ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Bahan bakar fosil tidak dapat diperbarui, sehingga diperlukan substitusi seperti bahan bakar nabati yang dapat diperoleh dari sumber hayati seperti jagung dan kedelai. Jagung memiliki karbohidrat sekitar 19-24%, sedangkan kedelai memiliki 30-40%, tetapi dengan kandungan gula yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan fermentasi dengan *Saccharomyces cerevisiae* untuk menguji pengaruh konsentrasi ragi (10% dan 15%) dan durasi fermentasi (6-12 hari) terhadap volume dan nyala api. Hasil menunjukkan bahwa fermentasi jagung dengan 15% ragi dan 12 hari fermentasi menghasilkan waktu nyala api terbaik (4,22 mS) serta nyala api paling cerah (luasan 235.994 piksel, tinggi 3,17 mm, lebar 2,31 mm). Sebaliknya, fermentasi kedelai dengan 10% ragi selama 6 hari memberikan hasil terendah (2,91 mS). Penelitian ini menegaskan bahwa jagung lebih efektif dalam menghasilkan bahan bakar nabati dibandingkan kedelai dengan kondisi yang sama.

Semakin lama waktu proses fermentasi terbukti efektif dalam produksi gas metan dengan starter *Saccharomyces cerevisiae* terhadap volume, waktu nyala api, dan uji titik nyala api pada produksi bahan bakar nabati dari fermentasi jagung dan kedelai.Hasil terbaik pada waktu nyala api diperoleh dari fermentasi jagung dengan konsentrasi ragi 15% dan lama fermentasi 12 hari (4,22 mS), sedangkan hasil terendah dari fermentasi kedelai dengan konsentrasi 10% dan lama fermentasi 6 hari (2,91 mS).Secara keseluruhan, jagung menunjukkan potensi yang lebih baik sebagai sumber bahan bakar nabati dibandingkan kedelai dalam kondisi penelitian ini.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan jenis ragi yang digunakan dalam fermentasi jagung dan kedelai, dengan mempertimbangkan isolasi dan karakterisasi ragi lokal yang memiliki toleransi lebih tinggi terhadap konsentrasi gula dan alkohol. Selain itu, studi mengenai pengaruh penambahan prekursor nutrisi atau ko-substrat selama fermentasi dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi gas metan dan efisiensi konversi biomassa. Terakhir, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan limbah pertanian lain sebagai bahan baku fermentasi, serta mengembangkan sistem fermentasi berkelanjutan yang terintegrasi dengan pengolahan limbah untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan produksi bahan bakar nabati.

Read online
File size227.25 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test