JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN

JURNAL Studi Tindakan Edukatif ( JSTE )JURNAL Studi Tindakan Edukatif ( JSTE )

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas IV di MI Nurul Huda Minggirsari terhadap materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Masalah yang diidentifikasi adalah keterlibatan siswa yang pasif dalam pembelajaran dan kesulitan mereka dalam menghubungkan konsep ilmiah dan sosial dengan situasi kehidupan nyata. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Model pembelajaran kooperatif dipilih karena mendorong keterlibatan aktif siswa melalui diskusi kelompok, tugas pemecahan masalah, dan aktivitas belajar kolaboratif. Data dikumpulkan melalui observasi, kuis, dan penilaian kelompok untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa tentang IPAS. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dalam partisipasi siswa maupun kemampuan mereka untuk menerapkan konsep IPAS dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran kooperatif memfasilitasi interaksi antar siswa, mendorong mereka untuk berbagi pengetahuan dan strategi pemecahan masalah, yang meningkatkan efektivitas pembelajaran kooperatif dalam mempromosikan pembelajaran aktif dan meningkatkan pemahaman siswa dalam mata pelajaran interdisipliner seperti IPAS.

Penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) pada materi IPAS di MI Nurul Huda Minggirsari berhasil meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan motivasi siswa secara signifikan.Melalui model PBL, siswa tidak hanya menghafal konsep-konsep IPAS, tetapi juga mampu mengaitkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.PBL mengubah pembelajaran yang sebelumnya bersifat pasif menjadi lebih interaktif, di mana siswa aktif terlibat dalam diskusi kelompok dan memecahkan masalah yang relevan dengan topik yang diajarkan.Peningkatan pemahaman konsep terlihat dari hasil tes yang menunjukkan perkembangan nilai yang signifikan, serta kemampuan siswa untuk menjelaskan dan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata.PBL juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan bekerja sama dalam kelompok, yang memperkuat keterampilan sosial dan pemecahan masalah mereka.Selain itu, model ini berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa, yang sebelumnya kurang tertarik pada pelajaran IPAS, menjadi lebih antusias dan aktif dalam setiap aktivitas pembelajaran.Namun, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, seperti pengelolaan dinamika kelompok, perbedaan kemampuan siswa, dan pengelolaan waktu yang perlu diperhatikan lebih lanjut.Meskipun demikian, dengan dukungan yang tepat dari guru dan kolaborasi yang baik antar siswa, tantangan tersebut dapat diatasi.Secara keseluruhan, penerapan PBL di MI Nurul Huda Minggirsari memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman IPAS siswa.PBL terbukti efektif dalam membuat pembelajaran lebih relevan dan aplikatif, serta membekali siswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan keterampilan sosial siswa dalam pembelajaran kooperatif. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana dinamika kelompok dapat dikelola secara efektif untuk memastikan semua siswa terlibat dan berkontribusi dalam diskusi. Selain itu, penting untuk menyelidiki strategi yang dapat digunakan guru untuk membantu siswa dengan latar belakang kemampuan yang berbeda-beda dalam pembelajaran kooperatif. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media pembelajaran yang menarik, seperti video eksperimen ilmiah atau simulasi sosial, dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPAS. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana pembelajaran kooperatif dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Read online
File size315.93 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test