan retensio plasenta yang lebih efektif dan efisien di fasilitas pelayanan kesehatan primer juga sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian maternal.
| File size | 172.41 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kemampuan petugas kesehatan primer, stigma terhadap gangguan kesehatan mental, dan keterbatasanNamun, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kemampuan petugas kesehatan primer, stigma terhadap gangguan kesehatan mental, dan keterbatasan
STIKESRSANWARMEDIKASTIKESRSANWARMEDIKA Berdasarkan hasil edukasi dapat disimpulkan bahwa nilai rerata (± SD) pretest didapatkan skor sebesar 6,586 ± 3,145 sedangkan nilai rerata (± SD) posttestBerdasarkan hasil edukasi dapat disimpulkan bahwa nilai rerata (± SD) pretest didapatkan skor sebesar 6,586 ± 3,145 sedangkan nilai rerata (± SD) posttest
HTPHTP Desain studi adalah cross sectional. Populasi adalah tenaga kesehatan yang bertugas di pelayanan kesehatan primer di kota Balikpapan meliputi dokter umum,Desain studi adalah cross sectional. Populasi adalah tenaga kesehatan yang bertugas di pelayanan kesehatan primer di kota Balikpapan meliputi dokter umum,
UMNYARSIUMNYARSI Pasien yang menerima terapi antihipertensi yang rasional sebanyak 92,3 % dan pasien yang mencapai luaran klinis berupa tercapai target tekanan darah sebanyakPasien yang menerima terapi antihipertensi yang rasional sebanyak 92,3 % dan pasien yang mencapai luaran klinis berupa tercapai target tekanan darah sebanyak
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Karakteristik kurikulum meliputi penekanan pada tujuan Islam dan tauhid, penyesuaian dengan kebutuhan siswa, serta menghindari pemikiran biner. KurikulumKarakteristik kurikulum meliputi penekanan pada tujuan Islam dan tauhid, penyesuaian dengan kebutuhan siswa, serta menghindari pemikiran biner. Kurikulum
ITSCIENCEITSCIENCE Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada remaja tentang pentingnya pencegahan kanker dan diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi remaja yangTujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada remaja tentang pentingnya pencegahan kanker dan diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi remaja yang
ITSCIENCEITSCIENCE Selain itu, pemeriksaan urine harus memperhatikan kekeruhan dan kadar warna secara langsung. Aktivitas ini juga mencakup pengecekan tekanan darah untukSelain itu, pemeriksaan urine harus memperhatikan kekeruhan dan kadar warna secara langsung. Aktivitas ini juga mencakup pengecekan tekanan darah untuk
UNIBAUNIBA Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Periode Tahun 2019 – 2020. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukanTujuan penelitian ini untuk mengetahui Periode Tahun 2019 – 2020. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan
Useful /
HTPHTP Kasus keracunan makanan harus mendapatkan perhatian khusus, terutama di kalangan siswa. Pelatihan pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan bagiKasus keracunan makanan harus mendapatkan perhatian khusus, terutama di kalangan siswa. Pelatihan pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan bagi
HTPHTP Variabel paling berhubungan adalah pengetahuan terhadap kepatuhan pembayaran iuran dan denda pelayanan program JKN. Penelitian ini diharapkan dapat membantuVariabel paling berhubungan adalah pengetahuan terhadap kepatuhan pembayaran iuran dan denda pelayanan program JKN. Penelitian ini diharapkan dapat membantu
UNIBAUNIBA Latar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginyaLatar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Hasil analisis data menunjukkan bahwa RPP guru kimia yang menjadi sampel pada kegiatan tersebut berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 81,25.Hasil analisis data menunjukkan bahwa RPP guru kimia yang menjadi sampel pada kegiatan tersebut berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 81,25.