WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Akuntansi Dan Keuangan West ScienceJurnal Akuntansi Dan Keuangan West Science

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan jumlah penghuni kamar di sektor perhotelan Indonesia selama periode 2020 hingga 2025 dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), metode yang digunakan yaitu kualitatif. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh hotel berbintang di 38 provinsi Indonesia, sedangkan sampel difokuskan pada hotel berbintang yang berada di wilayah Jawa dan Bali, yang datanya tercatat secara konsisten dalam publikasi statistik BPS selama periode tersebut. Analisis difokuskan pada identifikasi tren perubahan tingkat hunian kamar serta faktor-faktor yang memengaruhinya, seperti urbanisasi, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi nasional. Penelitian ini juga mengevaluasi dampak kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2025, termasuk pemangkasan belanja negara sebesar Rp306,69 triliun. Pemangkasan ini mencakup pengurangan anggaran pada sektor perjalanan dinas, pengadaan barang dan jasa, serta belanja operasional, yang diperkirakan berdampak langsung terhadap industri perhotelan. Meskipun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor perhotelan tetap memiliki potensi pertumbuhan, terutama melalui dukungan kebijakan pengembangan pariwisata dan penyelenggaraan acara berskala internasional. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi perencanaan kebijakan strategis dalam sektor perhotelan, khususnya dalam menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.

Sektor perhotelan Indonesia mengalami dinamika signifikan akibat faktor eksternal seperti pandemi COVID-19 dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.Pada tahun 2020-2021, sektor ini berada dalam kondisi kritis akibat pembatasan mobilitas dan penurunan drastis kunjungan wisatawan.Pemulihan mulai terlihat pada 2022-2024 dengan peningkatan okupansi yang signifikan, didukung oleh pelonggaran pembatasan, kepercayaan publik, dan promosi wisata.Namun, pada 2025, industri kembali menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang mengakibatkan penurunan tingkat hunian kamar, khususnya di hotel yang bergantung pada segmen perjalanan dinas pemerintah.Temuan ini menegaskan bahwa ketergantungan berlebihan pada satu pasar membuat sektor ini rentan terhadap kebijakan fiskal, sehingga diperlukan strategi diversifikasi pasar dan kebijakan pariwisata yang adaptif.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang dampak perubahan pola konsumsi digital nomad terhadap tingkat hunian hotel di Indonesia. Kedua, analisis mengenai peran kebijakan pariwisata berkelanjutan dalam meningkatkan daya tahan sektor perhotelan pasca-pandemi. Ketiga, evaluasi efektivitas program promosi internasional yang diinisiasi pemerintah dalam meningkatkan pendapatan hotel. Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru untuk memperkuat strategi pengembangan sektor perhotelan yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan ekonomi dan kebijakan.

Read online
File size290.64 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test