INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU

Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)

Pendidikan sebagai sebuah proses berada dan berkembang bersama dengan proses perkembangan yang berlangsung dalam kehidupan manusia yang mencakup semua aspek kehidupan manusia secara menyeluruh. Sebagai sebuah proses, maka pendidikan pada dasarnya merupakan rangkaian aktivitas yang ter sistem yang berhubungan erat dengan sistem nilai kehidupan yang diwujudkan melalui aktivitas pendidikan. Pendidikan Islam yang saat ini ada dalam praktiknya belum sepenuhnya islami. Karena praktik pendidikan Islam belum dijiwai oleh nilai-nilai ajaran Islam. Banyak lembaga pendidikan Islam yang justru berlomba-lomba mengadopsi sistem barat, sementara sistem dan teori pendidikan Islam yang khas, mulai ditinggalkan. Problem pendidikan di dunia Islam tidak sekedar inferioritas di bawah bayang-bayang dominasi pendidikan Barat. Lebih jauh, pendidikan Islam seharusnya dapat menyelamatkan manusia (umat Islam) dari penindasan dan pencampakan sistem materialisme modern, paham hedonism, serta degradasi moral belum sepenuhnya berhasil menjalankan fungsi atau perannya. Oleh tokoh pendidikan Islam dan karenanya perlu mengkaji pemikiran para merevitalisasi pemikiran mereka ke konteks zaman kekinian. Ada banyak tokoh pendidikan Islam sejak zaman klasik sampai modern. pada kesempatan ini kami akan mengkaji salah satu tokoh pemikir pendidikan Islam Indonesia yaitu KH Abdul Halim.

Abdul Halim merupakan tokoh modern pembaharu pendidikan Islam di Indonesia yang pemikirannya berlandaskan konsep al‑Salam, yakni membimbing manusia mencapai keselamatan di dunia dan akhirat.Ia mengembangkan konsep Pondok Pesantren Kerja (Santi Asromo) yang menekankan kemandirian peserta didik, kemampuan mencari rizki halal, serta memberikan bantuan kepada masyarakat.Pendidikan yang dirumuskan oleh beliau bertujuan melahirkan “santri lucu, yakni santri yang mampu menguasai ilmu pengetahuan serta keterampilan praktis seperti pena dan cangkul.

Penelitian lapangan untuk menguji bagaimana penerapan konsep al‑Salam dalam kurikulum pesantren modern mempengaruhi perkembangan spiritual dan akademik santri. Studi komparatif antara Pondok Pesantren Kerja Santi Asromo dan pesantren tradisional lain dalam hal tingkat kemandirian ekonomi lulusan dapat memberikan gambaran efektivitas model kerja‑belajar. Analisis longitudinal terhadap alumni “santri lucu untuk menilai kontribusi mereka dalam bidang keagamaan, pertanian, dan industri kreatif selama dekade terakhir. Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam kepada guru dan pengurus Santi Asromo dapat mengidentifikasi hambatan struktural dalam pelaksanaan pendidikan ko‑kreatif. Eksperimen pendidikan yang mengintegrasikan teknologi informasi dalam proses pembelajaran al‑Salam dapat mengevaluasi peningkatan motivasi belajar. Survei persepsi masyarakat sekitar tentang dampak sosial ekonomi pesantren kerja dapat menilai penerimaan dan potensi kolaborasi. Pengembangan model evaluasi berbasis kompetensi untuk mengukur pencapaian “santri lucu dalam kemampuan menulis dan keterampilan pertanian. Studi kebijakan yang membandingkan dukungan pemerintah terhadap pesantren kerja versus institusi pendidikan formal dapat mengungkap peluang pembiayaan. Penelitian interdisipliner yang menyatukan perspektif pendidikan, ekonomi Islam, dan sosiologi dapat memperkaya teori al‑Salam dalam konteks kontemporer. Semua penelitian tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis untuk memperkuat peran pesantren kerja dalam pembangunan manusia Indonesia.

  1. #sistem pendidikan#sistem pendidikan
  2. #industri kreatif#industri kreatif
Read online
File size369.3 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-16n
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test