DWCUDWCU

Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies

Artikel ini tidak menyediakan abstrak dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, abstrak bahasa Inggris akan diterjemahkan. Sayangnya, dokumen yang diberikan hanya berisi daftar isi dan informasi jurnal, tidak ada artikel lengkap yang menyertakan abstrak. Dengan demikian, tidak mungkin untuk memberikan abstrak yang diterjemahkan. Sebagai gantinya, abstrak generik tentang topik tersebut akan diberikan:. . Liberalisme multikultural, yang dipelopori oleh Will Kymlicka, menawarkan kerangka kerja untuk memahami dan mengelola keragaman budaya dalam masyarakat yang demokratis. Pendekatan ini menekankan pentingnya melindungi hak-hak kelompok minoritas, termasuk hak atas bahasa, budaya, dan agama, sambil tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip universal kebebasan dan kesetaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep-konsep kunci dalam liberalisme Kymlicka dan mengeksplorasi relevansinya dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia, yang ditandai dengan keragaman etnis, agama, dan budaya yang signifikan. Analisis ini akan mempertimbangkan tantangan dan peluang yang terkait dengan penerapan prinsip-prinsip liberalisme multikultural di Indonesia, serta implikasinya terhadap pembangunan nasional dan kohesi sosial.

Karena dokumen yang diberikan hanya berisi daftar isi dan tidak menyertakan artikel lengkap, kesimpulan tidak dapat diekstrak.Sebagai gantinya, kesimpulan generik tentang topik tersebut akan diberikan.Konsep liberalisme multikultural Will Kymlicka menawarkan wawasan berharga bagi Indonesia dalam mengelola keragaman budaya dan membangun masyarakat yang inklusif.Penerapan prinsip-prinsip Kymlicka, seperti pengakuan hak-hak kelompok minoritas dan promosi partisipasi politik yang setara, dapat membantu mengurangi konflik sosial dan meningkatkan kohesi nasional.Namun, implementasi yang berhasil memerlukan penyesuaian dengan konteks sosial dan politik Indonesia yang unik, serta komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan saling menghormati.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana konsep liberalisme multikultural Kymlicka dapat diadaptasi dan diterapkan dalam berbagai konteks lokal di Indonesia, dengan mempertimbangkan kompleksitas dinamika sosial dan politik di setiap daerah. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan negara-negara lain yang telah berhasil menerapkan kebijakan multikultural untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan pelajaran yang dapat diambil. Terakhir, penelitian empiris diperlukan untuk mengukur dampak implementasi kebijakan multikultural terhadap kesejahteraan sosial, inklusi ekonomi, dan partisipasi politik kelompok minoritas di Indonesia, sehingga dapat memberikan dasar yang kuat untuk perumusan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. #keragaman budaya#keragaman budaya
  2. #alpha female lidia#alpha female lidia
Read online
File size423.03 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2E5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test