POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS

Journal of Nursing and HealthJournal of Nursing and Health

Pendahuluan Kualitas tidur yang optimal memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan fisik, emosional, dan kognitif anak. Namun, meningkatnya penggunaan gadget pada anak usia sekolah sering dikaitkan dengan gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan gadget dengan kualitas tidur anak usia 10-12 tahun di MI Raudlatul Wildan Wedung Demak. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 117 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner demografi, durasi penggunaan gadget, dan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman rank. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (84,6%) memiliki tingkat penggunaan gadget yang kurang baik (> 1 jam/hari), dan sebagian besar (84,6%) mengalami gangguan tidur berat. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan gadget dengan kualitas tidur (p=0,000), dengan nilai korelasi positif lemah (r=0,877). Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan gadget yang berlebihan berhubungan dengan penurunan kualitas tidur pada anak usia sekolah. Oleh karena itu, disarankan agar orang tua dan pihak sekolah membatasi durasi penggunaan gadget serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola tidur yang sehat guna mendukung perkembangan anak secara optimal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur pada anak usia 10-12 tahun di MI Raudlatul Wildan Wedung Demak.Penggunaan gadget yang berlebihan berkorelasi dengan peningkatan gangguan tidur.Oleh karena itu, pembatasan penggunaan gadget, terutama pada malam hari, sangat penting untuk diterapkan oleh orang tua dan sekolah guna memastikan anak mendapatkan tidur yang berkualitas dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kualitas tidur anak, seperti tingkat stres, pola makan, dan aktivitas fisik. Kedua, studi intervensi perlu dirancang untuk menguji efektivitas berbagai strategi dalam mengurangi penggunaan gadget dan meningkatkan kualitas tidur anak, misalnya melalui program edukasi orang tua atau pelatihan keterampilan manajemen waktu bagi anak. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi anak serta orang tua mengenai dampak penggunaan gadget terhadap kualitas tidur, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai isu ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dan akurat untuk mengembangkan kebijakan dan program yang efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan anak secara keseluruhan.

Read online
File size243.97 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test