POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI

Jurnal INOVATORJurnal INOVATOR

Pemanfaatan limbah pisang busuk sebagai bahan baku pembuatan bioetanol merupakan upaya strategis untuk mendukung pengembangan energi terbarukan serta pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi waktu hidrolisis terhadap kadar glukosa dan hasil bioetanol yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan menggunakan asam sulfat (H₂SO₄) 2 N pada suhu 80°C dengan variasi waktu 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Cairan hasil hidrolisis kemudian difermentasi selama tujuh hari menggunakan Saccharomyces cerevisiae, dilanjutkan dengan proses distilasi dua tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu hidrolisis berpengaruh nyata terhadap kadar glukosa dan volume bioetanol yang dihasilkan. Kadar glukosa meningkat dari 24,97% pada waktu 40 menit menjadi 41,80% pada waktu 120 menit dengan hasil tertinggi (yield) sebesar 74,76%. Volume bioetanol tertinggi sebesar 650 mL dengan kadar etanol 83% diperoleh pada waktu hidrolisis 120 menit. Parameter fisik seperti indeks bias dan densitas juga menunjukkan peningkatan kualitas bioetanol. Dengan demikian, limbah pisang busuk berpotensi besar sebagai bahan baku alternatif untuk produksi bioetanol dengan kondisi optimum pada waktu hidrolisis 120 menit, suhu 80°C, dan konsentrasi H₂SO₄ 2 N.

Variasi waktu hidrolisis memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar glukosa.Semakin lama waktu hidrolisis, semakin tinggi kadar glukosa yang dihasilkan, dengan nilai tertinggi mencapai 41,80 % kadar glukosa pada 120 menit.Persentase yield glukosa dari pati menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya waktu hidrolisis, dimulai dari 40,75% pada 40 menit hingga mencapai 74,76% pada 120 menit, menunjukkan efektivitas konversi pati menjadi glukosa.Kondisi optimum dalam penelitian ini diperoleh pada waktu hidrolisis 120 menit, dengan konsentrasi asam sulfat 2 N dan suhu 80°C.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan optimasi lebih lanjut pada proses hidrolisis dan fermentasi agar lebih efisien dalam hal energi, biaya, dan kualitas hasil. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pemanfaatan limbah biomassa lainnya sebagai bahan baku alternatif untuk produksi bioetanol, serta mengeksplorasi potensi penggunaan katalis alternatif selain asam sulfat untuk proses hidrolisis. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan energi terbarukan dan pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan.

  1. ANALISIS UJI KARAKTERISTIK BIOETANOL DARI PISANG HUTAN TERHADAP VARIASI MASSA RAGI | Jurnal Kumparan... ejournal.unib.ac.id/index.php/kumparan_fisika/article/view/18731ANALISIS UJI KARAKTERISTIK BIOETANOL DARI PISANG HUTAN TERHADAP VARIASI MASSA RAGI Jurnal Kumparan ejournal unib ac index php kumparan fisika article view 18731
  2. Optimization of Bioethanol Synthesis from Durian Seeds Using Saccharomyces Cerevisiae in Fermentation... journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jbat/article/view/23574Optimization of Bioethanol Synthesis from Durian Seeds Using Saccharomyces Cerevisiae in Fermentation journal unnes ac nju index php jbat article view 23574
Read online
File size559.28 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test