BKUBKU
Jurnal Adiguna KeperawatanJurnal Adiguna KeperawatanAktivitas fisik yang dilakukan oleh individu dapat memengaruhi nilai indeks massa tubuh (IMT), sedangkan pola makan juga berperan sebagai faktor dalam nilai IMT seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik, pola makan, dan indeks massa tubuh (IMT) pada siswa SD di SDN 2 Jangga Losarang. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan lintas sekumpulan data. Populasi yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 yang berjumlah 186 responden, sementara teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling yang melibatkan 127 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner serta alat untuk mengukur berat badan dan tinggi badan, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman. Dari hasil penelitian, diperoleh data bahwa 67 responden (52,8%) memiliki aktivitas fisik sedang, 105 responden (82,7%) memiliki pola makan yang kurang baik, dan 72 responden (56,7%) memiliki IMT yang menunjukkan berat badan kurang. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan IMT dengan nilai p-value sebesar 0,146 (p-value > 0,05), yang menunjukkan hubungan searah dengan kekuatan yang sangat rendah. Sementara itu, hubungan antara pola makan dan IMT memiliki p-value sebesar 0,427 (p-value > 0,05), juga menunjukkan hubungan searah dengan kekuatan yang sangat rendah. Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara aktivitas fisik dan pola makan dengan indeks massa tubuh (IMT) pada siswa SD di SDN 2 Jangga Losarang. Untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara status demografi dan indeks massa tubuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6 di SDN 2 Jangga Losarang memiliki aktivitas fisik dalam kategori sedang sebanyak 67 anak (52,8%).Namun, pola makan yang dimiliki sebagian besar anak tergolong kurang baik, yaitu sebanyak 105 anak (82,7%).Selain itu, gambaran indeks massa tubuh (IMT) menunjukkan bahwa mayoritas anak mengalami berat badan kurang, dengan jumlah 72 anak (56,7%).Analisis statistik tidak menemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada anak sekolah dasar di SDN 2 Jangga Losarang dengan nilai p-value sebesar 0,146 (p>0,05).Begitu pula dengan pola makan, yang tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan indeks massa tubuh, dengan nilai p-value sebesar 0,427 (p>0,05).Hal ini menunjukkan bahwa faktor aktivitas fisik dan pola makan tidak secara langsung berpengaruh terhadap indeks massa tubuh anak di sekolah tersebut.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan orang tua, dan pendapatan keluarga memengaruhi indeks massa tubuh (IMT) anak sekolah dasar. Dengan menggunakan desain longitudinal, peneliti dapat mengamati perubahan aktivitas fisik, pola makan, dan IMT selama beberapa tahun untuk mengetahui hubungan sebab‑akibat yang lebih kuat. Penelitian juga dapat memperluas sampel ke beberapa sekolah di daerah berbeda, sehingga dapat menilai perbedaan lingkungan sosial dan fasilitas olahraga terhadap status gizi anak. Selain itu, studi eksperimental yang memberikan intervensi program edukasi gizi dan aktivitas fisik terstruktur dapat menguji efektivitasnya dalam menurunkan prevalensi berat badan kurang atau berlebih. Pendekatan kualitatif seperti wawancara dengan orang tua dan guru dapat menggali persepsi dan hambatan dalam menerapkan pola makan sehat dan kegiatan fisik di rumah dan sekolah. Analisis multivariat dapat digunakan untuk mengidentifikasi variabel mana yang paling berkontribusi terhadap IMT setelah mengontrol faktor demografis. Penelitian juga dapat membandingkan efek penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pemantauan makanan dan aktivitas, terhadap perubahan perilaku anak. Dengan mengintegrasikan data biologis seperti kadar leptin atau profil metabolik, studi dapat mengeksplorasi mekanisme fisiologis yang mendasari hubungan antara gaya hidup dan IMT. Hasil dari semua pendekatan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat bagi pemerintah daerah dalam merancang program kesehatan anak. Secara keseluruhan, kombinasi metodologi longitudinal, intervensi, dan analisis faktor sosial‑ekonomi akan memperkaya pemahaman tentang determinan IMT pada anak sekolah dasar.
| File size | 395.08 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
YANAYANA Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji Post Hoc, ditemukan bahwa kata-kata yang mengandung emosi negatif lebih mudah diingat dibandingkan dengan kata-kataHal ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji Post Hoc, ditemukan bahwa kata-kata yang mengandung emosi negatif lebih mudah diingat dibandingkan dengan kata-kata
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Dengan menghasilkan 326 unit ecobrick dan plang nama nagari sebagai produk simbolik, kegiatan ini memperkuat nilai edukasi lingkungan dan mendukung pencapaianDengan menghasilkan 326 unit ecobrick dan plang nama nagari sebagai produk simbolik, kegiatan ini memperkuat nilai edukasi lingkungan dan mendukung pencapaian
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Kelancaran dalam pengoperasian PT Koilima Putra Mandiri tidak luput dari keberhasilan dan ketaatan dalam manajemen pajak. Oleh karena itu, untuk bisa mengelolaKelancaran dalam pengoperasian PT Koilima Putra Mandiri tidak luput dari keberhasilan dan ketaatan dalam manajemen pajak. Oleh karena itu, untuk bisa mengelola
BKUBKU Salah satu intervensi keperawatan berbasis evidence based practiced untuk menangani masalah keperawatan tersebut adalah head up 30° position. MengetahuiSalah satu intervensi keperawatan berbasis evidence based practiced untuk menangani masalah keperawatan tersebut adalah head up 30° position. Mengetahui
UNAIUNAI Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dua kelas tersembunyi kesejahteraan spiritual. Spiritually Reflective Seeker dan Spiritually Grounded Optimist.Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dua kelas tersembunyi kesejahteraan spiritual. Spiritually Reflective Seeker dan Spiritually Grounded Optimist.
UNAIUNAI Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazmur 32 menyampaikan konsep pembenaran oleh iman melalui penggunaan bahasa dan struktur sastra yang khas, serta melaluiHasil penelitian menunjukkan bahwa Mazmur 32 menyampaikan konsep pembenaran oleh iman melalui penggunaan bahasa dan struktur sastra yang khas, serta melalui
UNAIUNAI Pasal-pasal yang dibahas dalam konteks ini menunjukkan pentingnya mempertahankan praktik tradisional sambil tetap terbuka terhadap perubahan dan adaptasiPasal-pasal yang dibahas dalam konteks ini menunjukkan pentingnya mempertahankan praktik tradisional sambil tetap terbuka terhadap perubahan dan adaptasi
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Latar belakang: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan sehinggaLatar belakang: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga
Useful /
STTPBSTTPB Teologi pernikahan konvensional cenderung beroperasi dalam logika biner statis yang mereduksi pernikahan menjadi status ontologis yang diperoleh sekaliTeologi pernikahan konvensional cenderung beroperasi dalam logika biner statis yang mereduksi pernikahan menjadi status ontologis yang diperoleh sekali
AKADEMITNIALAKADEMITNIAL Pengamanan perairan di Laut Sulawesi terhadap illegal fishing guna meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya maritim. Pokok dari penelitian ini adalahPengamanan perairan di Laut Sulawesi terhadap illegal fishing guna meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya maritim. Pokok dari penelitian ini adalah
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja fisik (p=0,000) dan dukungan sosial (p=0,001) berpengaruh terhadap stress kerja pada perawatHasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja fisik (p=0,000) dan dukungan sosial (p=0,001) berpengaruh terhadap stress kerja pada perawat
UGMUGM Sampel terdiri atas 425 observasi tahunan perusahaan manufaktur Indonesia selama periode 2010‑2014, dengan model regresi asimetris yang memungkinkanSampel terdiri atas 425 observasi tahunan perusahaan manufaktur Indonesia selama periode 2010‑2014, dengan model regresi asimetris yang memungkinkan