UMBUMB
EL-TA’DIB: Journal of Islamic EducationEL-TA’DIB: Journal of Islamic EducationTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru pendidikan agama islam terhadap kenakalan remaja di Mts N 5 Kaur. Pendekatan penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data dilakukan berdasarkan pengamatan di lapangan atau pengalaman empiris berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian disusun dan ditarik kesimpulan. Kenakalan remaja yang sering dilakukan oleh siswa Mts N 5 Kaur adalah bolos waktu jam pelajaran, merokok, mabuk-mabukan, pacaran dan membuang sampah sembarangan. Penyebabnya beragam seperti siswa merasa tidak nyaman di dalam kelas, siswa yang bosan di dalam kelas dan juga siswa yang memiliki masalah keluarga seperti perpisahan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan: Peran pendidikan agama terhadap kecenderungan kenakalan remaja pada siswa Mts N 5 Kaur sangatlah penting karena dengan melalui pendidikan dan pembinaan agama islam dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang ajaran islam kepada siswa dan ini sangat membantu siswa untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas. Guru Pai memberikan pemahaman tentang pendidikan agama melalui pelajaran di dalam kelas. Mengadakan kegiatan-kegiatan keberagamaan baik hari besar agama ataupun kegiatan keberagamaan siswa setiap harinya. Solusi dalam mengatasi kenakalan remaja pada siswa Mts N 5 Kaur dengan menanamkan nilai-nilai yang baik pada siswa, memberitahu konsekuensi dari kenakalan remaja, selalu menjaga komunikasi kepada siswa, mendorong siswa agar mengikuti kegiatan yang positif baik di sekolah maupun di luar sekolah dan juga bersikap tegas pada siswa yang nakal. Solusi juga dapat dilakukan dengan cara menjaga komunikasi yang tepat, memahami siswa, memberikan perhatian dan pengawasan khusus bagi siswa yang bermasalah karena dengan perhatian khusus itu maka mereka memiliki kesadaran akan kesalahan-kesalahan yang mereka buat serta memberikan nasehat pada siswa yang berbuat kenakalan untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi.
Kenakalan remaja yang sering dilakukan oleh siswa Mts N 5 Kaur meliputi bolos pelajaran, merokok, mabuk-mabukan, pacaran, dan membuang sampah sembarangan, dipicu oleh ketidaknyamanan di kelas serta masalah keluarga seperti perceraian orang tua.Peran pendidikan agama sangat penting dalam mencegah kenakalan karena mampu memberikan pemahaman ajaran Islam dan membentuk karakter siswa menjadi lebih baik, terutama melalui pembelajaran di kelas dan kegiatan keagamaan rutin di sekolah.Solusi utama mencakup penanaman nilai baik, komunikasi intensif, pengawasan khusus, serta dukungan dari keluarga dan sekolah untuk mendorong siswa menghindari perilaku menyimpang.
Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas kolaborasi antara guru pendidikan agama, orang tua, dan lembaga keagamaan di lingkungan masyarakat dalam membentuk ketahanan moral remaja terhadap pengaruh negatif. Kedua, penting untuk mengkaji peran model pembelajaran agama yang lebih interaktif dan kontekstual dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan menurunkan risiko kenakalan di lingkungan sekolah. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang pendekatan konseling berbasis nilai Islam yang terintegrasi dengan layanan bimbingan khusus di madrasah untuk siswa yang telah menunjukkan perilaku menyimpang, agar dapat diidentifikasi metode penanganan yang lebih personal dan efektif. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi saran dalam paper yang menyoroti pentingnya komunikasi, peran orang tua, dan pengawasan sekolah, dengan memperdalam aspek kolaboratif, inovasi pembelajaran, dan intervensi psikologis-religius yang sistematis.
| File size | 165.21 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian tentang integrasi pendidikan Islam dalam kurikulum PAUD di TK Bina Putra Kledung Pacitan menunjukkanHasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian tentang integrasi pendidikan Islam dalam kurikulum PAUD di TK Bina Putra Kledung Pacitan menunjukkan
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Keluarga berfungsi sebagai institusi sosialisasi primer yang paling efektif. Upaya menumbuhkan kesadaran hukum harus berfokus pada internalisasi nilai-nilaiKeluarga berfungsi sebagai institusi sosialisasi primer yang paling efektif. Upaya menumbuhkan kesadaran hukum harus berfokus pada internalisasi nilai-nilai
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VII sebanyakMetode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VII sebanyak
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tokoh masyarakat dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia tahun. Penanaman nilai moral berkelanjutanPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tokoh masyarakat dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia tahun. Penanaman nilai moral berkelanjutan
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Untuk membantu Gen Z menghadapi Era 5. 0 saat ini, tujuan artikel ini adalah untuk memberikan pendidikan karakter dari perspektif Al-Quran. PenelitianUntuk membantu Gen Z menghadapi Era 5. 0 saat ini, tujuan artikel ini adalah untuk memberikan pendidikan karakter dari perspektif Al-Quran. Penelitian
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Kurikulum pendidikan Islam adalah rancangan pembelajaran yang sistematis, integratif, dan berlandaskan nilai agama Islam. Karakteristik kurikulum meliputiKurikulum pendidikan Islam adalah rancangan pembelajaran yang sistematis, integratif, dan berlandaskan nilai agama Islam. Karakteristik kurikulum meliputi
STAI TBHSTAI TBH Ketika moral dan akhlak sudah tertanam dalam diri siswa, itu menjadi langkah awal yang penting menuju masa depan lebih cerdas bagi Indonesia. PenelitianKetika moral dan akhlak sudah tertanam dalam diri siswa, itu menjadi langkah awal yang penting menuju masa depan lebih cerdas bagi Indonesia. Penelitian
UINSIUINSI Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru di RA Perwanida 2 memiliki pemahaman yang baik tentang aspek perkembangan nilai agama dan moral, kognitif, dan fisik-motorikPenelitian ini menyimpulkan bahwa guru di RA Perwanida 2 memiliki pemahaman yang baik tentang aspek perkembangan nilai agama dan moral, kognitif, dan fisik-motorik
Useful /
UMKUUMKU Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kategori pengetahuan tinggi dari 10% menjadi 60%, sementara kategori pengetahuan rendah menurunHasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kategori pengetahuan tinggi dari 10% menjadi 60%, sementara kategori pengetahuan rendah menurun
FKIP UWGMFKIP UWGM Sampel penelitian terdiri dari 25 anak yang dipilih secara purposive. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulanSampel penelitian terdiri dari 25 anak yang dipilih secara purposive. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan
FKIP UWGMFKIP UWGM Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dipilih sebagai pendekatan dan jenis penelitian ini. Subjek penelitian terdiri atas delapan orang tua diPendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dipilih sebagai pendekatan dan jenis penelitian ini. Subjek penelitian terdiri atas delapan orang tua di
STAI TBHSTAI TBH Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan karakter religius mahasiswa di Universitas Islam Darul Ulum Lamongan merupakan proses dinamis yang berlangsungPenelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan karakter religius mahasiswa di Universitas Islam Darul Ulum Lamongan merupakan proses dinamis yang berlangsung