STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Penelitian ini mengkaji narasi perempuan Siro-Fenisia dalam Markus 7:24-30 untuk memahami konsep keselamatan universal yang diungkapkan oleh Yesus Kristus dalam konteks misi-Nya. Topik ini penting mengingat adanya ketegangan antara misi Yesus yang awalnya ditujukan kepada bangsa Israel dengan bukti bahwa keselamatan juga diperuntukkan bagi orang non-Yahudi tanpa diskriminasi etnis maupun sosial. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana dialog antara Yesus dan perempuan Siro-Fenisia menegaskan universalitas anugerah keselamatan yang melampaui batas-batas sosial dan etnis. Metode yang digunakan adalah pendekatan historis-kritis dan eksegesis teks dengan menelaah konteks historis, budaya, serta pesan teologis narasi tersebut secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iman perempuan Siro-Fenisia menjadi indikator penerimaan universalitas keselamatan, yang menegaskan bahwa keselamatan Allah tidak terbatas oleh identitas etnis atau sosial, melainkan bergantung pada respons iman yang sungguh-sungguh. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman inklusivitas pelayanan gereja dalam menyebarkan kasih karunia keselamatan kepada seluruh umat manusia dengan penuh keyakinan dan harapan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi perempuan Siro-Fenisia di Markus 7.24-30 secara teologis menegaskan konsep keselamatan universal, di mana Yesus membuka akses keselamatan bagi non-Yahudi yang sebelumnya terpinggirkan.Keselamatan tidak dibatasi oleh latar belakang etnis, ras, atau status sosial, melainkan sangat bergantung pada respons iman yang tulus kepada Allah.Kisah ini mendorong gereja kontemporer, khususnya di Indonesia, untuk mengembangkan teologi yang lebih inklusif dan terbuka terhadap pluralitas masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih jauh bagaimana pemahaman tentang keselamatan universal, yang ditekankan dalam kisah perempuan Siro-Fenisia di Markus 7:24-30, dapat menjadi pijakan kuat bagi gereja-gereja di Indonesia. Pertama, sebuah studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis praktik-praktik inklusif di various denominasi gereja di Indonesia, mengidentifikasi model-model pelayanan yang berhasil merangkul jemaat dari beragam latar belakang etnis, sosial, dan budaya, serta mengevaluasi tantangan yang mereka hadapi dalam mewujudkan keselamatan tanpa sekat. Penelitian ini dapat mengarahkan pada pengembangan kerangka kerja teologi inklusif yang relevan dengan konteks pluralitas Indonesia. Kedua, penting untuk menyelidiki bagaimana ajaran keselamatan universal ini dapat diperkuat dalam pendidikan teologi dan pengajaran jemaat, sehingga dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih luas tentang kasih karunia Allah yang tidak membeda-bedakan. Hal ini bisa melibatkan pengembangan kurikulum atau modul pelatihan yang berfokus pada penghapusan sekat-sekat diskriminasi dalam praktik keagamaan sehari-hari. Terakhir, berdasarkan keberanian dan iman perempuan Siro-Fenisia, studi dapat menelusuri bagaimana individu atau kelompok yang terpinggirkan dalam masyarakat, khususnya perempuan atau minoritas, dapat mengambil peran aktif dan transformatif dalam menyuarakan pesan inklusivitas dan keadilan sosial dalam konteks gereja dan masyarakat yang lebih luas. Melalui pendekatan-pendekatan ini, diharapkan dapat ditemukan cara-cara praktis untuk menjadikan gereja sebagai agen perubahan yang lebih kuat dalam mempromosikan kesetaraan dan penerimaan bagi semua orang.

  1. Keselamatan Tanpa Sekat (Studi Hermeneutis Mengenai Konsep Keselamatan Universal Menurut Markus 7:24-30)... doi.org/10.34081/fidei.v8i2.693Keselamatan Tanpa Sekat Studi Hermeneutis Mengenai Konsep Keselamatan Universal Menurut Markus 7 24 30 doi 10 34081 fidei v8i2 693
  2. Bloomsbury Collections - St. Mark. bloomsbury collections st mark skip main content back top sign personal... doi.org/10.5040/9781472556417Bloomsbury Collections St Mark bloomsbury collections st mark skip main content back top sign personal doi 10 5040 9781472556417
  3. “Tersungkurlah Ia Memohon pada Yesus”: Kritik Naratif Markus 5:21-24, 35-43 dalam Perspektif... doi.org/10.30648/dun.v9i1.1380AuTersungkurlah Ia Memohon pada YesusAy Kritik Naratif Markus 5 21 24 35 43 dalam Perspektif doi 10 30648 dun v9i1 1380
Read online
File size359.25 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test