JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN

JURNAL Studi Tindakan Edukatif ( JSTE )JURNAL Studi Tindakan Edukatif ( JSTE )

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang Integrated Social Studies (IPAS) di MI NW Tanak Mira melalui strategi pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kegiatan kooperatif, seperti diskusi kelompok, proyek berbasis tugas, dan pengajaran teman sejawat, dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa terhadap konsep IPAS, meliputi geografi, sejarah, dan budaya. Dilakukan dalam dua siklus yang masing‑masing mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi; data dikumpulkan melalui observasi kelas, penilaian, dan refleksi siswa. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep IPAS, serta mengembangkan partisipasi aktif, berpikir kritis, motivasi, dan keterampilan komunikasi. Siswa menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi terhadap mata pelajaran, memperdalam pemahaman mereka tentang studi sosial. Penelitian ini menyarankan MI NW Tanak Mira terus mengadopsi dan menyempurnakan strategi tersebut untuk memperkuat keterampilan akademik dan kesadaran sosial siswa.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis kolaborasi pada mata pelajaran Integrated Social Studies (IPAS) di MI NW Tanak Mira efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi serta memperkuat keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama.Selain meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar, metode ini juga menghadirkan tantangan dalam pengelolaan waktu dan keberagaman gaya belajar yang memerlukan perhatian individual.Oleh karena itu, guru perlu mengadaptasi strategi pembelajaran yang fleksibel dan mengelola waktu secara efektif untuk memaksimalkan manfaat kolaborasi dalam pendidikan dasar.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: Bagaimana penggunaan platform digital kolaboratif, seperti aplikasi pembelajaran daring, memengaruhi efektivitas pemahaman konsep IPAS dibandingkan dengan metode tatap muka tradisional? Selain itu, diperlukan kajian tentang strategi kolaboratif yang diferensiasi, yang menyesuaikan peran dan tugas kelompok sesuai dengan gaya belajar individu siswa, untuk mengurangi kesulitan yang dialami oleh siswa dengan preferensi belajar mandiri. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang pembelajaran kolaboratif terhadap perkembangan berpikir kritis siswa dari tingkat kelas satu hingga kelas empat, guna menilai keberlanjutan manfaatnya. Penelitian juga dapat memasukkan variabel pengelolaan waktu, dengan menguji model penjadwalan kegiatan kolaboratif yang terintegrasi dalam kurikulum, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam mengoptimalkan alokasi waktu belajar. Akhirnya, investigasi terhadap peran guru sebagai fasilitator kolaboratif dapat mengungkap kompetensi profesional yang paling berpengaruh dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa. Semua arah penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya literatur tentang pembelajaran kolaboratif dalam konteks studi sosial terintegrasi di sekolah dasar.

Read online
File size308.96 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test