STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP
Jurnal Teologi Berita HidupJurnal Teologi Berita HidupArtikel ini ditulis untuk mengkaji pendekatan hermeneutika Walter C. Kaiser, Jr., dalam kritiknya terhadap penggunaan analogi iman (analogia fidei) sebagai alat tafsir utama dalam teologi biblika. Kaiser memberi usulan analogia antecedents sebagai alternatif untuk menafsirkan Alkitab berdasarkan teks-teks yang telah diwahyukan sebelumnya secara kronologis. Tujuannya untuk menjaga maksud historis dan maksud sebenarnya (autoritatif) dari penulis aslinya. Penelitian dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dengan pendekatan analisis komparatif terhadap karya-karya utama Kaiser dan literatur hermeneutika dari tradisi Pentakostal. Melalui analisis komparatif, didapatkan hasil bahwa keduanya tetap berpegang pada otoritas Alkitab, namun keduanya menawarkan metodologi heuristik yang berbeda dalam menafsirkan teks, dimana yang satu menekankan struktur wahyu progresif, sementara yang lain memberi tempat pada pengalaman pneumatologis. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa kedua pendekatan ini memiliki kekuatan dan keterbatasan masing-masing, namun keduanya membuka peluang integrasi yang kaya antara kesetiaan pada teks dan kepekaan terhadap peran Roh Kudus dalam penafsiran Alkitab.
Penelitian ini menyoroti tiga hal penting dalam dialog antara Walter C.Dan hermeneutika Pentakostal, yaitu (1) Kaiser dengan prinsip analogia antecedents miliknya menjaga stabilitas makna teks melalui kronologi wahyu progresif, sehingga setiap bagian Alkitab dipahami dalam konteks historis dan maksud penulis aslinya.(2) Hermeneutika Pentakostal menekankan peran Roh Kudus yang terus menerangi teks dan memberi pengalaman iman yang hidup bagi komunitas, sehingga penafsiran tidak berhenti pada aspek kognitif (pemahaman intelektual), tetapi juga menyentuh aspek transformatif (perubahan hidup).(3) Integrasi keduanya membuka peluang lahirnya hermeneutika yang lebih utuh, di mana teks tetap diperlakukan dengan kesetiaan historis, namun pada saat yang sama Roh Kudus diberi ruang untuk menghadirkan makna yang relevan bagi gereja masa kini.Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya memperkaya khazanah akademik hermeneutik biblika, tetapi juga memberi kontribusi praktis bagi gereja untuk menghidupi firman Allah secara setia sekaligus transformatif.
Penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan hermeneutika yang lebih holistik. Oleh karena itu, salah satu arah penelitian lanjutan yang menarik adalah merancang sebuah kerangka kerja interpretatif baru yang secara eksplisit mengintegrasikan prinsip analogia antecedents Walter C. Kaiser dengan dinamika pneumatologis hermeneutika Pentakostal. Ini akan melibatkan pertanyaan tentang bagaimana penafsir dapat setia pada kronologi wahyu dan maksud historis-gramatikal teks, sambil tetap peka terhadap pencerahan Roh Kudus yang transformatif dan relevan untuk konteks kontemporer. Lebih lanjut, studi kasus komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis praktik penafsiran Alkitab di komunitas gereja dengan latar belakang teologi Reformed dan Pentakostal yang berbeda. Penelitian ini akan mengamati bagaimana jemaat secara konkret menerapkan prinsip-prinsip hermeneutika ini dalam khotbah, studi Alkitab, dan kehidupan rohani mereka, serta mengevaluasi dampak praktisnya terhadap pemahaman iman dan perubahan hidup. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi metode-metode baru yang dapat membantu tradisi Pentakostal dalam mengurangi potensi subjektivitas yang sering dikritik, tanpa menghilangkan dimensi pengalaman dan kehadiran Roh Kudus yang menjadi ciri khasnya. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah apakah ada mekanisme institusional atau panduan interpretatif yang dapat memperkuat akuntabilitas tekstual dalam penafsiran yang didorong pengalaman, misalnya melalui pengembangan alat bantu kritis yang sensitif terhadap spiritualitas atau model dialog inter-tradisi. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat berfokus pada inovasi metodologi dan evaluasi empiris untuk mewujudkan hermeneutika yang tidak hanya akademis tetapi juga hidup dan relevan bagi umat beriman.
| File size | 492.18 KB |
| Pages | 16 |
| Short Link | https://juris.id/p-1Da |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP Kedua, gambar Allah pada Kejadian 1:26 menunjukkan manusia diciptakan untuk menjadi wakil Allah, yaitu berkuasa atas ciptaan-Nya, berkuasa dalam arti menjalankanKedua, gambar Allah pada Kejadian 1:26 menunjukkan manusia diciptakan untuk menjadi wakil Allah, yaitu berkuasa atas ciptaan-Nya, berkuasa dalam arti menjalankan
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Dalam konteks masyarakat yang semakin pluralistik, Pendidikan Agama Kristen sering terjebak dalam dua ekstrem: eksklusivisme tertutup atau relativismeDalam konteks masyarakat yang semakin pluralistik, Pendidikan Agama Kristen sering terjebak dalam dua ekstrem: eksklusivisme tertutup atau relativisme
ASSALAMASSALAM Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 2 Aceh Tengah menerapkan strategi multidimensional dalam menanamkan nilai moderasi melalui desain kurikulum, keteladananHasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 2 Aceh Tengah menerapkan strategi multidimensional dalam menanamkan nilai moderasi melalui desain kurikulum, keteladanan
UIN MATARAMUIN MATARAM Metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik reduksi data, penyajianMetode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik reduksi data, penyajian
INDOPUBLISHINGINDOPUBLISHING Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, sesi bedah buku, dan praktik ritual keagamaan seperti tahlil, shalawat, dan istighotsah.Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, sesi bedah buku, dan praktik ritual keagamaan seperti tahlil, shalawat, dan istighotsah.
OJSOJS Implikasi dari penelitian ini mencakup pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi, penguatan kompetensi digital guru, dan optimalisasi peranImplikasi dari penelitian ini mencakup pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi, penguatan kompetensi digital guru, dan optimalisasi peran
OJSOJS Model, pendekatan, strategi, metode, teknik, dan taktik merupakan unsur penting dalam pembelajaran yang saling terkait namun berbeda dalam implementasinya.Model, pendekatan, strategi, metode, teknik, dan taktik merupakan unsur penting dalam pembelajaran yang saling terkait namun berbeda dalam implementasinya.
STTSIMPSONSTTSIMPSON Artikel ini menghadirkan paradigma DAMAI untuk mendorong moderasi beragama yang inklusif dan damai di Papua, sekaligus mengungkap tantangan terkait moderasiArtikel ini menghadirkan paradigma DAMAI untuk mendorong moderasi beragama yang inklusif dan damai di Papua, sekaligus mengungkap tantangan terkait moderasi
Useful /
STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP 7:28-29) menegaskan bahwa Yesus mengajar dengan otoritas ilahi. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, artikel ini menafsirkan kedua7:28-29) menegaskan bahwa Yesus mengajar dengan otoritas ilahi. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, artikel ini menafsirkan kedua
ASSALAMASSALAM Evaluasi yang meliputi asesmen formatif dan sumatif memberikan dasar perbaikan untuk proyek selanjutnya, meskipun terdapat kelemahan pada fase perencanaan.Evaluasi yang meliputi asesmen formatif dan sumatif memberikan dasar perbaikan untuk proyek selanjutnya, meskipun terdapat kelemahan pada fase perencanaan.
AHMAREDUCAHMAREDUC Oleh karena itu, diharapkan kegiatan pelatihan pada ibu dapat rutin dilakukan setiap tahun dalam upaya pencegahan terjadinya stunting dan memberikan informasiOleh karena itu, diharapkan kegiatan pelatihan pada ibu dapat rutin dilakukan setiap tahun dalam upaya pencegahan terjadinya stunting dan memberikan informasi
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maslahah dapat mengakomodasi dinamika sosial, menegaskan peran agama sebagai etika sosial, dan membuka ruangHasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maslahah dapat mengakomodasi dinamika sosial, menegaskan peran agama sebagai etika sosial, dan membuka ruang