UNIKOMUNIKOM

Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika TerapanTelekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan

Susu merupakan bahan makanan yang mudah rusak, untuk memperpanjang ketahanan susu dapat dilakukan teknik pemanasan yang disebut dengan pasteurisasi. Proses pasteurisasi tersebut bertujuan untuk membunuh bakteri patogen yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan meminimalkan perkembangan mikroorganisme pembusuk lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pasteurisasi susu yang mampu mengatur suhu secara stabil pada proses pasteurisasi susu metode High Temperature Short Time (HTST) menggunakan logika fuzzy tipe-1 dan logika fuzzy tipe-2. Logika fuzzy tipe-2 merupakan pengembangan lebih lanjut dari logika fuzzy tipe-1, dengan adanya tambahan dimensi dari fungsi keanggotaannya, memungkinkan sistem logika fuzzy tipe-2 dapat merepresentasikan himpunan fuzzy yang lebih fleksibel dan dapat merepresentasikan ketidakpastian lebih baik daripada logika fuzzy tipe-1. Dua pengujian dilakukan untuk membandingkan performansi kedua sistem tersebut yaitu pada kondisi tanpa adanya gangguan (noise) dan kondisi dengan adanya gangguan. Hasilnya menunjukkan bahwa pada pengujian tanpa adanya gangguan, logika fuzzy tipe-2 unggul dalam hal maximum overshoot, sedangkan logika fuzzy tipe-1 unggul dalam rise time. Namun, dalam pengujian dengan adanya gangguan, logika fuzzy tipe-2 lebih baik dalam mencapai rise time dan settling time, serta mampu menjaga suhu tetap maupun mendekati setpoint lebih lama dibandingkan dengan logika fuzzy tipe-1. Penelitian ini menunjukkan bahwa logika fuzzy tipe-1 dan tipe-2 dapat diterapkan pada sistem pasteurisasi susu berbasis mikrokontroler dan dapat mengatur kestabilan suhu pada proses pasteurisasi susu metode HTST. Serta menunjukkan bahwa logika fuzzy tipe-2 menghasilkan performansi lebih baik daripada logika fuzzy tipe-1.

Sistem logika fuzzy tipe-1 dan logika fuzzy tipe-2 telah berhasil dirancang dan diterapkan ke dalam sistem pasteurisasi susu dan dapat mengatur kestabilan suhu pada proses pasteurisasi susu metode HTST, sehingga suhu tetap pada nilai 72ᵒC.Pada pengujian tanpa diberi gangguan (noise), logika fuzzy tipe-2 unggul dalam hal maximum overshoot yang dicapai yaitu bernilai 0.875, sedangkan logika fuzzy tipe-1 unggul dalam hal rise time dengan waktu selama 729 detik.Pada pengujian kedua dengan adanya gangguan (noise), logika fuzzy tipe-2 lebih baik dalam mencapai rise time dengan waktu 693.6 detik dan settling time selama 34.8 detik, serta mampu menjaga suhu tetap maupun mendekati setpoint lebih lama dibandingkan dengan fuzzy logic type- 1 ketika dihadapi dengan adanya gangguan (noise) pada lingkungan yang sedang diuji.

Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah yang dapat dieksplorasi guna menyempurnakan sistem pasteurisasi susu berbasis mikrokontroler ini. Pertama, meskipun penelitian ini telah membandingkan performa logika fuzzy tipe-1 dan tipe-2 dalam kondisi tanpa gangguan dan dengan gangguan sederhana, studi di masa depan dapat memperluas jenis gangguan yang diuji. Misalnya, dengan mensimulasikan fluktuasi volume susu, perubahan suhu lingkungan yang drastis, atau variasi kualitas bahan baku, untuk menguji ketahanan dan adaptasi kedua sistem kontrol ini secara lebih komprehensif. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah, Seberapa efektif sistem logika fuzzy tipe-2 dalam menjaga kestabilan suhu ketika dihadapkan pada skenario gangguan lingkungan yang dinamis dan tidak terduga di lingkungan produksi yang sebenarnya? Kedua, sistem saat ini berfokus pada pengaturan suhu untuk proses pasteurisasi. Namun, efektivitas pasteurisasi yang sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh suhu tetapi juga oleh dampak pada kualitas akhir produk susu. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat mengintegrasikan sensor tambahan untuk memantau parameter kualitas susu secara real-time, seperti tingkat pH, viskositas, atau bahkan indikator awal pertumbuhan mikroba. Dengan demikian, sistem kontrol dapat dikembangkan untuk mengoptimalkan tidak hanya suhu, tetapi juga parameter kualitas, menghasilkan susu pasteurisasi dengan stabilitas yang lebih baik dan nutrisi yang terjaga optimal. Ketiga, melihat potensi pengembangan algoritma kontrol, akan sangat menarik untuk membandingkan performa logika fuzzy tipe-1 dan tipe-2 dengan metode kontrol cerdas lainnya. Misalnya, menerapkan kontrol prediktif model (MPC), kontrol adaptif, atau bahkan sistem hybrid yang menggabungkan logika fuzzy dengan jaringan saraf tiruan (neuro-fuzzy). Penelitian ini dapat mengevaluasi mana dari pendekatan tersebut yang paling efisien dalam hal konsumsi energi, kecepatan respon, dan akurasi pengaturan suhu, sekaligus mampu mengatasi ketidakpastian secara lebih efektif dalam berbagai kondisi operasional. Dengan menggali metode kontrol alternatif, kita dapat menemukan solusi yang lebih tangguh dan efisien untuk industri pengolahan susu.

Read online
File size894.93 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test