POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI
Jurnal INOVATORJurnal INOVATORPengolahan kopi kering merupakan metode pascapanen yang banyak digunakan kelompok tani karena hemat biaya dan tidak memerlukan air besar. Tahap pengupasan kulit tanduk menjadi bagian paling kritis karena menentukan mutu fisik green bean, rendemen, dan nilai jual. Namun, banyak kelompok tani masih memakai mesin huller berkapasitas rendah atau motor yang tidak sesuai kebutuhan daya sehingga menyebabkan kerusakan biji, konsumsi energi tinggi, dan umur pakai mesin pendek. Penelitian ini menganalisis kebutuhan daya pada mesin pengupas kopi kering kapasitas 360 kg/jam sebagai dasar pemilihan motor dan komponen transmisi. Metodologi meliputi pengukuran karakteristik fisik biji, perhitungan gaya gesek dan tumbukan, perancangan transmisi sabuk–puli, serta analisis efisiensi mekanis untuk menentukan daya real. Hasil menunjukkan kebutuhan daya hanya sekitar 1.1 kW setelah memperhitungkan efisiensi transmisi 82% dan faktor cadangan 1.4. Mesin mencapai efisiensi pengupasan 93–96% dengan kadar biji pecah <8% pada putaran 800–900 rpm. Kapasitas 360 kg/jam dianggap ideal bagi kelompok tani karena mempercepat proses, mengurangi antrian, dan menjaga mutu. Motor bensin 1.5–2 HP dinilai paling sesuai. Penelitian ini memberi dasar teknis bagi pengembangan mesin huller berkapasitas menengah di Indonesia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa perancangan dan analisis daya pada mesin pengupas kulit kopi kering kapasitas 360 kg/jam menghasilkan performa mekanis yang sesuai untuk kebutuhan kelompok tani skala kecil hingga menengah.Berdasarkan hasil perhitungan, kebutuhan daya aktual mesin berada pada kisaran 1.5–2 HP sudah memadai untuk menggerakkan sistem pengupasan.Hasil pengujian menunjukkan kapasitas kerja mendekati 360 kg/jam dengan efisiensi pengupasan 93–96% dan persentase biji pecah kurang dari 8%.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas mesin pengupas kopi kering. Pertama, perlu dilakukan optimasi desain transmisi sabuk-puli dengan menguji berbagai konfigurasi puli dan material sabuk untuk mencapai efisiensi transmisi yang lebih tinggi, bahkan hingga mendekati 90%. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengaruh variasi kadar air biji kopi terhadap performa mesin, termasuk efisiensi pengupasan, tingkat kerusakan biji, dan kebutuhan daya. Hal ini penting karena kadar air biji kopi dapat bervariasi tergantung pada kondisi cuaca dan metode pengeringan. Ketiga, studi komparatif perlu dilakukan dengan membandingkan performa mesin pengupas kopi kering yang dirancang dengan mesin komersial yang tersedia di pasaran, untuk mengidentifikasi keunggulan dan kekurangan masing-masing mesin serta memberikan rekomendasi perbaikan yang lebih spesifik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi pengolahan kopi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi petani kopi di Indonesia.
| File size | 324.24 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Enam puluh relawan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi, yang menerima metode _teach-back_, dan kelompok kontrol, yang menerima pelatihan berbasisEnam puluh relawan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi, yang menerima metode _teach-back_, dan kelompok kontrol, yang menerima pelatihan berbasis
IAESCOREIAESCORE Temuan ini menunjukkan potensi teknik optimasi canggih dalam meningkatkan kinerja ekonomi dan operasional sistem energi terbarukan hibrida, menjadikannyaTemuan ini menunjukkan potensi teknik optimasi canggih dalam meningkatkan kinerja ekonomi dan operasional sistem energi terbarukan hibrida, menjadikannya
IAESCOREIAESCORE Makalah ini mengusulkan metode pendinginan pasif yang mengintegrasikan heat sink aluminium di bawah sel surya. Perangkat sederhana dan hemat biaya iniMakalah ini mengusulkan metode pendinginan pasif yang mengintegrasikan heat sink aluminium di bawah sel surya. Perangkat sederhana dan hemat biaya ini
IAESCOREIAESCORE The study reveals that incorporating copper layers with thicknesses of 1 and 2 mm into the heat sink base reduces the operating temperature of the PV panelThe study reveals that incorporating copper layers with thicknesses of 1 and 2 mm into the heat sink base reduces the operating temperature of the PV panel
IAESCOREIAESCORE The aim is to determine the optimal orientation for maximizing output power generation, temperature module, and understanding the bifaciality factor throughThe aim is to determine the optimal orientation for maximizing output power generation, temperature module, and understanding the bifaciality factor through
DINUSDINUS Kejelassan dalam menyajikan data agar mudah direproduksi menjadi media promosi brosur, dengan didukung literatur perancangan media serupa terdahulu. BrosurKejelassan dalam menyajikan data agar mudah direproduksi menjadi media promosi brosur, dengan didukung literatur perancangan media serupa terdahulu. Brosur
UNIMALUNIMAL Adapun metodologi penelitian ini adalah membuat model steady state Three Phase Separator, kemudian mengubah model steady state menjadi model dynamic, laluAdapun metodologi penelitian ini adalah membuat model steady state Three Phase Separator, kemudian mengubah model steady state menjadi model dynamic, lalu
UnwahasUnwahas Nilai rata-rata kelas pada pra tindakan yaitu 68,77 pada siklus I meningkat menjadi 76,38. Dan hasil penilaian siklus II menunjukan adanya peningkatanNilai rata-rata kelas pada pra tindakan yaitu 68,77 pada siklus I meningkat menjadi 76,38. Dan hasil penilaian siklus II menunjukan adanya peningkatan
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Fokus penelitian diarahkan pada cara mereka menerima kerja sama, bentuk kesepakatan yang terjadi, dan bagaimana pembayaran diatur. Metode penelitian yangFokus penelitian diarahkan pada cara mereka menerima kerja sama, bentuk kesepakatan yang terjadi, dan bagaimana pembayaran diatur. Metode penelitian yang
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Hypertension increases the chance of significant, frequently asymptomatic consequences. Hypertension is rising in Indonesia due to age, obesity, and familyHypertension increases the chance of significant, frequently asymptomatic consequences. Hypertension is rising in Indonesia due to age, obesity, and family
QAUMIYYAHQAUMIYYAH Bertolak dari deskripsi beberapa postulat pemikiran di atas, maka dapatlah ditekankan beberapa kesimpulan sebagai berikut. 1) Konsep ijtihad yang sangatBertolak dari deskripsi beberapa postulat pemikiran di atas, maka dapatlah ditekankan beberapa kesimpulan sebagai berikut. 1) Konsep ijtihad yang sangat
QAUMIYYAHQAUMIYYAH Penggunaan media sosial juga memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan, memberikan kemudahan dalam berkomunikasi jarak jauhPenggunaan media sosial juga memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan, memberikan kemudahan dalam berkomunikasi jarak jauh