UAIUAI
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)Perilaku seksual berisiko merupakan perilaku destruktif yang dapat mengganggu dan berdampak negatif pada sistem kesehatan remaja secara menyeluruh. Perilaku seksual berisiko cenderung lebih banyak diterapkan oleh laki-laki daripada perempuan. Guna mencegah hal tersebut, remaja laki-laki perlu meningkatkan pengetahuannya sebagai dasar dalam memproteksi diri dari perilaku seksual berisiko. Di Pondok Pesantren Fajar Cendekia, Bekasi, sebagian besar remaja laki-lakinya memiliki tingkat pengetahuan tentang perilaku seksual berisiko yang rendah. Tujuan program ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada kelompok remaja laki-laki di Pondok Pesantren Fajar Cendekia. Metode yang digunakan adalah kombinasi focus group discussion dengan studi kasus. Setelah kegiatan dilakukan, terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 14 poin. Hal ini memberikan makna bahwa metode kombinasi focus group discussion dengan studi kasus dapat berperan dalam meningkatkan pengetahuan remaja laki-laki tentang perilaku seksual berisiko. Diharapkan tenaga kesehatan yang memiliki peran khusus dan kuat sebagai edukator (seperti perawat komunitas) dapat mempertimbangkan pendekatan gender ketika ingin memberikan paparan pengetahuan pada sasaran agar metode dan strateginya tepat dan sesuai.
Metode kombinasi focus group discussion dan studi kasus dapat meningkatkan pengetahuan remaja laki-laki tentang perilaku seksual berisiko.Untuk meningkatkan pengetahuan lebih lanjut, tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan pendekatan gender dan kompleksitas metode.Yayasan/pesantren disarankan mengajukan berkala tenaga kesehatan dari Puskesmas untuk layanan kesehatan reproduksi serta membentuk kader kesehatan reproduksi remaja.
Penelitian lanjut dapat membandingkan efektivitas metode kombinasi FGD dan studi kasus dengan pendekatan edukasi lain di pesantren yang berbeda. Studi juga bisa mengevaluasi dampak jangka panjang peningkatan pengetahuan terhadap perilaku remaja dan kesehatan reproduksi mereka. Selain itu, perlu penelitian tentang peran norma agama dan budaya dalam mengurangi risiko perilaku seksual di lingkungan pesantren.
| File size | 197.56 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-2Yk |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESHBSTIKESHB Sikap, ketersediaan fasilitas, dan pengawasan merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan petugas cleaning service dalam penanganan limbah medis. DisarankanSikap, ketersediaan fasilitas, dan pengawasan merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan petugas cleaning service dalam penanganan limbah medis. Disarankan
PELITAIBUPELITAIBU Placental retention is a leading cause of postpartum hemorrhage, significantly contributing to maternal mortality. This study aims to determine the correlationPlacental retention is a leading cause of postpartum hemorrhage, significantly contributing to maternal mortality. This study aims to determine the correlation
PELITAIBUPELITAIBU Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling dengan total sampel sebanyak 164. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikanTeknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling dengan total sampel sebanyak 164. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan
PELITAIBUPELITAIBU Faktor risiko seperti umur ibu dan umur kehamilan berperan penting dalam kejadian asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umurFaktor risiko seperti umur ibu dan umur kehamilan berperan penting dalam kejadian asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur
PELITAIBUPELITAIBU Ibu dengan paritas lebih dari dua kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami plasenta previa, dan usia yang lebih tua juga meningkatkan risiko terjadinyaIbu dengan paritas lebih dari dua kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami plasenta previa, dan usia yang lebih tua juga meningkatkan risiko terjadinya
POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG Upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dilakukan melalui Pos Pembinaan Terpadu PTM, sebuah bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakatUpaya pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dilakukan melalui Pos Pembinaan Terpadu PTM, sebuah bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat
POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dalam menghadapi InterprofessionalPenelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dalam menghadapi Interprofessional
STIKESMUCISSTIKESMUCIS Banyak jenis risiko yang terkait dengan stunting. Faktor risiko lain yang terkait dengan stunting meliputi status perkawinan, sebelum kehamilan, selamaBanyak jenis risiko yang terkait dengan stunting. Faktor risiko lain yang terkait dengan stunting meliputi status perkawinan, sebelum kehamilan, selama
Useful /
GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE Penelitian ini menemukan bahwa implementasi Qanun Kabupaten Aceh Jaya Nomor 11 Tahun 2021 tentang Penertiban Ternak belum berjalan secara efektif.meskipunPenelitian ini menemukan bahwa implementasi Qanun Kabupaten Aceh Jaya Nomor 11 Tahun 2021 tentang Penertiban Ternak belum berjalan secara efektif.meskipun
GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE Tanggung jawab pengusaha dalam mengikutsertakan pekerjanya pada program jaminan sosial tenaga kerja yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan merupakanTanggung jawab pengusaha dalam mengikutsertakan pekerjanya pada program jaminan sosial tenaga kerja yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan merupakan
PPICURUGPPICURUG Pengawasan terhadap teknisi junior juga penting untuk memastikan dilakukan dengan baik dan mengurangi risiko kegagalan pada komponen battery. KesimpulanPengawasan terhadap teknisi junior juga penting untuk memastikan dilakukan dengan baik dan mengurangi risiko kegagalan pada komponen battery. Kesimpulan
UAIUAI Permasalahan yang ditemukan yaitu pada saung ilmu desa Jampang belum tersedianya sarana peningkatan literasi dan belum tersedianya Lembaga PAUD di DesaPermasalahan yang ditemukan yaitu pada saung ilmu desa Jampang belum tersedianya sarana peningkatan literasi dan belum tersedianya Lembaga PAUD di Desa