IAINSORONGIAINSORONG

Tasamuh: Jurnal Studi IslamTasamuh: Jurnal Studi Islam

Penelitian ini membahas fenomena kritis tentang ketidakmampuan kepemimpinan yang timbul akibat penunjukan pejabat berdasarkan popularitas dan kedekatan pribadi, dengan mempelajari korespondensi Nabi Muhammad sebagai model sejarah dari seleksi meritokratik. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kriteria seleksi untuk duta, termasuk kompetensi bahasa, pengalaman lintas budaya, dan integritas, serta menilai bagaimana praktik nabi dapat menginformasikan reformasi perekrutan kontemporer. Metode kualitatif perpustakaan dengan pendekatan historis dan triangulasi sumber primer dan literatur sekunder digunakan. Analisis tematik manuskrip sirah dan laporan varian mengungkapkan pola seleksi yang menekankan kemampuan fungsional dan etos kerja sahabat. Temuan mengonfirmasi bahwa misi diplomatik yang berhasil bergantung pada sinergi kompetensi teknis dan karakter moral di antara duta. Rekomendasi termasuk menggabungkan mekanisme merit prosedural dengan program pengembangan karakter dan proses seleksi transparan untuk menekan patronase. Studi ini menawarkan panduan untuk audit seleksi, penerbitan kriteria, evaluasi berbasis bukti, dan pembangunan kapasitas lokal.

Studi ini menemukan bahwa praktik korespondensi Nabi mengungkapkan pola pemilihan delegasi yang mengarah pada kemampuan fungsional, terutama keterampilan bahasa dan pengalaman lintas budaya, yang meningkatkan efektivitas pengiriman pesan diplomatik dan dakwah.Selain bukti teknis ini, temuan mengonfirmasi bahwa kesuksesan misi sangat dipengaruhi oleh karakter, integritas, dan etos kerja duta, sehingga kompetensi formal tanpa dasar moral berisiko menurunkan kredibilitas dan hasil implementasi.Secara empiris, kombinasi keterampilan teknis dan kebajikan moral ini menjadi dasar legitimasi komunikasi lintas budaya dalam konteks historis yang dianalisis.Kontribusi utama studi ini adalah menyajikan kerangka analisis historis yang menghubungkan praktik seleksi nabi dengan diskursus meritokratik kontemporer, sehingga memberikan dasar empiris untuk merancang kebijakan perekrutan berbasis bukti.Metodologi triangulasi yang menggabungkan sumber primer, studi kepala, dan literatur administrasi publik memperkaya perspektif interdisipliner tentang bagaimana merit dapat diinternalisasi tanpa mengabaikan aspek etis.Untuk kebijakan praktis, studi ini merekomendasikan kombinasi mekanisme prosedural (transparansi seleksi, audit, kriteria kompetensi) dengan program pembangunan karakter dan indikator etika dalam evaluasi berkala sehingga penempatan berbasis merit benar-benar berkelanjutan.Untuk studi lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang berkaitan dengan profil kompetensi duta dengan hasil misi secara kuantitatif, serta penelitian tentang implementasi program pendidikan karakter yang dapat diukur dalam proses seleksi modern.Dengan demikian, studi ini membuka jalan untuk implementasi meritokrasi yang lebih holistik, menempatkan aktor yang mampu sambil memastikan tanggung jawab moral yang mendasari kinerja jangka panjang.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Melakukan studi komparatif yang menyelidiki hubungan antara profil kompetensi duta dengan hasil misi secara kuantitatif. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi pada kesuksesan misi diplomatik dan dakwah, serta memberikan pemahaman lebih mendalam tentang peran kompetensi dalam konteks korespondensi nabi.. . 2. Meneliti implementasi program pendidikan karakter yang dapat diukur dalam proses seleksi modern. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pendidikan karakter dapat memperkuat moralitas dan etos kerja individu, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan kinerja dan keberlanjutan organisasi. Studi ini juga dapat mengidentifikasi tantangan dan strategi terbaik untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses seleksi.. . 3. Mengembangkan penelitian tentang dampak jangka panjang dari praktik korespondensi nabi terhadap legitimasi komunikasi lintas budaya. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana nilai-nilai dan etika yang diwakili dalam korespondensi nabi mempengaruhi hubungan antarnegara dan masyarakat di masa kini. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi bagaimana praktik korespondensi nabi dapat menjadi model untuk diplomasi dan komunikasi lintas budaya yang efektif di era modern.

  1. Tirani Meritokrasi dan Reimajinasi Solidaritas: Sebuah Kajian Berdasarkan Perspektif Michael Sandel |... ejurnal.iftkledalero.ac.id/index.php/JLe/article/view/332Tirani Meritokrasi dan Reimajinasi Solidaritas Sebuah Kajian Berdasarkan Perspektif Michael Sandel ejurnal iftkledalero ac index php JLe article view 332
  2. Aligning Leaders and Organizations During Role Transitions: Addressing Issues of Competency, Role Identity,... doi.org/10.5539/ijbm.v18n2p1Aligning Leaders and Organizations During Role Transitions Addressing Issues of Competency Role Identity doi 10 5539 ijbm v18n2p1
  3. Patronage and Selection in Public Sector Organizations - American Economic Association. patronage selection... pubs.aeaweb.org/doi/10.1257/aer.20181491Patronage and Selection in Public Sector Organizations American Economic Association patronage selection pubs aeaweb doi 10 1257 aer 20181491
  4. Does belief in meritocracy increase with inequality? A reconsideration for European countries - Bartram... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1468-4446.13042Does belief in meritocracy increase with inequality A reconsideration for European countries Bartram onlinelibrary wiley doi 10 1111 1468 4446 13042
  1. #administrasi publik#administrasi publik
  2. #komunikasi lintas budaya#komunikasi lintas budaya
Read online
File size280.92 KB
Pages21
Short Linkhttps://juris.id/p-3mD
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test