UNHIUNHI

Widya KesehatanWidya Kesehatan

Infus intravena diberikan kepada pasien karena komposisi tubuh, kadar air, dan elektrolit perlu seimbang untuk mempertahankan volume cairan yang konstan dan stabil. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan gagal ginjal, syok, dan kematian. Darah di jalur infus membentuk bekuan darah (blood cloth). Hal ini dapat mempengaruhi kelancaran aliran cairan jika tidak segera ditangani. Alat pemantauan infus ini bertujuan agar dapat meminimalkan masalah yang diakibatkan oleh kelalaian perawat pada pasien. Menggunakan metode eksperimen dengan pengembangan atau research and development (R&D). Adapun hasil Pengukuran dengan sensor berat yaitu saat berat mencapai 10 mg, alarm akan dipicu dan ditampilkan di Liquid Crystal Display (LCD). Saat mengukur tetesan infus, toleransi tetesan untuk menyalakan alarm berkisar dari -3 tetes per menit hingga 3 tetes per menit. Ketika infus dalam keadaan ini, alarm akan berbunyi. Saat mengukur darah yang naik, alarm peringatan dengan tampilan LED diaktifkan ketika layar LCD menunjukkan BAHAYA: DARAH NAIK. Hasil baca sensor 100% berhasil mendeteksi habisnya infus, meghitung tetesan infus serta adanya darah naik pada selang infus.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sesuai topik dan tujuan penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut.Rancangan alat monitoring infus berbasis arduino yang digunakan untuk memantau berat infus, tetesan infus serta adanya darah naik secara otomatis dengan indikator tampilan LCD20x4, bunyi alarm dan lampu LED menyala sebagai tanda.Hasil baca pada sensor berat saat infus dipasang didapatkan hasil, pada berat infus telah mencapai batas 10mg maka akan terdapat tampilan pada LCD dan bunyi alarm.Pada hasil uji kebenaran tetesan infus yang dimana toleransi tetesan pada rentang -3 tetesan permenit dan 3 tetesan permenit.Pada percobaan 11, 12, 14, 15, dan 16 terdapat keadaan diamana toleransi tetesan lebih atau sama dengan -3 tetesan permenit.Sehingga akan menyalakan alarm untuk memberi informasi kepada perawat bahwa infus tersumbat.Pada hasil uji adanya darah naik pada infus, dilakukan pengujian masing-masing 5x pada Cairan Infus NaCl 0,9% dan darah.Saat sensor mendeteksi adanya darah pada selang infus,maka LCD akan menampilkan informasi BAHAYA.Sehingga lampu LED akan menyala dan alarm akan berbunyi sebagai penanda adanya darah naik pada selang infus.Hasil baca sensor 100% berhasil mendeteksi habisnya infus, meghitung tetesan infus serta adanya darah naik pada selang infus.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Pengembangan sistem notifikasi kepada perawat melalui SMS atau notifikasi Telegram untuk memantau infus monitor pada setiap kamar pasien. 2. Penambahan pendeteksi detak jantung dan SpO2 pada alat pemantauan infus untuk memantau kondisi pasien secara lebih komprehensif. 3. Penelitian lebih lanjut dapat fokus pada pengembangan algoritma pendeteksi darah naik yang lebih akurat dan sensitif, serta mengintegrasikan teknologi IoT untuk memudahkan pemantauan jarak jauh.

  1. Implementasi Microcontroller Arduino Dalam Rancang Bangun Pendeteksi Naiknya Darah Pada Selang Infus... doi.org/10.31602/tji.v13i1.5891Implementasi Microcontroller Arduino Dalam Rancang Bangun Pendeteksi Naiknya Darah Pada Selang Infus doi 10 31602 tji v13i1 5891
Read online
File size780.4 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test