UmriUmri

Photon: Jurnal Sain dan KesehatanPhoton: Jurnal Sain dan Kesehatan

Provinsi Riau merupakan daerah yang kaya akan sumber daya biomasa salah satunya adalah kabupaten Bengkalis, dimana hampir 80% penduduknya masih menggunakan tungku berbahan bakar kayu untuk memasak, sementara untuk mendapatkan bahan bakar fosil dan gas elpiji sangat sulit. Telah dilakukan penelitian dan uji eksperimental perancangan dan pembuatan tungku gasifikasi biomasa penghasil listrik dengan memanfaatkan panas buang sekelilingnya. Diameter dalam tungku 14,8 cm dan diameter luar 21,4 cm dengan diameter ruang annulus 66 cm, tinggi tungku 50 cm. Alat ukur temperatur menggunakan termokopel tipe K dan dengan data akuisisi Advantech DAQ 4718. Tungku dapat menghasilkan listrik dengan pemanfaatan panas buang pada temperatur sisi panas T = 100 0 C dengan temperatur sisi dingin 32 0 C dimana tegangan termoelektrik ±1,2 V dan arus ±60 mA. Tungku dapat membakar ulang hasil pembakaran melalui lobang di sekeliling tabung dalam sehingga terjadi gasifikasi. Efisiensi termal tungku adalah 10,7 % yaitu dapat mendidihkan 1 kg air pada menit ke-10 dengan berat bahan bakar kayu 1 kg.

Penelitian ini berhasil merancang dan menguji tungku gasifikasi biomasa yang mampu menghasilkan listrik melalui pemanfaatan panas buang dengan tegangan sekitar 1,2 V dan arus 60 mA.Proses gasifikasi terjadi melalui lobang di sekeliling tabung dalam, sehingga pembakaran ulang asap dapat berlangsung dan menghasilkan api yang lebih bersih.Efisiensi termal tungku mencapai 10,7%, ditunjukkan dengan kemampuan mendidihkan 1 kg air dalam waktu 10 menit menggunakan 1 kg kayu bakar.

Pertama, perlu dilakukan penelitian simulasi aliran fluida menggunakan computational fluid dynamics (CFD) untuk mengoptimalkan desain ruang pembakaran dan distribusi udara primer serta sekunder agar proses gasifikasi lebih efisien. Kedua, perlu dikaji pengaruh variasi jumlah dan susunan elemen termoelektrik (Peltier) terhadap daya listrik yang dihasilkan, termasuk konfigurasi seri-paralel dan pengaruhnya terhadap kestabilan kerja kipas pendingin. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif efisiensi dan emisi antara berbagai jenis bahan bakar biomasa seperti cangkang kelapa sawit, serbuk kayu, dan briket limbah pertanian untuk menentukan bahan optimal yang sesuai dengan karakteristik tungku ini, sekaligus mengukur potensi peningkatan efisiensi termal dan pengurangan emisi asap. Ketiga saran ini saling melengkapi untuk meningkatkan kinerja tungku dari sisi termal, listrik, dan lingkungan secara komprehensif. Penelitian lanjutan sebaiknya mencakup uji coba berulang dengan parameter yang divariasikan dan pengukuran kuantitatif terhadap suhu, aliran udara, dan kualitas pembakaran. Dengan pendekatan sistematis ini, diharapkan dapat dihasilkan desain tungku gasifikasi yang lebih optimal dan siap dikembangkan untuk aplikasi rumah tangga di daerah terpencil. Peningkatan efisiensi dan kinerja sistem tidak hanya meningkatkan nilai teknis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang lebih besar.

Read online
File size770.32 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test