UACUAC

Nazhruna: Jurnal Pendidikan IslamNazhruna: Jurnal Pendidikan Islam

Pendidikan saat ini semakin mengarahkan siswa ke arah semangat untuk berkompetisi. Pendidikan model kompetisi dapat menumpulkan kecerdasan emosional dan spiritual sehingga menghambat tumbuhnya sifat-sifat emosional dan afektif dalam kepribadian siswa. Oleh karena itu, dimensi tasawuf dalam pendidikan dapat berfungsi sebagai alternatif untuk membendung disrupsi dan problematika pendidikan milenial. Penelitian ini menggunakan jenis studi multi kasus pada Perguruan Tinggi di Jawa Timur, Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dimensi Tasawuf dalam kurikulum berfungsi sebagai media untuk mengolah aspek spiritual mahasiswa untuk mengimbangi hegemoni aspek rasionalitas. Fakta yang paling unik tasawuf di Universitas Darul Ulum (UNDAR) Jombang yang adalah pengajaran mengedepankan pengajaran mata kuliah Trisula dengan tiga pilarnya; konsep pesantren, tarekat sufi, dan kampus. Nilai-nilai tasawuf diajarkan di semua program studi dan diinternalisasikan secara praktis melalui ritual tarekat sufi dalam program kegiatan kampus yang terstruktur. Pada saat yang sama, keunikan pengajaran tasawuf di enam perguruan tinggi lainnya menekankan pada basis klaster di bidang ilmu pengetahuan. Penelitian ini berargumen bahwa penyuntikan nilai-nilai tasawuf ke dalam struktur kurikulum pendidikan tinggi merupakan hal yang utama.

Dimensi tasawuf dalam pendidikan agama Islam di tujuh universitas di Jawa Timur menunjukkan keunikan masing-masing.Universitas Muhammadiyah Surabaya mengajarkan nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan berdasarkan tauhid serta konsep penyesalan, wara, syuhud, sabar dan tawakkal dalam tiga pertemuan tatap muka.Di sisi lain, Universitas Airlangga mengajarkan konsep hidup bahagia dan hubungan kepercayaan, Islam, dan ihsan dalam dua pertemuan tatap muka, sementara Universitas Darul Ulum Jombang menempatkan kursus Trisula yang mengintegrasikan pesantren, tarekat sufi, dan kehidupan kampus.

Ruang penelitian lanjutan dapat membandingkan efektivitas kurikulum tasawuf dengan kurikulum tradisional melalui evaluasi hasil belajar dan karakter mahasiswa, sehingga dapat diukur dampak praktisnya. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti perubahan nilai dan perilaku mahasiswa sepanjang masa studi di lingkungan perguruan tinggi yang mengimplementasikan tasawuf, sehingga terverifikasi dampak jangka panjang. Terakhir, proyek kolaboratif lintas lembaga dapat mengembangkan modul tasawuf berbasis digital sehingga meningkatkan partisipasi mahasiswa yang lebih muda dan memperluas cakupan kurikulum tasawuf di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. The Development Model of Human Resources at Islamic Universities in Aceh | Jurnal Ilmiah Peuradeun. development... journal.scadindependent.org/index.php/jipeuradeun/article/view/450The Development Model of Human Resources at Islamic Universities in Aceh Jurnal Ilmiah Peuradeun development journal scadindependent index php jipeuradeun article view 450
  2. Manfaat dan Kesehatan - IAIN PWT. manfaat kesehatan iain menu featured alya ketahui leci solusi sehat... doi.org/10.24090/jk.v7i2.3517Manfaat dan Kesehatan IAIN PWT manfaat kesehatan iain menu featured alya ketahui leci solusi sehat doi 10 24090 jk v7i2 3517
  3. Settlement of Islamic Sharia Violations in the Perspective of Teungku Dayah and Local Wisdom Values on... journal.scadindependent.org/index.php/jipeuradeun/article/view/995Settlement of Islamic Sharia Violations in the Perspective of Teungku Dayah and Local Wisdom Values on journal scadindependent index php jipeuradeun article view 995
  4. Dimensions of Sufism Within The Islamic Religious Education Curriculum in Higher Education | Nazhruna:... doi.org/10.31538/nzh.v7i1.4525Dimensions of Sufism Within The Islamic Religious Education Curriculum in Higher Education Nazhruna doi 10 31538 nzh v7i1 4525
Read online
File size474.38 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test