INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM
TA'DIBAN: Journal of Islamic EducationTA'DIBAN: Journal of Islamic EducationKajian ini mendeskripsikan pemikiran pendidikan Islam Al-Abrasyi dalam kitab At-Tarbiyah Al-Islamiyyah wa Falasifatuha dan kitab Beliau lainnya dan relevansinya dengan konsep pendidikan kekinian yang meliputi definisi, tujuan, dasar-dasar dan juga menyangkut pendidik dan peserta didik, pendidikan wanita dalam Islam yang masih sangat relevan dengan pendidikan dewasa ini. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Al-Abrasyi adalah seorang cendekiawan, tokoh pendidikan, ulama dan seorang guru besar yang hidup pada abad XX di Mesir. Secara umum pemikirannya tentang pendidikan Islam banyak dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Sina, Ibnu Miskawaih, Imam al-Ghazali dan Ibnu Khaldun. Hasil dari kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam memang mengutamakan pendidikan akhlak yang merupakan ruhnya, tetapi tidak mengabaikan masalah mempersiapkan seseorang untuk hidup, mencari rezeki dan tidak pula melupakan pendidikan jasmani, akal, hati, kemauan, cita-cita, keterampilan tangan, lisan dan kepribadian. Pendidikan Islam memiliki prinsip yang komprehensif yang kuat, adil dan demokratis. Pendidik dan peserta didik sama mulianya, sehingga banyak aspek yang harus diperhatikan dan dijaga dan terakhir dinamika pendidikan wanita, Albrasyi sangat luas dan komprehensif membahas pokok-pokok pendidikan Islam, dalam tulisan ini hanya bagian sedikit saja yang diulas.
Dari paparan dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan pokok-pokok penting pemikiran pendidikan Muhammad Atiyah Al-Abrasy.Pertama, pendidikan Islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan berbahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya (akhlaknya), teratur pikirannya, halus perasaannya, mahir dalam pekerjaannya, manis tutur katanya baik dengan lisan maupun tulisan.Kedua, tujuan Pendidikan yang dikemukakan oleh Al-Abrasyi adalah lebih konsen kepada jiwa dan akhlak, namun segi-segi kehidupan yang lain juga menjadi tujuan yang tidak dapat dilupakan dan diabaikan.Ketiga, Dasar-dasar pendidikan yang dimaksud oleh Abrasyi adalah prinsip-prinsip dasar dalam pendidikan Islam.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip pendidikan Al-Abrasyi dapat diimplementasikan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam menerapkan pendidikan akhlak sesuai dengan pemikiran Al-Abrasyi di berbagai lingkungan sosial dan budaya. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pemikiran Al-Abrasyi dengan tokoh-tokoh pendidikan Islam lainnya, guna menghasilkan sintesis pemikiran yang lebih komprehensif dan relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini. Dengan demikian, diharapkan penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang berlandaskan pada nilai-nilai universal dan relevan dengan tantangan zaman.
| File size | 1 MB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan, moralitas, dan kemanusiaan. Di tengah arusPendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan, moralitas, dan kemanusiaan. Di tengah arus
UnsilUnsil Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan analisis Partial Least Square (SmartPLS 4. 0). Instrumen dikembangkanMetode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan analisis Partial Least Square (SmartPLS 4. 0). Instrumen dikembangkan
UIDUID Model ini memiliki implikasi teori dan praktis dalam memperkaya studi dekolonial melalui lensa hukum lingkungan Islam dan menjembatani warisan hukum pluralModel ini memiliki implikasi teori dan praktis dalam memperkaya studi dekolonial melalui lensa hukum lingkungan Islam dan menjembatani warisan hukum plural
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Pendidikan Islam yang saat ini ada dalam praktiknya belum sepenuhnya islami. Karena praktik pendidikan Islam belum dijiwai oleh nilai-nilai ajaran Islam.Pendidikan Islam yang saat ini ada dalam praktiknya belum sepenuhnya islami. Karena praktik pendidikan Islam belum dijiwai oleh nilai-nilai ajaran Islam.
UMPRUMPR Temuan ini menunjukkan bahwa orang tua dari kalangan menengah tidak hanya mengejar prestasi akademik anak semata, tetapi lebih pada pembentukan pribadiTemuan ini menunjukkan bahwa orang tua dari kalangan menengah tidak hanya mengejar prestasi akademik anak semata, tetapi lebih pada pembentukan pribadi
IAI ALZAYTUNIAI ALZAYTUN Proses analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis masalah ekonomi, lalu menganalisisnyaProses analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis masalah ekonomi, lalu menganalisisnya
YAYASANHAIAHNUSRATULISLAMYAYASANHAIAHNUSRATULISLAM Pondok Pesantren Fahmussalam memberikan terobosan baru dalam pendidikan Islam dengan mengintegrasikan ajaran tarekat Alawiyah ke dalam pembelajaran bahasaPondok Pesantren Fahmussalam memberikan terobosan baru dalam pendidikan Islam dengan mengintegrasikan ajaran tarekat Alawiyah ke dalam pembelajaran bahasa
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Selain itu, penerapan teknologi dalam Manajemen Pendidikan Islam (IEM) mempunyai potensi manfaat yang cukup besar, seperti meningkatkan efektivitas administrasiSelain itu, penerapan teknologi dalam Manajemen Pendidikan Islam (IEM) mempunyai potensi manfaat yang cukup besar, seperti meningkatkan efektivitas administrasi
Useful /
UnsilUnsil Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner minat belajar sebagai alat utama untuk mengukur peningkatan minat. Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 di SDNInstrumen yang digunakan yaitu kuesioner minat belajar sebagai alat utama untuk mengukur peningkatan minat. Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 di SDN
UIDUID Putusan ini menandai evolusi paradigma perlindungan hak asasi manusia dalam konteks perubahan iklim. Putusan ini menegaskan bahwa negara memiliki kemampuanPutusan ini menandai evolusi paradigma perlindungan hak asasi manusia dalam konteks perubahan iklim. Putusan ini menegaskan bahwa negara memiliki kemampuan
UIDUID Perluasan asas culpabilitas tersebut dirancang agar tetap sejalan dengan prinsip geen straf zonder schuld, sehingga bentuk pertanggungjawaban pidana yangPerluasan asas culpabilitas tersebut dirancang agar tetap sejalan dengan prinsip geen straf zonder schuld, sehingga bentuk pertanggungjawaban pidana yang
IAI TABAHIAI TABAH Sistem santri keamanan hingga saat ini masih digunakan oleh pondok pesanren di Indonesia sebagai wujud pelestarian budaya. Namun, banyak pondok pesantrenSistem santri keamanan hingga saat ini masih digunakan oleh pondok pesanren di Indonesia sebagai wujud pelestarian budaya. Namun, banyak pondok pesantren