USMUSM

TeknikaTeknika

This study investigates the role of specific gravity, maximum dry density (MDD), and optimum moisture content (OMC) in evaluating soil compaction for road base construction using samples from three groups and a control. Group 3 exhibited the highest specific gravity (2.61), consistent MDD (2.03 g/cm³), and low OMC (10.25%), indicating ideal granular properties. Group 1, with slightly lower specific gravity (2.54), achieved the highest MDD (2.04 g/cm³) and stable OMC (10%), suggesting good compaction due to favorable gradation. Group 2, despite moderate specific gravity (2.57), had the lowest MDD and highest OMC, pointing to fine, moisture-sensitive soils. The Control group showed moderate compaction but high variability. Correlation analysis revealed weak, insignificant relationships between specific gravity and compaction parameters, highlighting the influence of other factors like grain size and plasticity. The study concludes that specific gravity is important but should be assessed with other soil properties. Group 3 and Group 1 are most suitable for direct use.

The study concludes that Group 3 and Group 1 soils are ideal for road base applications due to their high dry density, favorable moisture requirements, and consistency.Group 2 soils require stabilization due to their high OMC and low MDD.A comprehensive geotechnical investigation is crucial before selecting soil for road construction.Further research should explore combining mineralogical and plasticity analyses for improved compaction prediction.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji pengaruh kombinasi analisis mineralogi dan plastisitas terhadap prediksi karakteristik pemadatan tanah, karena penelitian ini menunjukkan korelasi yang lemah antara berat jenis dan parameter pemadatan. Kedua, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi yang lebih akurat untuk memprediksi perilaku pemadatan tanah berdasarkan kondisi lapangan spesifik, dengan mempertimbangkan variasi lokal dalam komposisi tanah dan faktor lingkungan. Ketiga, penting untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai metode stabilisasi tanah (misalnya, penggunaan kapur, semen, atau abu terbang) dalam meningkatkan sifat pemadatan tanah dengan berat jenis rendah, khususnya untuk tanah yang sensitif terhadap kelembapan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang interaksi kompleks antara sifat-sifat tanah dan proses pemadatan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan keberlanjutan konstruksi jalan.

Read online
File size649.18 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test