IICETIICET
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia)JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk (1) melihat perbedaan kedisiplinan belajar siswa kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mengikuti konseling kelompok dengan menggunakan pendekatan cognitive behavior therapy, (2) melihat perbedaan kedisiplinan belajar siswa kelompok kontrol sebelum dan sesudah mengikuti konseling kelompok. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, dan desain penelitian yang dipilih adalah quasi eksperimenal design dengan model non-equavalen control group design. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah model skala likert, data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dan Kolmogorov-Smirnov Two Independent Samples dengan bantuan SPSS versi 20.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata pada kelompok eksperimen pretets 72,5 dan post-test 119 pada kelompok kontrol skor rata-rata pretest 59,37 dan post-test 97,87. Selanjutnya untuk uji hipotesis diperoleh hasil Asymp. Sig (2-tailed) 0,004 yang berarti di bawah alpha 0,05 (0,004<0,05) dengan demikian dapat diartikan Ho ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa konseling kelompok menggunakan pendekatan cognitive behavior therapy efektif untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa.
Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kedisiplinan belajar siswa, sehingga mengganggu pembelajaran siswa di sekolah serta mempengaruhi hasil belajar dan prestasi siswa.Terjadi peningkatan rata-rata skor pretest dan skor rata-rata posttest kedisiplinan belajar siswa kelompok eksperimen, karena siswa dapat menggali permasalahan yang terjadi, merubah pola pikir siswa sehingga lebih baik lagi dalam mentaati aturan dan mengatur waktu dalam belajar, dengan mengikuti konseling kelompok dengan pendekatan cognitive behavior therapy untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa.Hal ini menunjukkan bahwa konseling kelompok menggunakan pendekatan cognitive behavior therapy efektif untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa.Terjadi peningkatan rata-rata skor pretest dan rata-rata skor posttest kedisiplinan belajar siswa kelompok kontrol, karena siswa dapat terbuka, aktif dan tertantang dalam mengikuti konseling kelompok tanpa perlakuan khusus untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa.Hal ini menunjukkan bahwa konseling kelompok terstruktur juga dapat efektif dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, namun tidak lebih baik dari konseling kelompok dengan menggunakan pendekatan cognitive behavior therapy.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas konseling kelompok cognitive behavior therapy dengan melibatkan orang tua siswa sebagai bagian integral dari proses konseling, untuk melihat apakah dukungan dan keterlibatan orang tua dapat meningkatkan efektivitas intervensi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor kontekstual di sekolah, seperti iklim sekolah dan dukungan guru, yang dapat memoderasi atau memediasi hubungan antara konseling kelompok cognitive behavior therapy dan kedisiplinan belajar siswa. Ketiga, penelitian dapat menggunakan desain longitudinal untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari konseling kelompok cognitive behavior therapy terhadap kedisiplinan belajar siswa, serta dampaknya terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis siswa dalam jangka waktu yang lebih panjang.
| File size | 233.89 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIALHIKMAHPARIANGANSTAIALHIKMAHPARIANGAN This learning medium is used to instill the concept of the Pythagorean theorem. Not only are the students given flexibility in using the media, but theThis learning medium is used to instill the concept of the Pythagorean theorem. Not only are the students given flexibility in using the media, but the
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep IPAS, serta mengembangkanHasil menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep IPAS, serta mengembangkan
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dalam partisipasi siswa maupun kemampuan mereka untuk menerapkan konsep IPAS dalam kehidupan sehari-hari.Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dalam partisipasi siswa maupun kemampuan mereka untuk menerapkan konsep IPAS dalam kehidupan sehari-hari.
IICETIICET Output publikasi meningkat dari 20 artikel pada 2014 ke lebih dari 60 pada 2023-2024, menunjukkan minat akademik yang meningkat. Analisis siter menunjukkanOutput publikasi meningkat dari 20 artikel pada 2014 ke lebih dari 60 pada 2023-2024, menunjukkan minat akademik yang meningkat. Analisis siter menunjukkan
IICETIICET Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan desain kelompok kontrol tidak sepadan post‑test saja. Populasi penelitian terdiri dariPenelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan desain kelompok kontrol tidak sepadan post‑test saja. Populasi penelitian terdiri dari
IICETIICET Data penelitian berupa 60 tuturan ekspresif yang diperoleh dari interaksi verbal siswa selama kegiatan belajar-mengajar di TK Nurul Islam Sentajo Raya.Data penelitian berupa 60 tuturan ekspresif yang diperoleh dari interaksi verbal siswa selama kegiatan belajar-mengajar di TK Nurul Islam Sentajo Raya.
KURASINSTITUTEKURASINSTITUTE By providing sustained rehabilitative efforts, perpetrators can develop empathy, self-regulation, and social responsibility, fostering their transformationBy providing sustained rehabilitative efforts, perpetrators can develop empathy, self-regulation, and social responsibility, fostering their transformation
IICETIICET Siswa berpendapat bahwa waktu pelaksanaan, tahap pelaksanaan, peran pemimpin kelompok, peran anggota kelompok, dan pencapaian tujuan layanan konselingSiswa berpendapat bahwa waktu pelaksanaan, tahap pelaksanaan, peran pemimpin kelompok, peran anggota kelompok, dan pencapaian tujuan layanan konseling
Useful /
RISETPRESSRISETPRESS Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan terpadu melalui regulasi pasar yang ketat, peningkatan logistik rantai pasok, transparansi, serta penguatanUntuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan terpadu melalui regulasi pasar yang ketat, peningkatan logistik rantai pasok, transparansi, serta penguatan
STIAMISTIAMI Ini merupakan kolaborasi antara teknologi Augmented dan Virtual Reality. Hasil wawancara dengan pengunjung juga menunjukkan bahwa teknologi Virtual RealityIni merupakan kolaborasi antara teknologi Augmented dan Virtual Reality. Hasil wawancara dengan pengunjung juga menunjukkan bahwa teknologi Virtual Reality
STIAMISTIAMI Penulisan ilmiah ini menggunakan metode tinjauan jurnal, yaitu dengan menelaah beberapa jurnal, skripsi, dan uji hedonik sebelumnya. Untuk mengukur tingkatPenulisan ilmiah ini menggunakan metode tinjauan jurnal, yaitu dengan menelaah beberapa jurnal, skripsi, dan uji hedonik sebelumnya. Untuk mengukur tingkat
STIAMISTIAMI Kualitas pelayanan bagi wisatawan sangat penting, meskipun homestay tidak perlu memoles dirinya seperti hotel, tetapi harus tetap memiliki kearifan lokalKualitas pelayanan bagi wisatawan sangat penting, meskipun homestay tidak perlu memoles dirinya seperti hotel, tetapi harus tetap memiliki kearifan lokal