UNAIUNAI

11th International Scholars Conference11th International Scholars Conference

Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi makna dari peletakan tangan dalam Kisah Para Rasul 6:1-6, dengan fokus pada implikasi biblikal, teologis, dan kementerian. Studi ini akan menyelidiki konteks Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru untuk memahami praktik ini dan perannya dalam kepemimpinan gereja. Melalui analisis historis-gramatikal, artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana upacara ini dapat diintegrasikan ke dalam praktik Kristen kontemporer.

Buku Kisah Para Rasul memberikan wawasan berharga tentang perkembangan kepemimpinan dan komunitas dalam gereja Kristen awal.Pasal-pasal yang dibahas dalam konteks ini menunjukkan pentingnya mempertahankan praktik tradisional sambil tetap terbuka terhadap perubahan dan adaptasi seiring dengan evolusi kebutuhan komunitas.Konsep kepemimpinan yang muncul dari kebutuhan fungsional dalam gereja, bukan dari dekrit ilahi, menantang beberapa pandangan tradisional tentang penahbisan dan hierarki klerikal.Karena itu, peletakan tangan dalam Kisah Para Rasul 6.6 tidak menunjuk pada penahbisan yang dipraktikkan oleh gereja saat ini.Sebaliknya, peletakan tangan berkaitan dengan penugasan mereka dalam pelayanan.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah untuk menyelidiki lebih lanjut peran peletakan tangan dalam konteks budaya dan agama yang berbeda. Penting untuk memahami dimensi budaya dan berinteraksi dengan berbagai komunitas dengan hormat untuk menghargai peran peletakan tangan secara penuh. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana peletakan tangan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkomunikasikan dan melibatkan berbagai budaya dan agama secara efektif. Terakhir, studi komparatif tentang praktik peletakan tangan di berbagai tradisi keagamaan dapat memberikan wawasan tentang variasi makna dan signifikansinya dalam konteks yang berbeda.

Read online
File size204.55 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test