POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADUJURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADUInterprofessional Education pertama kali dicetuskan oleh World Health Organization (WHO) sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kolaborasi antara tenaga kesehatan yang berbeda agar dapat memandang suatu masalah dan mampu menyelesaikannya secara holistik sehingga dapat mencapai hasil pelayanan kesehatan yang berkualitas. Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang telah melaksanakan workshop tentang IPE ini pada tahun 2018, disamping itu beberapa dosen juga pernah dilatih menjadi fasilitator IPE oleh Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dalam menghadapi Interprofessional Education (IPE). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik yang dianalisis dengan uji chi square dan exact fisher. Subjek penelitian ini adalah seluruh dosen Poltekkes Tanjungpinang sebanyak 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko dosen yang memiliki pengetahuan yang cukup cenderung 2,567 kali lebih tidak siap menghadapi IPE dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan yang baik. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan dosen menghadapi IPE. Disarankan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan pengambil kebijakan di Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dalam mempersiapkan Interprofessional Education (IPE) baik bagi dosen maupun mahasiswa ketiga prodi.
Sebagian besar dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang IPE dan sebagian besar dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang memiliki kesiapan menghadapi IPE, secara statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan dosen Poltekkes Kemenkes IPE, tetapi faktor risiko dosen yang memiliki pengetahuan yang cukup cenderung lebih tidak siap menghadapi IPE dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan yang baik.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pengambil kebijakan di Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang mempertimbangkan penelitian ini dalam mempersiapkan Interprofessional Education (IPE) bagi dosen dan mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar dosen memiliki pengetahuan yang cukup tentang IPE, namun kesiapan mereka dalam menghadapi IPE masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi dan program pelatihan yang dapat meningkatkan kesiapan dosen dalam menghadapi IPE. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan Interprofessional Colaboration (IPC) yang akan dilaksanakan dalam bentuk Praktek Kerja Nyata Terpadu bagi tiga program studi di Poltekkes Tanjungpinang. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Poltekkes Tanjungpinang.
| File size | 138.06 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-2rZ |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
PTTIPTTI Oleh karena itu, diperlukan langkah khusus untuk mengurangi risiko kerusakan gigi pada anak-anak. Langkah yang diambil termasuk pelatihan teknik menyikatOleh karena itu, diperlukan langkah khusus untuk mengurangi risiko kerusakan gigi pada anak-anak. Langkah yang diambil termasuk pelatihan teknik menyikat
POLTEKMUPOLTEKMU Tingkat pengetahuan peserta pengabdian kepada Masyarakat mengalami peningkatan menjadi baik sebesar 90%. Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penyuluhanTingkat pengetahuan peserta pengabdian kepada Masyarakat mengalami peningkatan menjadi baik sebesar 90%. Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penyuluhan
HTPHTP Tujuan penelitian ini yaitu diketahuinya. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Quasy Eksperimen Non Randomized Control Group PretestTujuan penelitian ini yaitu diketahuinya. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Quasy Eksperimen Non Randomized Control Group Pretest
LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE Studi kasus deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pengumpulan data, identifikasi masalah, intervensi, dan evaluasi asuhan kebidanan untukStudi kasus deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pengumpulan data, identifikasi masalah, intervensi, dan evaluasi asuhan kebidanan untuk
KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN Tingkat pengetahuan peserta didik SD IT Asshodiqiyah tentang kesehatan gigi dan mulut sudah baik, tercermin dari skor tinggi pada kuis interaktif berbentukTingkat pengetahuan peserta didik SD IT Asshodiqiyah tentang kesehatan gigi dan mulut sudah baik, tercermin dari skor tinggi pada kuis interaktif berbentuk
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA Latar belakang: Terbatasnya penelitian yang membahas dampak pandemi terhadap risiko dan kesejahteraan perawat. Saat ini, belum ada penelitian yang diterbitkanLatar belakang: Terbatasnya penelitian yang membahas dampak pandemi terhadap risiko dan kesejahteraan perawat. Saat ini, belum ada penelitian yang diterbitkan
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA Diharapkan kader kesehatan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam memberikan layanan manajemen MTBM di tingkat komunitas sambil menjagaDiharapkan kader kesehatan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam memberikan layanan manajemen MTBM di tingkat komunitas sambil menjaga
MAHARDIKAMAHARDIKA Data dikumpulkan selama periode Maret hingga Agustus 2015. Uji statistik menggunakan Korelasi Spearmans Rho dengan tingkat signifikansi 95% atau 0,05.Data dikumpulkan selama periode Maret hingga Agustus 2015. Uji statistik menggunakan Korelasi Spearmans Rho dengan tingkat signifikansi 95% atau 0,05.
Useful /
POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius, oleh sebab itu diperlukan keterlibatan keluarga dan sekolah untuk mengatasinya.Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius, oleh sebab itu diperlukan keterlibatan keluarga dan sekolah untuk mengatasinya.
HTPHTP Hasil regresi logistik ganda menunjukan hubungan lingkar pinggang, jenis kelamin dan umur dengan kejadian hiperkolesterolemia setelah dikontrol oleh aktifitasHasil regresi logistik ganda menunjukan hubungan lingkar pinggang, jenis kelamin dan umur dengan kejadian hiperkolesterolemia setelah dikontrol oleh aktifitas
HTPHTP Variabel dependen obesitas dan Variabel independen adalah Pendidikan, Pengetahuan, Jenis Kelamin, Keturunan, Ak vitas Fisik dan Kebiasaan Makan. HasilVariabel dependen obesitas dan Variabel independen adalah Pendidikan, Pengetahuan, Jenis Kelamin, Keturunan, Ak vitas Fisik dan Kebiasaan Makan. Hasil
UNDIPUNDIP Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis dan tidak menular yang memiliki dampak serius. Studi sebelumnya telah berfokus pada intervensi tunggalDiabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis dan tidak menular yang memiliki dampak serius. Studi sebelumnya telah berfokus pada intervensi tunggal