STIK KENDALSTIK KENDAL

IstifkarIstifkar

Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan formal, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan nilai-nilai moral yang esensial bagi perkembangan individu. Salah satu elemen penting dalam pendidikan adalah hidden curriculum, yang mencakup nilai-nilai, sikap, dan norma yang tidak diajarkan secara eksplisit, tetapi diperoleh melalui pengalaman, interaksi sosial, dan lingkungan belajar. Elemen ini melengkapi kurikulum formal dengan fokus pada pengembangan sikap, keterampilan, dan karakter siswa secara holistik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menganalisis peran dan implementasi hidden curriculum dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidden curriculum berperan strategis dalam menyampaikan nilai-nilai seperti kedisiplinan, toleransi, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini ditanamkan melalui pola tindakan, interaksi sosial, dan keteladanan guru serta pengasuh, yang secara alami memengaruhi pembentukan kepribadian siswa. Pelaksanaannya terjadi dalam proses pembelajaran sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Meskipun demikian, terdapat hambatan dalam penerapan hidden curriculum, terutama kurangnya perhatian terhadap aspek afektif siswa akibat dominasi fokus pada aspek kognitif. Hal ini menyebabkan potensi hidden curriculum tidak dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan langkah konkret untuk mengintegrasikan hidden curriculum secara efektif dalam proses pendidikan. Dengan menyeimbangkan perhatian pada aspek kognitif dan afektif, hidden curriculum dapat menjadi elemen kunci dalam menciptakan pendidikan yang holistik, bermakna, dan berbasis nilai, yang mendukung pembentukan karakter siswa yang berintegritas.

Hidden curriculum merupakan bagian pendidikan yang tidak direncanakan secara formal namun berpengaruh signifikan dalam membentuk perilaku dan karakter siswa melalui interaksi, lingkungan belajar, dan keteladanan pendidik.Penerapannya sering terhambat karena kurangnya perhatian terhadap aspek afektif akibat dominasi fokus kognitif, sehingga potensinya tidak dimanfaatkan secara optimal.Diperlukan integrasi yang efektif antara kurikulum formal dan hidden curriculum untuk menciptakan pendidikan holistik yang seimbang dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Pertama, perlu dikaji bagaimana perbedaan latar belakang keluarga santri memengaruhi efektivitas hidden curriculum dalam menanamkan kedisiplinan, serta strategi apa yang paling sesuai untuk menyamakan pemahaman nilai antara pesantren dan keluarga. Kedua, perlu diteliti pengaruh model keteladanan hybrid—antara figur tradisional (kyai) dan pendekatan modern (guru profesional)—terhadap internalisasi nilai kedisiplinan pada generasi muda di pesantren salafiyah. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi digital sebagai media penyampaian hidden curriculum, misalnya melalui konten dakwah kreatif yang dibuat santri, untuk melihat bagaimana hal itu memperkuat nilai-nilai pesantren sekaligus meningkatkan kedisiplinan digital. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan artikel dengan memperdalam aspek kontekstual, sosial, dan teknologis yang mendukung adaptasi pendidikan pesantren di era modern. Pendekatan ini juga menjawab keterbatasan dalam artikel yang menyebutkan resistensi santri terhadap aturan ketat, dengan memberi ruang untuk solusi yang lebih inklusif dan relevan. Dengan menggabungkan pendekatan tradisional dan kontemporer, penelitian lanjutan dapat menghasilkan model pendidikan karakter yang lebih dinamis dan berkelanjutan. Studi semacam ini sangat penting untuk memastikan bahwa pesantren tidak hanya menjaga nilai-nilai luhur, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Penelitian juga bisa mengukur dampak jangka panjang dari hidden curriculum terhadap kesiapan santri berkontribusi di masyarakat. Integrasi pendekatan ini akan memperkaya pemahaman holistik mengenai pendidikan karakter di lingkungan pesantren.

  1. Eksplorasi dan pengembangan skala qana'ah dengan pendekatan spiritual indigenous | Jurnal Ilmiah... ejournal.umm.ac.id/index.php/jipt/article/view/7834Eksplorasi dan pengembangan skala qanaah dengan pendekatan spiritual indigenous Jurnal Ilmiah ejournal umm ac index php jipt article view 7834
  2. Pengaruh Hidden Curriculum Berbasis Pesantren Terhadap Pembentukan Akhlaqul Karimah Siswa di SMK Cordova... doi.org/10.21043/quality.v8i2.8169Pengaruh Hidden Curriculum Berbasis Pesantren Terhadap Pembentukan Akhlaqul Karimah Siswa di SMK Cordova doi 10 21043 quality v8i2 8169
  3. Transformation of Curriculum Development Based on Nationality-Oriented | Jurnal Ilmiah Peuradeun. curriculum... doi.org/10.26811/peuradeun.v8i1.380Transformation of Curriculum Development Based on Nationality Oriented Jurnal Ilmiah Peuradeun curriculum doi 10 26811 peuradeun v8i1 380
  4. Penerapan Kitab Ta'lim Muta'allim Sebagai Hidden Curriculum Dalam Pembentukan Nilai Religiusitas... ejurnal.politeknikpratama.ac.id/index.php/JUPENSI/article/view/3058Penerapan Kitab Talim Mutaallim Sebagai Hidden Curriculum Dalam Pembentukan Nilai Religiusitas ejurnal politeknikpratama ac index php JUPENSI article view 3058
  1. #hidden curriculum#hidden curriculum
  2. #nilai kedisiplinan#nilai kedisiplinan
Read online
File size525.36 KB
Pages29
Short Linkhttps://juris.id/p-3bm
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test