IICETIICET

Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan peristiwa tindak tutur ekspresif yang terjadi dalam interaksi antar siswa di TK Nurul Islam Sentajo Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh penutur dan mitra tutur dalam konteks interaksi siswa di lingkungan taman kanak-kanak. Penelitian ini berlandaskan pada teori tindak tutur ekspresif yang dikemukakan oleh Searle, yang menjelaskan bahwa tindak tutur ekspresif merupakan ungkapan sikap psikologis penutur terhadap suatu situasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, teknik simak, dan teknik catat. Data penelitian berupa 60 tuturan ekspresif yang diperoleh dari interaksi verbal siswa selama kegiatan belajar-mengajar di TK Nurul Islam Sentajo Raya. Tuturan anak-anak tersebut direkam untuk kemudian disimak agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh siswa TK tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat berbagai fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh siswa, fungsi ekspresif yang paling dominan adalah tindak tutur memuji, yang mencerminkan karakteristik interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah tersebut. Sementara itu, beberapa fungsi tindak tutur ekspresif seperti menyambut, mengucapkan belasungkawa, dan mengampuni tidak ditemukan dalam data, karena tidak muncul dalam konteks interaksi siswa selama pengamatan berlangsung. Implikasi dari penelitian menunjukkan jika pemahaman akan tindak tutur ekspresif sejak usia dini dapat menjadi indikator perkembangan sosial serta emosional anak. Kemudian, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang akan mendukung sisi emosional anak dan keterampilan bahasa anak.

Berdasarkan analisis data 60 tuturan ekspresif dibagi menjadi 14 fungsi.Fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan adalah memuji (13), menghina (5), mengejek (7), mengucapkan terima kasih (7), menyalahkan (2), menuduh (3), mendukung (2), mengeluh (3), memohon/memaafkan (3), menaruh simpati (3), mengkritik (2), menyelak (3), mengucapkan selamat (2), menolak (5).Tuturan ekspresif yang paling dominan adalah tuturan ekspresif fungsi memuji yaitu sebanyak 13 tuturan.Penelitian ini mengungkap bahwa perilaku tutur anak usia dini, khususnya dalam tindak tutur ekspresif, sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan media yang mereka konsumsi.Temuan dominannya tuturan memuji menunjukkan bahwa anak-anak cenderung meniru dan mereproduksi ekspresi positif sebagai bagian dari interaksi sosial mereka, namun kehadiran tuturan negatif seperti menghina, mengejek, atau menolak juga memperlihatkan bahwa anak-anak belum sepenuhnya mampu membedakan konteks dan konsekuensi tutur dalam interaksi mereka.Hal ini menegaskan bahwa perkembangan bahasa dan perilaku tutur anak tidak hanya terbatas pada aspek linguistik semata, tetapi juga terkait erat dengan faktor pembelajaran sosial dan pengaruh media yang dapat membentuk pola komunikasi dan ekspresi emosional anak.Dalam bertutur anak-anak banyak mencontoh apa yang mereka lihat dengar dan simpar dari lingkungan sekitarnya.Termasuk pengaruh Handphone yang berisi platform media sosial seperti Youtube, Tiktok, dan lainnya.Mereka dengan polos mengatakan hal yang sama atau berperilaku seperti pelakon dalam media sosial tersebut tanpa memperhatikan baik atau buruknya ucapan tersebut.Temuan ini menjadi penting sebagai dasar bagi orang tua, pendidik, dan pengasuh untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat dan positif agar perkembangan tutur anak dapat diarahkan secara konstruktif.Lebih jauh, penelitian ini menyoroti kebutuhan akan pengawasan dan bimbingan dalam penggunaan media sosial oleh anak-anak, guna menghindari reproduksi perilaku tutur yang negatif.Dengan pemahaman ini, kita dapat melihat tindak tutur anak sebagai indikator penting dalam memetakan perkembangan sosial dan emosional mereka dalam konteks interaksi sehari-hari.Guru disarankan untuk melakukan eksplorasi lebih dalam mengenai tindak tutur ekspresif agar dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.Tuturan ekspresif yang disampaikan harus dalam bentuk positif apabila tuturan negatif yang disampaikan menimbulkan permasalahan kesalahpahaman bagi mitra tutur.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana konten media digital seperti YouTube dan TikTok memengaruhi perkembangan tindak tutur ekspresif pada anak usia dini, dengan membandingkan kelompok anak yang banyak terpapar media digital dengan yang jarang terpapar. Selain itu, diperlukan studi eksperimental di kelas TK yang menguji efektivitas intervensi guru yang dirancang khusus untuk meningkatkan penggunaan tindak tutur positif seperti memuji, serta mengurangi penggunaan tindak tutur negatif seperti menghina atau mengejek, sehingga dapat menilai perubahan perilaku komunikasi anak. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang mengikuti anak dari usia 4 hingga 6 tahun dapat memperjelas peran pola komunikasi keluarga dan interaksi antar teman dalam pembentukan fungsi-fungsi tindak tutur spesifik seperti meminta maaf, menolong, dan mengkritik, sehingga memberikan gambaran evolusi bahasa sosial anak selama periode perkembangan penting.

  1. ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO | Bahtera Indonesia;... doi.org/10.31943/bi.v5i2.69ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Bahtera Indonesia doi 10 31943 bi v5i2 69
  2. Tindak Tutur Ekspresif Warganet dalam Akun Instagram @Kompascom “PKS Deklarasi Anies Baswedan sebagai... e-journal.my.id/onoma/article/view/2557Tindak Tutur Ekspresif Warganet dalam Akun Instagram Kompascom AuPKS Deklarasi Anies Baswedan sebagai e journal my onoma article view 2557
  3. Bahasa Dalam Konteks Sosial (Peristiwa Tutur Dan Tindak Tutur) | Jumper: Journal of Educational Multidisciplinary... jurnal.catimoredansahabat.my.id/index.php/jumper/article/view/36Bahasa Dalam Konteks Sosial Peristiwa Tutur Dan Tindak Tutur Jumper Journal of Educational Multidisciplinary jurnal catimoredansahabat my index php jumper article view 36
  4. TINDAK TUTUR KOMISIF DAN EKSPRESIF DALAM DEBAT CAPRES-CAWAPRES PADA PILPRES 2019 | Herfani | Jurnal Bahasa... ejournal.unp.ac.id/index.php/ibs/article/view/108871TINDAK TUTUR KOMISIF DAN EKSPRESIF DALAM DEBAT CAPRES CAWAPRES PADA PILPRES 2019 Herfani Jurnal Bahasa ejournal unp ac index php ibs article view 108871
Read online
File size440.38 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test