IDID

JAMSIJAMSI

Transformasi Posyandu menuju enam Standar Pelayanan Minimal menuntut kader memiliki kapasitas yang lebih luas serta didukung sistem pencatatan yang efektif. Namun, pencatatan kegiatan Posyandu masih banyak dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan pelaporan dan rendahnya kualitas data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memahami konsep Posyandu 6 SPM serta meningkatkan kemampuan kader dalam menggunakan aplikasi SIPROSEMAR sebagai sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan Posyandu secara digital. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada 41 kader Posyandu di Kecamatan Mijen Kota Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pengabdian dengan 35 Posyandu (85,5%) menggunakan aplikasi SIPROSEMAR untuk melakukan pencatatan kegiatan Posyandu secara digital. Selain itu, terjadi perubahan cara kerja kader dari sistem manual menuju sistem digital serta peningkatan pemahaman kader mengenai peran Posyandu dalam pelayanan lintas sektor. Kegiatan ini juga berdampak pada meningkatnya kemampuan kader dalam pencatatan digital dan mempercepat proses pelaporan kegiatan Posyandu. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap pemberdayaan kader Posyandu melalui peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan penggunaan aplikasi SIPROSEMAR berhasil meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mendukung implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal di Kecamatan Mijen Kota Semarang.Keberhasilan kegiatan ditunjukkan oleh tingginya partisipasi kader, meningkatnya pemahaman mengenai peran Posyandu dalam pelayanan lintas sektor, serta tingginya tingkat adopsi aplikasi untuk pencatatan dan pelaporan digital.Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis kader dalam penggunaan teknologi informasi, tetapi juga mendorong perubahan sistem kerja dari pencatatan manual menuju pencatatan digital yang lebih efektif dan sistematis.

Untuk memperluas dampak positif pelatihan, sebaiknya dilakukan studi longitudinal yang mengevaluasi keberlanjutan penggunaan aplikasi SIPROSEMAR pada kader Posyandu dalam jangka 12–24 bulan, dengan menilai perubahan kualitas data yang dihasilkan dan langkah-langkah yang diambil untuk menjaga kualitas tersebut. Selanjutnya, riset eksperimental dapat diarahkan untuk memadukan pelatihan digital dengan modul pelatihan lintas sektor, sehingga kader tidak hanya mahir dalam pencatatan, namun juga mampu memanfaatkan data digital untuk memfasilitasi koordinasi lintas layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial, sehingga meningkatkan sinergi antar sektor. Terakhir, penelitian berikutnya dapat memfokuskan pada pengembangan sistem pelaporan berbasis cloud yang terintegrasi, meneliti manfaat dan hambatan implementasinya di wilayah terpencil, serta merancang rekomendasi kebijakan yang mendukung pemberian insentif bagi kader yang secara konsisten menggunakan sistem digital sehingga memperkuat akuntabilitas dan kualitas layanan masyarakat.

  1. Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Rangka Optimalisasi Kegiatan Integrasi Layanan Primer Di... locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/3472Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Rangka Optimalisasi Kegiatan Integrasi Layanan Primer Di locus rivierapublishing index php jl article view 3472
Read online
File size636.73 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test