STAIMASWONOGIRISTAIMASWONOGIRI

Jurnal Al BasirahJurnal Al Basirah

Produksi sampah menjadi isu sentral karena dampaknya yang multidimensi menyebabkan krisis iklim dan lingkungan, penyebaran penyakit, juga banjir. Terutama pada kategori “sampah tak terkelola yang menjadi timbunan baik dari skala daerah maupun nasional. Oleh karena itu, inisiasi gerakan (movement) serta pengabdian ini secara spesifik bertujuan untuk melakukan pendampingan di Desa Mojomulyo menuju Lingkungan Mojomulyo Bebas Sampah (Limo Asah) sebagai pijakan awal pemulihan masalah sampah global. Pendekatan yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) dengan lima tahapan: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Hasil pengabdian adalah menginisiasi “Edu-waste Movement yang direpresentasikan dalam tiga program: (1) Penyuluhan Lingkungan Bersih bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, (2) Pendampingan serta Penerapan Penggunaan Food Container dan Tumbler di Madrasah Ibtidaiah (MI) Darul Muqoddas, dan (3) Olah guna barang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mojomulyo. Ketiganya berbasis pada komunitas pendidikan sebagai bentuk Edu-waste menuju Limo Asah.

Pengabdian masyarakat ini berhasil menginisiasi gerakan “Edu-waste Movement yang berfokus pada komunitas pendidikan di Desa Mojomulyo.Gerakan ini diwujudkan melalui tiga program utama, yaitu penyuluhan lingkungan, penerapan penggunaan food container dan tumbler di MI Darul Muqoddas, serta pemanfaatan sampah di SDN Mojomulyo.Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan berkontribusi pada upaya mewujudkan lingkungan Mojomulyo yang bebas sampah (Limo Asah).

Berdasarkan hasil pengabdian ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang dari Edu-waste Movement terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan desa-desa lain yang menerapkan program serupa untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang mungkin dihadapi. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi potensi pengembangan model bisnis daur ulang sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan menciptakan nilai ekonomi bagi desa Mojomulyo, sehingga program ini tidak hanya berkelanjutan secara lingkungan tetapi juga secara ekonomi. Dengan demikian, upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat dapat terus ditingkatkan dan menjadi contoh bagi daerah lain.

  1. Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Berbasis Masyarakat | Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks.... journal.umy.ac.id/index.php/berdikari/article/view/5282Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Berbasis Masyarakat Berdikari Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks journal umy ac index php berdikari article view 5282
Read online
File size375.93 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test