DWCUDWCU
Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesKekerasan atas nama agama dan segregasi yang makin menguat di negeri ini adalah realitas yang tidak dapat ditolak. Itulah sebabnya kita membutuhkan jalan bagi perjumpaan lintas iman. Jalan itu hanya mungkin terbangun ketika setiap orang memiliki kesediaan membuka diri di dalam keramahan. Keramahan adalah harapan di tengah kebuntuan relasi manusia yang sering kali memandang orang yang berbeda sebagai orang asing, sang liyan yang tidak memiliki tempat di dalam kehidupan ini. Bagi kekristenan, keramahan sesungguhnya berakar mendalam di dalam tradisi Alkitab, di mana keramahan melekat di dalam identitas umat perjanjian, baik di dalam peran sebagai “tamu maupun “tuan rumah. Yesus adalah perwujudan sempurna keramahan Allah yang inklusif bagi semua orang. Keramahan adalah inti dari makna Injil, yang membawa praktik Kristen selaras dengan nilai-nilai dasar Kerajaan Allah. Keramahan Kristen bersumber dari kemurahan hati Allah, berdasarkan pada kelimpahan dan bukan pada ekonomi pertukaran dan kelangkaan manusia. Itulah sebabnya keramahan membuka “ruang bebas, di mana orang-orang dari kepercayaan lain dapat masuk, di mana orang asing, bahkan musuh, dapat berubah menjadi teman. “Tuan rumah menghormati integritas “tamu serta menyediakan forum yang aman untuk terjadinya perubahan. Keramahan memungkinkan “tuan rumah berubah peran sebagai “tamu yang siap memasuki dunia yang lain. Di dalam keadaan apa pun orang Kristen mewakili, menawarkan dan mewujudkan keramahan penebusan Allah.
Di tengah kekerasan atas nama agama, segregasi, dan komodifikasi, teologi keramahan memberikan harapan sebagai jalan perjumpaan lintas iman.Berakar pada kelimpahan ilahi, keramahan mutlak ini menyingkirkan sifat transaksional dan batasan, memungkinkan transformasi orang asing menjadi sahabat sejati.Dengan demikian, keramahan merupakan inti Injil Kristus yang meruntuhkan tembok pemisah, mengundang setiap orang ke dalam persekutuan kasih ilahi yang inklusif.
Mengingat esensi teologi keramahan yang ditekankan dalam artikel ini sebagai jalan untuk perjumpaan lintas iman, sebuah studi lanjutan dapat menyelidiki secara empiris bagaimana praktik keramahan Kristen ini benar-benar diwujudkan dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian bisa berfokus pada studi kasus di berbagai komunitas agama, mengamati apakah konsep ruang bebas dan kelimpahan ilahi yang dijelaskan secara teologis dapat benar-benar mengubah dinamika relasi antarumat beragama di lapangan. Pertanyaan penelitian dapat mencakup: faktor-faktor apa saja yang mendukung atau menghambat implementasi keramahan sebagai jembatan dialog, serta bagaimana pengalaman para tuan rumah dan tamu dari latar belakang agama yang berbeda saling memengaruhi dalam proses perjumpaan tersebut. Selain itu, mengingat bahwa artikel ini banyak merujuk pada pemikiran Kristen dan beberapa filosof Barat, penelitian di masa depan bisa mengembangkan studi komparatif tentang konsep keramahan dalam tradisi agama-agama lain di Indonesia, seperti Islam, Hindu, atau Buddha, khususnya dalam mempromosikan toleransi dan persahabatan lintas iman. Apakah ada kesamaan prinsip atau praktik yang dapat dipelajari dan diintegrasikan untuk memperkuat kohesi sosial? Penelitian ini dapat mengidentifikasi model-model keramahan yang unik dari setiap tradisi dan menganalisis potensinya dalam mengatasi segregasi. Terakhir, dengan mempertimbangkan tantangan komodifikasi agama dan menguatnya intoleransi yang disinggung di pendahuluan, riset lebih lanjut dapat menganalisis peran media digital dan platform online dalam membentuk atau justru merusak semangat keramahan lintas iman. Bagaimana teologi keramahan dapat diadaptasi atau dikomunikasikan secara efektif melalui kanal-kanal digital untuk mempromosikan perjumpaan yang inklusif dan mengurangi ujaran kebencian, sekaligus tetap menjaga integritas doktrinal masing-masing agama? Penyelidikan ini dapat memberikan wawasan baru tentang strategi membangun jembatan antariman di era digital.
- A Compassionate Spaceâmaking - Adiprasetya - 2019 - The Ecumenical Review - Wiley Online Library.... doi.org/10.1111/erev.12416A Compassionate SpaceyAAAamaking Adiprasetya 2019 The Ecumenical Review Wiley Online Library doi 10 1111 erev 12416
- The Principle of Hospitality: Parallax: Vol 11, No 1. principle hospitality parallax vol skip main content... tandfonline.com/doi/abs/10.1080/1353464052000321056The Principle of Hospitality Parallax Vol 11 No 1 principle hospitality parallax vol skip main content tandfonline doi abs 10 1080 1353464052000321056
- Contemporary Southeast Asia Vol. 42/1 (April 2020) | ISEAS Publishing. contemporary southeast asia iseas... bookshop.iseas.edu.sg/publication/2429Contemporary Southeast Asia Vol 42 1 April 2020 ISEAS Publishing contemporary southeast asia iseas bookshop iseas edu sg publication 2429
| File size | 334.99 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSIUINSI Al Ilmu ini kemudian melahirkan Al Hal, yaitu respons emosional dalam bentuk kegembiraan dan rasa hormat yang mendalam, yang akhirnya berpuncak pada AlAl Ilmu ini kemudian melahirkan Al Hal, yaitu respons emosional dalam bentuk kegembiraan dan rasa hormat yang mendalam, yang akhirnya berpuncak pada Al
PENERBITPENERBIT Berdasarkan analisis literatur yang dilakukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep Tri Guna (Sattwa, Rajas, Tamas) dalam Hindu memiliki relevansiBerdasarkan analisis literatur yang dilakukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep Tri Guna (Sattwa, Rajas, Tamas) dalam Hindu memiliki relevansi
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Dengan pendidikan berbasis pemikiran Islam moderat, generasi muda akan mampu memahami ajaran agama secara holistik, terbuka terhadap perubahan, dan menghindariDengan pendidikan berbasis pemikiran Islam moderat, generasi muda akan mampu memahami ajaran agama secara holistik, terbuka terhadap perubahan, dan menghindari
DWCUDWCU Paper ini mempertanyakan apakah praktik tersebut harus dipahami semata-mata sebagai pemujaan, ataukah dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan pengingatanPaper ini mempertanyakan apakah praktik tersebut harus dipahami semata-mata sebagai pemujaan, ataukah dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan pengingatan
DWCUDWCU Pendekatan yang bisa berupa intervensi dari pihak luar yang berlatar-belakang keagamaan atau organisasi keagamaan lokal sendiri yang berperan dengan otoritasPendekatan yang bisa berupa intervensi dari pihak luar yang berlatar-belakang keagamaan atau organisasi keagamaan lokal sendiri yang berperan dengan otoritas
DWCUDWCU Dissociative Identity Disorder merupakan kondisi ketika seorang individu memiliki dua atau lebih identitas, yang memiliki kepribadian berbeda-beda. Masing-masingDissociative Identity Disorder merupakan kondisi ketika seorang individu memiliki dua atau lebih identitas, yang memiliki kepribadian berbeda-beda. Masing-masing
UNRIKAUNRIKA Sangat sulit menemukan karya-karya tentang sejarah revolusi yang menggambarkan perempuan dalam peran selain domestik. Perspektif patriarkis menganggapSangat sulit menemukan karya-karya tentang sejarah revolusi yang menggambarkan perempuan dalam peran selain domestik. Perspektif patriarkis menganggap
STFTKIJNESTFTKIJNE Hasil studi menunjukkan bahwa hukum-hukum dalam Taurat lebih dari sekadar aturan moral atau sosial. Hukum Taurat merupakan ekspresi dari kasih Allah yangHasil studi menunjukkan bahwa hukum-hukum dalam Taurat lebih dari sekadar aturan moral atau sosial. Hukum Taurat merupakan ekspresi dari kasih Allah yang
Useful /
DWCUDWCU Namun ibadah bukanlah demi mencari kesenangan diri manusia melainkan wujud pengabdian manusia kepada Tuhan yang menjadi inisiator dalam ibadah. Dalam pelaksanaannya,Namun ibadah bukanlah demi mencari kesenangan diri manusia melainkan wujud pengabdian manusia kepada Tuhan yang menjadi inisiator dalam ibadah. Dalam pelaksanaannya,
DWCUDWCU Terdapat tiga dimensi dari AFI, yaitu: leadership, strength, dan low introversion yang merupakan dimensi negasi. Metode penafsiran yang digunakan adalahTerdapat tiga dimensi dari AFI, yaitu: leadership, strength, dan low introversion yang merupakan dimensi negasi. Metode penafsiran yang digunakan adalah
DWCUDWCU Sebagai gantinya, kesimpulan generik tentang topik tersebut akan diberikan. Konsep liberalisme multikultural Will Kymlicka menawarkan wawasan berhargaSebagai gantinya, kesimpulan generik tentang topik tersebut akan diberikan. Konsep liberalisme multikultural Will Kymlicka menawarkan wawasan berharga
ITNYITNY Berdasarkan kajian yang telah dilakukan manifestasi panas bumi di wilayah Kamojang menunjukkan bahwa nilai Fault Fracture Density (FFD) berkisar pada -0.Berdasarkan kajian yang telah dilakukan manifestasi panas bumi di wilayah Kamojang menunjukkan bahwa nilai Fault Fracture Density (FFD) berkisar pada -0.