UP45UP45

Jurnal Teknik Industri Manajemen dan ManufakturJurnal Teknik Industri Manajemen dan Manufaktur

PT. Sentosa Kayu Indah adalah industri yang bergerak di bidang produksi kayu atau industri pengolahan dan manufaktur kayu. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Pasal 5 ayat (2) bulir b yang menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki potensi bahaya tinggi wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Namun, dalam praktiknya, PT. Sentosa Kayu Indah belum menerapkan SMK3. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memberikan prioritas, dan mengusulkan mitigasi bahaya terhadap potensi bahaya pada PT. Sentosa Kayu Indah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Job Safety Analysis (JSA) dalam mengidentifikasi potensi bahaya dan tools dari Failure Mode And Effect analysis (FMEA) yaitu Risk Priority Number (RPN) dalam penentuan prioritas potensi bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap identifikasi potensi bahaya ditemukan 86 potensi bahaya dari keseluruhan stasiun kerja yang ada pada area produksi. Penentuan prioritas risiko atau bahaya dilakukan dengan menggunakan 78 potensi bahaya yang dianggap lolos uji validitas dan reliabilitas. Pada penentuan potensi bahaya prioritas, didapat potensi bahaya prioritas dengan kategori tinggi yaitu tersengat listrik (RPN 567), gangguan pendengaran (RPN 700), jari tangan terpotong (RPN 504), dan tertabrak forklift (RPN 576). Untuk mitigasi bahaya, penelitian ini merekomendasikan strategi berdasarkan Hierarchy of Control, yaitu menghilangkan aktivitas berisiko, mengganti mesin atau aktivitas dengan alternatif yang lebih aman, melakukan inspeksi serta pemasangan pelindung pada alat kerja, menerapkan SOP secara ketat dengan penyediaan pelatihan bagi pekerja, serta memastikan penggunaan alat pelindung diri seperti masker, sepatu, kacamata, coverall, earmuff atau earplugs, dan helm safety.

Dari penelitian yang telah dilakukan dan mengacu pada data yang telah dikumpulkan dan dianalisis, penelitian ini menyimpulkan bahwa.Pada tahap identifikasi potensi bahaya, ditemukan total 86 potensi bahaya pada area gudang produksi kayu.Hasil identifikasi dan analisis ditemukan 20 potensi bahaya pada stasiun kerja planner, 21 potensi bahaya pada stasiun kerja corss cut, 17 potensi bahaya pada stasiun kerja moulding, 17 potensi bahaya pada stasiun kerja rip saw, dan 11 potensi bahaya pada stasiun kerja packing.Potensi bahaya tersebut didapat berdasarkan hasil wawancara terhadap pekerja dan analisis penelitian yang telah ada.Berdasarkan perhitungan Risk Priority Number (RPN) pada metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di area gudang produksi PT.Berikut adalah potensi bahaya yang memiliki potensi bahaya dengan Risk Priority Number (RPN) kategori tinggi di setiap stasiun kerja yang ada.tersengat listrik dengan nilai RPN sebesar 567 dan gangguan pendengaran dengan nilai RPN sebesar 700.tersengat listrik dengan nilai RPN 504, jari tangan terpotong dengan nilai RPN sebesar 504, dan gangguan pendengaran dengan nilai RPN 700.tersengat listrik dengan nilai RPN 504 dan gangguan pendengaran dengan nilai RPN 700.tersengat listrik dengan nilai RPN 504 dan gangguan pendengaran dengan nilai RPN 700.Pada tahap mitigasi atau pengendalian bahaya, penulis melakukan mitigasi bahaya terhadap 86 potensi bahaya seperti tergores permukaan kayu, tertusuk permukaan kayu, jari tergores mata pisau, cidera punggung/bahu, tuas mengenai tubuh, jari terjepit, tersengat listrik, tersandung, tertimpa kayu, tangan masuk ke mesin, gangguan pendengaran, terhirup debu ampas kayu, mata terkena debu ampas kayu, mesin terbakar, jari tangan terpotong, jari terjepit antara kayu dan alas tempat kayu, jari tergores hasil moulding yang tajam, terkena potongan kayu, tertabrak forklift, forklift tergelincir, dan forklift overhead.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Melakukan studi lebih lanjut tentang implementasi dan efektivitas Hierarchy of Control dalam mengurangi potensi bahaya di industri kayu. 2. Menganalisis dan mengembangkan strategi mitigasi bahaya yang lebih spesifik dan terperinci untuk setiap potensi bahaya yang ditemukan, dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan industri kayu. 3. Mengembangkan sistem pelatihan dan edukasi yang komprehensif bagi pekerja di industri kayu, yang mencakup pengetahuan tentang keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri yang tepat, dan prosedur operasi standar yang aman. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di industri kayu, mengurangi risiko kecelakaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.

Read online
File size1.01 MB
Pages32
DMCAReport

Related /

ads-block-test