DWCUDWCU

Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies

Perdamaian akan menjadi lebih kuat jika didasari oleh keadilan sosial, yang dapat didefinisikan sebagai jaminan hak-hak dasar dan kesetaraan bagi semua orang. Spiritualitas merupakan mekanisme penting untuk menyukseskan perdamaian, yang dimulai pada individu, keluarga, komunitas, dan negara. Penguatan keimanan khususnya bagi masyarakat modern terkadang justru menjadi sebuah teka-teki di era globalisasi ini. Kurangnya pengamalan iman dengan perkembangan dan/atau kedewasaan manusia dapat berdampak pada perubahan spiritualitas. Spiritualitas adalah fondasi perdamaian karena spiritualitas merupakan bagian proses perdamaian yang biasa dan tidak bisa dihindari. Perdamaian dibangun di atas dasar praktik spiritual. Jalan menuju perdamaian masih sangat panjang dan tidak mulus atau mudah. Oleh karena itu pendidikan perdamaian merupakan salah satu pendidikan yang paling diprioritaskan untuk mengembangkan seseorang dalam hal sikap, perilaku, nilai-nilai, jati diri, budaya, keterampilan, dan pengetahuan tentang kehidupan. Serta rekonsiliasi merupakan hal yang penting untuk membangun hubungan yang sehat antar umat manusia. Artikel ini merupakan penelitian dokumenter atau sekunder dan kualitatif.

Membangun perdamaian membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan keadilan sosial, penguatan spiritualitas, dan pendidikan perdamaian.Spiritualitas menjadi fondasi penting dalam proses perdamaian, dimulai dari individu hingga tingkat global.Rekonsiliasi, sebagai bagian integral dari pembangunan perdamaian, memerlukan pengakuan, keadilan, dan komitmen untuk membangun hubungan yang sehat antarmanusia.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai bagaimana praktik spiritualitas yang berbeda-beda dapat berkontribusi pada pembangunan perdamaian di berbagai konteks sosial dan budaya. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan perdamaian dalam membentuk sikap dan perilaku generasi muda terhadap konflik dan kekerasan, serta bagaimana kurikulum pendidikan dapat diadaptasi untuk lebih efektif mempromosikan nilai-nilai perdamaian. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dinamika rekonsiliasi dalam masyarakat pasca-konflik, termasuk faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses rekonsiliasi, serta bagaimana rekonsiliasi dapat diintegrasikan dengan upaya keadilan transisional untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang hubungan antara spiritualitas, pendidikan, rekonsiliasi, dan pembangunan perdamaian, serta memberikan kontribusi praktis bagi upaya-upaya perdamaian di seluruh dunia.

  1. #alpha female lidia#alpha female lidia
  2. #pemuda gkmi jepara#pemuda gkmi jepara
Read online
File size318.67 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-2DZ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test