DWCUDWCU

Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pandangan anak muda terhadap ibadah yang selama ini mereka ikuti. Ibadah bukan hanya dijalankan berdasarkan rutinitas saja. Lebih dalam dari itu perlu pemahaman yang benar mengenai ibadah: dasar, pusat, visi, misi dan harapan dalam ibadah. Sebagian orang Kristen ketika pulang dari gereja merasa kecewa dengan ibadah yang tidak sesuai dengan seleranya. Namun ibadah bukanlah demi mencari kesenangan diri manusia melainkan wujud pengabdian manusia kepada Tuhan yang menjadi inisiator dalam ibadah. Dalam pelaksanaannya, ibadah selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa dengan tetap memegang prinsip-prinsip kebenaran dasar dalam beribadah. Wujud dan ekspresi ibadah yang beragam merupakan kekayaan cara bagaimana umat bersukacita atas karya Allah melalui keselamatan yang mereka terima. Ibadah juga bersifat terbuka bagi semua orang tanpa batas, sebagaimana anugerah Allah yang diberikan kepada semua orang.

Ibadah adalah perjumpaan Allah dengan umat-Nya, sebuah undangan istimewa yang harus diresponi dengan tepat sesuai kehendak-Nya.Ibadah menggambarkan kebebasan dalam berekspresi namun tetap dalam sikap hormat kepada Allah, dengan Yesus Kristus sebagai pusat karya keselamatan.Partisipasi setiap pribadi, termasuk melalui teologi tubuh dan simbol-simbol ibadah, penting untuk merespon kasih karunia Allah, dan ibadah perlu terus dibaharui agar relevan bagi semua generasi.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggali lebih dalam mengenai preferensi musik spesifik yang paling menarik bagi remaja dan pemuda GKMI Jepara, serta bagaimana preferensi ini dapat diintegrasikan ke dalam ibadah tanpa mengorbankan integritas teologis. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan pandangan remaja dan pemuda GKMI Jepara dengan kelompok usia lain dalam gereja yang sama, untuk mengidentifikasi kesenjangan dan potensi kolaborasi dalam merancang ibadah yang lebih inklusif. Terakhir, penelitian kualitatif yang mendalam, seperti wawancara atau focus group discussion, dapat digunakan untuk memahami pengalaman spiritual remaja dan pemuda selama ibadah, serta bagaimana pengalaman ini memengaruhi pertumbuhan iman mereka.

  1. Ibadah Umum Menurut Pandangan Remaja dan Pemuda GKMI Jepara | Aradha: Journal of Divinity, Peace and... journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/aradha/article/view/999Ibadah Umum Menurut Pandangan Remaja dan Pemuda GKMI Jepara Aradha Journal of Divinity Peace and journal theo ukdw ac index php aradha article view 999
  1. #alpha female lidia#alpha female lidia
  2. #pemuda gkmi jepara#pemuda gkmi jepara
Read online
File size298.36 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2E1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test