JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Indonesia menempati urutan ke 37 di dunia untuk kasus pernikahan dini, dan urutan kedua di ASEAN. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan di bawah usia 18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan promosi kesehatan, media massa, dan motivasi diri terhadap perilaku pernikahan dini di desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor Tahun 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan data primer. Penelitian ini menggunakan cross sectional dengan tekhnik pengambilan sample total sampling. Populasi sample penelitian ini adalah wanita yang sudah menikah pada bulan Desember 2020- Januari 2021 yaitu sebanyak 55 responden. Analisa menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi square). Penelitian diperoleh bahwa dari 55 responden yang melakukan perilaku pernikahan dini adalah 29 (52,7%) orang dan yang tidak melakukan perilaku pernikahan dini adalah 26 orang (47,3%). Hasil uji chi square 3 variabel mempuyai hubungan yang bermakna yaitu promosi kesehatan (p value = 0,000) OR = 10,4 sedangkan media massa (p value = 0,002) OR = 6,5 dan motivasi diri (p value = 0,000) OR = 0,09. Dapat ditarik simpulan bahwa terdapat hubungan antara promosi kesehatan, media massa dan motivasi diri terhadap perilaku pernikahan dini.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan antara promosi kesehatan, media massa, dan motivasi diri dengan perilaku pernikahan dini.Dengan demikian, diperlukan upaya peningkatan promosi kesehatan, pengawasan terhadap paparan media massa, dan peningkatan motivasi diri untuk menunda pernikahan dini di kalangan masyarakat desa Waringin Jaya.Upaya ini diharapkan dapat mengurangi angka pernikahan dini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memahami lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pernikahan dini. Pertama, penelitian kuantitatif dengan pendekatan longitudinal dapat dilakukan untuk mengetahui hubungan kausal antara paparan media massa dengan perubahan perilaku pernikahan dini dari waktu ke waktu. Kedua, penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam motivasi dan alasan individu dalam memutuskan untuk menikah dini, serta peran norma sosial dan budaya dalam memengaruhi keputusan tersebut. Ketiga, penelitian mixed methods yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pernikahan dini, serta mengidentifikasi interaksi antara faktor-faktor tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan bagi pembuat kebijakan dan praktisi di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Read online
File size325.72 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test