JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT

FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamFIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam

Pendidikan agama Islam selalu mendapat sorotan dalam sistem kependidikan di Indonesia, mengingat posisinya yang strategis dalam menumbuhkan kematangan kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik. Fakta di lapangan dimana muatan materi ini diuji, menunjukkan kenyataan berbeda yang memastikan bahwa peranannya sangat minim bahkan nyaris tidak ada sama sekali. Kondisi ini menjadikan materi ini mendapat perhatian lebih terutama dengan mengupayakan kajian sosiologis dan antropologis di dalamnya. Dengan menggunakan pendekatan fungsionalisme struktural dan humanisme, kita mendapatkan suatu simpul pemahaman bahwa Pendidikan agama Islam harus disentuh dengan cara pandang sosiologi baik melalui konten materi, guru, kepala sekolah dan lingkungan sekolah yang semuanya diorientasikan untuk seluas-luasnya kepentingan manusia.

Pendidikan agama Islam merupakan sistem yang di dalamnya terdapat beberapa bagian yang berbeda seperti organisme hidup, di mana proses perjalanannya sangat bergantung pada normalitas fungsi masing-masing komponen, yaitu konten materi, guru, kepala sekolah, dan lingkungan sekolah.Pendidikan agama Islam menjadi kunci utama pendidikan yang berorientasi pada kemanusiaan karena seluruh kajian di dalamnya dirancang untuk memaksimalkan kepentingan manusia dalam kehidupan pribadi maupun sosial.Keberhasilannya hanya dapat diwujudkan jika seluruh elemen pendidikan berfungsi secara holistik dan terintegrasi dalam membentuk kepribadian yang religius, sosial, dan berintegritas.

Penelitian lanjutan dapat menggali bagaimana integrasi konten PAI dengan pendekatan psikologi positif dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual siswa dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama di tengah pengaruh teknologi digital yang mendominasi interaksi sosial. Selain itu, perlu diteliti bagaimana peran guru sebagai teladan moral dapat diukur secara sistematis melalui observasi perilaku dan refleksi siswa, serta bagaimana lingkungan sekolah—termasuk kebijakan dan budaya sekolah—dapat dirancang ulang untuk memperkuat praktik nilai-nilai PAI secara konsisten di luar ruang kelas. Terakhir, studi mendalam tentang dampak jangka panjang dari pembelajaran PAI yang berbasis pengalaman langsung, seperti kegiatan sosial berbasis zakat atau silaturahmi, terhadap pembentukan karakter sosial siswa dapat menjadi arah baru yang belum cukup dieksplorasi, sehingga tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga perubahan nyata dalam sikap dan perilaku siswa di masyarakat.

  1. #karakter anak#karakter anak
  2. #pembelajaran agama#pembelajaran agama
Read online
File size168.39 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2BO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test