SINTHOPSINTHOP

Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan BudayaSinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya

Kemajuan pesat teknologi digital telah menimbulkan fenomena digiseksualitas—preferensi dan perilaku seksual yang dimediasi oleh perangkat digital, baik sebagai pelengkap maupun pengganti hubungan manusia. Realitas baru ini menimbulkan tantangan signifikan bagi etika seksual Islam, khususnya dalam upaya menjaga nilai moral, martabat manusia, dan stabilitas keluarga. Penelitian ini melakukan analisis kritis terhadap digiseksualitas dengan pendekatan hadits, menggunakan metode kualitatif berbasis penelitian pustaka. Sumber utama meliputi tradisi nabi terkait perilaku seksual serta literatur kontemporer tentang interaksi manusia‑teknologi dan respons ulama Muslim terhadap isu seksual digital. Temuan menunjukkan bahwa ajaran nabi—seperti anjuran menikah, larangan celibacy (tabattul), dan penekanan pada tawakal melalui puasa—masih relevan dalam membimbing perilaku seksual di era digital. Ulama modern semakin menekankan kerangka maqâsid syariah untuk menyesuaikan etika Islam dengan transformasi sosial‑teknologis. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital berbasis nilai Islam, kolaborasi multidisiplin, serta penguatan kembali kajian sumber klasik untuk memastikan etika seksual Islam tetap menjadi kompas moral dalam era digital.

Digiseksualitas merupakan tantangan sekaligus peluang bagi etika seksual Islam di era digital, karena memperkenalkan cara baru dalam memenuhi kebutuhan emosional dan seksual yang dapat menggeser batas moral tradisional.Ajaran Nabi, terutama anjuran menikah, larangan celibacy, dan puasa sebagai sarana pengendalian diri, tetap relevan dan dapat menjadi pedoman dalam mengatasi dampak negatif digiseksualitas.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu melakukan studi empiris mengenai pengaruh digiseksualitas terhadap keluarga Muslim serta mengembangkan program pendidikan yang mengintegrasikan nilai Islam dengan literasi digital.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana digiseksualitas memengaruhi kepuasan pernikahan pada pasangan Muslim di Indonesia, dengan pendekatan survei longitudinal untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan perlindungan. Selanjutnya, diperlukan evaluasi efektivitas program literasi digital yang berbasis maqâsid syariah dalam mengurangi perilaku digiseksual berbahaya di kalangan remaja, menggunakan desain eksperimental terkontrol. Terakhir, studi interdisipliner yang menggabungkan ilmu hukum Islam, psikologi, dan desain teknologi dapat merumuskan pedoman etika bagi pengembangan kecerdasan buatan dan robotik yang berinteraksi secara intim, sehingga menghasilkan kebijakan yang sejalan dengan nilai-nilai agama dan kesejahteraan psikososial.

  1. Digisexuality in the Digital Age: A Critical Hadith-Based Analysis of Islamic Sexual Ethics and Contemporary... doi.org/10.69548/sinthop.v4.i1.31.92-102Digisexuality in the Digital Age A Critical Hadith Based Analysis of Islamic Sexual Ethics and Contemporary doi 10 69548 sinthop v4 i1 31 92 102
  1. #nilai moral#nilai moral
  2. #perilaku seksual#perilaku seksual
Read online
File size325.09 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2Tp
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test