AREAIAREAI

Anggaran : Jurnal Publikasi Ekonomi dan AkuntansiAnggaran : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai perusahaan (firm value) dan tiga variabel kunci: kinerja lingkungan, struktur modal, dan kepemilikan manajemen. Penelitian ini berfokus pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga 2024. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana faktor-faktor internal dan eksternal ini berkontribusi dalam membentuk valuasi pasar dan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Menggunakan analisis regresi data panel dengan model efek tetap, penelitian ini memberikan bukti empiris berdasarkan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan perusahaan dan pengungkapan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal, yang diukur dengan proporsi utang terhadap ekuitas, memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, kinerja lingkungan dan proporsi saham yang dimiliki oleh manajemen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun utang yang berlebihan dapat mengikis kepercayaan investor dan mengurangi valuasi perusahaan, komitmen lingkungan yang kuat dan kepemilikan manajemen mendorong persepsi positif di mata para pemangku kepentingan, termasuk investor dan pelanggan. Secara teoritis, penelitian ini mendukung teori pemangku kepentingan dan agensi dengan menyoroti bagaimana tata kelola internal dan tanggung jawab etis berperan dalam kesuksesan perusahaan. Secara pragmatis, hasil penelitian ini menawarkan wawasan penting bagi perusahaan, terutama di pasar negara berkembang seperti Indonesia, untuk menyelaraskan strategi keberlanjutan dan kepemilikan dengan manajemen keuangan guna meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan didorong untuk mengoptimalkan struktur modal, memperkuat praktik pelaporan lingkungan, dan mendorong kepemilikan manajemen sebagai cara untuk menyelaraskan kepentingan dan meningkatkan kinerja jangka panjang. Secara keseluruhan, studi ini berkontribusi pada literatur tentang tata kelola perusahaan.

Kinerja lingkungan dan kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dalam studi ini, kemungkinan karena prioritas investor pada metrik keuangan jangka pendek dan persentase saham manajer yang tidak proporsional.Sebaliknya, struktur modal yang proporsional terbukti berpengaruh positif karena mendorong manajemen untuk mengelola keuangan secara efektif dan mengirimkan sinyal positif kepada investor.Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun aspek lingkungan dan kepemilikan penting, dalam konteks penelitian ini, dampaknya belum cukup kuat untuk memengaruhi nilai perusahaan secara signifikan, sementara pengelolaan utang tetap krusial.

Penelitian selanjutnya dapat memperkaya pemahaman kita dengan menggali lebih dalam aspek-aspek yang belum terungkap signifikan dalam studi ini. Pertama, mengingat temuan bahwa kinerja lingkungan tidak berdampak signifikan terhadap nilai perusahaan, menjadi penting untuk menyelidiki faktor-faktor moderasi atau mediasi yang mungkin mempengaruhi hubungan ini. Misalnya, apakah tingkat kesadaran investor terhadap isu keberlanjutan di Indonesia, atau kualitas dan transparansi pelaporan keberlanjutan perusahaan yang lebih mendalam (bukan hanya penilaian PROPER), dapat memperkuat dampak positif kinerja lingkungan terhadap persepsi pasar dan nilai perusahaan? Studi komparatif antara perusahaan dengan tingkat pengungkapan keberlanjutan yang tinggi versus rendah dapat memberikan wawasan berharga. Kedua, sehubungan dengan hasil bahwa kepemilikan manajerial tidak signifikan, penelitian di masa depan bisa fokus pada penentuan ambang batas atau persentase kepemilikan saham manajerial yang ideal agar benar-benar dapat menyelaraskan kepentingan dan memotivasi peningkatan nilai perusahaan. Apakah ada level minimum kepemilikan yang diperlukan agar manajer termotivasi secara ekonomi untuk memaksimalkan nilai perusahaan, atau apakah mekanisme tata kelola internal lainnya, seperti komposisi dewan direksi atau sistem insentif berbasis kinerja, memainkan peran yang lebih dominan dalam konteks Indonesia? Ketiga, mengingat konteks sektor energi yang rentan terhadap isu lingkungan dan tata kelola, sebuah studi dapat mengeksplorasi bagaimana kejadian-kejadian negatif spesifik, seperti skandal pencemaran lingkungan atau kasus korupsi, secara langsung memengaruhi nilai perusahaan dan apakah kinerja lingkungan atau struktur modal yang kuat dapat bertindak sebagai penyangga atau mempercepat pemulihan nilai. Penelitian ini juga bisa diperluas ke sektor lain atau dengan jangka waktu yang lebih panjang untuk melihat konsistensi temuan dan generalisasi model.

  1. Pengaruh Kinerja Lingkungan, Struktur Modal, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan pada... journal.areai.or.id/index.php/anggaran/article/view/1747Pengaruh Kinerja Lingkungan Struktur Modal dan Kepemilikan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan pada journal areai index php anggaran article view 1747
Read online
File size365.93 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test