UNTAGUNTAG
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESINJURNAL KAJIAN TEKNIK MESINPemanggang ayam (rotisserie) merupakan alat yang digunakan untuk memasak atau memanggang ayam secara merata dengan sistem pemanasan berputar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis distribusi simulasi menggunakan perangkat lunak SolidWorks/flow simulation melalui Computational Fluid Dynamics (CFD). Perancangan alat pemanggang dilakukan dengan mempertimbangkan aspek distribusi temperatur, distribusi kecepatan udara, dan ketahanan material untuk memastikan hasil pemanggangan yang optimal. Ruang pemanggang yang dirancang memiliki dimensi 950 mm × 493 mm × 996 mm dengan ketebalan plat 2 mm dan menggunakan material Stainless Steel AISI 304 yang memiliki ketahanan terhadap panas dan korosi yang baik. Sumber panas utama berasal dari gas burner infrared yang dirancang untuk menghasilkan distribusi temperatur dan kecepatan udara panas yang merata. Simulasi CFD dilakukan dengan tiga variasi kecepatan aliran udara, yaitu 0.5 m/det, 1 m/det, dan 1.5 m/det. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kecepatan aliran udara 1.5 m/det menghasilkan distribusi temperatur lebih merata dengan suhu maksimum mendekati 175°C, serta mempercepat proses pemanggangan sambil mempertahankan kestabilan suhu.
Perancangan dan simulasi mesin pemanggang ayam berhasil dilakukan dengan ruang pemanggang berdimensi 950 mm × 493 mm × 996 mm menggunakan material Stainless Steel AISI 304.Simulasi CFD menunjukkan bahwa kecepatan aliran udara 1,5 m/det menghasilkan distribusi temperatur paling merata (mendekati 175°C) dan mempercepat proses pemanggangan.Kecepatan udara lebih tinggi meningkatkan stabilitas suhu dan efisiensi pemanggangan.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis pengaruh variasi suhu sumber panas terhadap kualitas rasa dan tekstur ayam panggang. Studi tentang efisiensi energi dengan desain geometri ruang pemanggang alternatif juga perlu dilakukan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki penggunaan material pengganti selain Stainless Steel AISI 304 untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi dan fluktuasi suhu ekstrem dalam jangka panjang.
| File size | 538.28 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Analisis ini menggunakan metode observasi. Hasil pengujian nilai kalor bahan bakar kulit kayu eucalyptus adalah 10.960,25 kKal/kg, nilai kalor bahan bakarAnalisis ini menggunakan metode observasi. Hasil pengujian nilai kalor bahan bakar kulit kayu eucalyptus adalah 10.960,25 kKal/kg, nilai kalor bahan bakar
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Pada penelitian ini, material yang digunakan adalah material komposit Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) yang direkatkan dengan material baja tahanPada penelitian ini, material yang digunakan adalah material komposit Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) yang direkatkan dengan material baja tahan
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Pantiaw adalah salah satu sajian tradisional yang terbuat dari tepung beras yang disajikan dengan gilingan daging ikan dan bahan lainnya. Rancangan alatPantiaw adalah salah satu sajian tradisional yang terbuat dari tepung beras yang disajikan dengan gilingan daging ikan dan bahan lainnya. Rancangan alat
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Untuk memperoleh kekasaran permukaan benda kerja yang minimal, Putaran spindle diatur sebesar 2866 rpm, kecepatan potong diatur sebesar 0,40 mm/put, kedalamanUntuk memperoleh kekasaran permukaan benda kerja yang minimal, Putaran spindle diatur sebesar 2866 rpm, kecepatan potong diatur sebesar 0,40 mm/put, kedalaman
PPIPPI Penelitian ini menemukan bahwa variabel isi (content) dan kemudahan penggunaan (ease of use) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna FacePenelitian ini menemukan bahwa variabel isi (content) dan kemudahan penggunaan (ease of use) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna Face
RISETILMIAHRISETILMIAH Metodologi ini tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi perilaku struktural, tetapi juga meminimalkan risiko overdesign dan kegagalan, berkontribusi padaMetodologi ini tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi perilaku struktural, tetapi juga meminimalkan risiko overdesign dan kegagalan, berkontribusi pada
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Kebijakan ini, yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019, meskipun menimbulkan kontra dari investor asing, bertujuan untuk memperkuatKebijakan ini, yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019, meskipun menimbulkan kontra dari investor asing, bertujuan untuk memperkuat
ITBITB Namun, sifat mekanik spesimen yang dicetak dengan FDM relatif rendah. Untuk mengatasi masalah ini, teknik pasca-pemrosesan seperti shot peening dapat digunakan.Namun, sifat mekanik spesimen yang dicetak dengan FDM relatif rendah. Untuk mengatasi masalah ini, teknik pasca-pemrosesan seperti shot peening dapat digunakan.
Useful /
UMJ PremiumUMJ Premium Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan linier signifikan terhadap prevalensi stunting yaitu tingkat kemiskinan (koefisienHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan linier signifikan terhadap prevalensi stunting yaitu tingkat kemiskinan (koefisien
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Data historis didapatkan dari produksi produk ARB selama 4 tahun dari tahun 2020 hingga tahun 2023 yang dilakukan pengolahan metode garis lurus pendekatanData historis didapatkan dari produksi produk ARB selama 4 tahun dari tahun 2020 hingga tahun 2023 yang dilakukan pengolahan metode garis lurus pendekatan
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Metode penelitian mencangkup tiga tahap utama: perancangan komponen menggunakan FUSION 360, manufaktur dengan teknologi cetak 3D Fused Deposition ModelingMetode penelitian mencangkup tiga tahap utama: perancangan komponen menggunakan FUSION 360, manufaktur dengan teknologi cetak 3D Fused Deposition Modeling
ITBITB Hasil penilaian menunjukkan bahwa jembatan standar Bina Marga memiliki risiko kegagalan sebesar 1,48 x 10^-4, yang lebih kecil daripada risiko kegagalanHasil penilaian menunjukkan bahwa jembatan standar Bina Marga memiliki risiko kegagalan sebesar 1,48 x 10^-4, yang lebih kecil daripada risiko kegagalan