PRINPRIN

JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMJURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar merupakan salah satu fasilitas kesehatan milik negara yang menyediakan pelayanan vaksinasi booster dengan 4 jenis vaksin booster yang tersedia yaitu sinovac, astrazeneca, pfizer dan moderna. Tingkat permintaan terhadap vaksin booster yang tidak pasti menyebabkan Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar memerlukan perencanaan kebijakan persediaan vaksin booster untuk mencegah terjadinya overstock menggunakan metode continuous review yang mengakibatkan pengeluaran biaya yang cukup besar. Dari hasil perhitungan pengendalian persediaan vaksin booster menggunakan metode continuous review diperoleh total biaya persediaan mengalami persentase perubahan yang signifikan. Untuk jenis sinovac persentase perubahan total biaya persediaan mencapai 92% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, untuk astrazeneca mencapai 58% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, untuk pfizer mencapai 60% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, dan untuk moderna mencapai 95% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting. Hasil perhitungan total biaya persediaan dengan continuous review dapat memberikan penurunan biaya yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Hal ini dikarenakan kebijakan persediaan continuous review memperkecil biaya kekurangan (shortage) vaksin yang cukup menimbulkan beban biaya.

Kesimpulan yang dihasilkan berdasarkan hasil analisis serta pembahasan yang telah dilakukan adalah total biaya persediaan menggunakan metode continuous review dengan kondisi eksisting mengalami persentase perubahan.Persentase perubahan yang dialami juga cukup signifikan.Untuk vaksin booster jenis sinovac persentase total biaya persediaan mencapai 92% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, untuk vaksin booster jenis astrazeneca persentase total biaya persediaan mencapai 58% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, untuk vaksin booster jenis pfizer persentase total biaya persediaan mencapai 60% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, dan untuk vaksin booster jenis moderna persentase total biaya persediaan mencapai 95% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting.Berdasarkan perbandingan kebijakan persedian dalam kondisi eksisting dengan kebijakan persediaan continuous review disimpulkan juga bahwa kebijakan persediaan continuous review dapat memberikan penurunan biaya yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dalam melakukan persediaan vaksin booster.Hal ini dikarenakan kebijakan persediaan continuous review sama sekali tidak menghasilkan kekurangan (shortage) vaksin yang dapat menimbulkan biaya tambahan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan dengan fokus pada pengembangan model perencanaan kebijakan persediaan vaksin booster yang lebih komprehensif. Studi ini dapat mengeksplorasi berbagai faktor yang mempengaruhi permintaan vaksin booster, seperti demografi, perilaku masyarakat, dan faktor-faktor sosial-ekonomi. Dengan demikian, model perencanaan kebijakan persediaan yang dihasilkan dapat lebih akurat dan efektif dalam mencegah overstock dan mengurangi biaya. Selain itu, studi lanjutan juga dapat mengevaluasi dampak implementasi kebijakan persediaan continuous review terhadap ketersediaan vaksin booster di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Dengan menganalisis data permintaan dan persediaan vaksin booster pasca-implementasi, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan persediaan yang lebih optimal.

  1. #kurikulum merdeka#kurikulum merdeka
  2. #rumah sakit#rumah sakit
Read online
File size651.1 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-2NW
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test