BIABIA
Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen KontekstualJurnal Teologi dan Pendidikan Kristen KontekstualIbadah daring telah berkembang cepat sebagai pendekatan pelayanan yang umum dalam beberapa tahun terakhir. Banyak gereja memilih menyiarkan kebaktian melalui YouTube untuk ibadah virtual. Namun, muncul tantangan karena pencipta lagu menuntut royalti atas lagu yang diputar dalam siaran ibadah daring tersebut. Hal ini dapat membatasi pilihan lagu dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan bagi jemaat. Penelitian ini mengeksplorasi dimensi etika Kristen terkait pengumpulan royalti untuk lagu rohani dalam ibadah daring dengan menggunakan metodologi tinjauan pustaka. Tujuannya memberikan panduan teologis bagi pencipta lagu maupun gereja. Penelitian menelaah jurnal akademik terkemuka, melakukan analisis komprehensif atas prinsip‑prinsip alkitabiah, serta menilai regulasi Indonesia yang relevan. Sasaran utama adalah merumuskan perspektif etika Kristen bagi komposer dan gereja dalam menangani persoalan royalti pada penggunaan lagu rohani dalam ibadah daring. Meskipun kerja merupakan perintah ilahi untuk memenuhi kebutuhan manusia, umat Kristen memandang pekerjaan sebagai sarana memuliakan Allah; sehingga menuntut royalti atas lagu rohani yang digunakan dalam ibadah daring mungkin tidak sejalan dengan prinsip tersebut dan selaras dengan sifat ibadah yang non‑komersial. Selanjutnya, gereja perlu memastikan video ibadah yang disebarkan melalui platform seperti YouTube dan media sosial lainnya tetap suci dengan menghindari monetisasi dan komersialisasi.
Penggunaan lagu rohani dalam ibadah daring terkait erat dengan hak cipta.negara mengakui hak cipta sebagai bentuk perlindungan, sehingga pencipta berhak atas royalti bila penggunaan bersifat komersial, sementara penggunaan non‑komersial tidak menuntut royalti.Dari perspektif etika Kristen, kerja menciptakan lagu rohani merupakan kerja Tuhan yang berhak atas imbalan, namun ibadah bersifat non‑komersial sehingga sebaiknya lagu digunakan tanpa memonetisasi, selaras dengan ajaran Alkitab tentang keadilan dan larangan pencurian.Oleh karena itu, disarankan agar pencipta memberikan izin penggunaan lagu rohani secara bebas dalam konteks ibadah, sementara gereja harus menonaktifkan fitur monetisasi pada platform digital, kecuali untuk penggunaan komersial seperti konser.
Bagaimana sebuah kerangka regulasi hukum dapat menyeimbangkan hak royalti pencipta lagu dengan kebutuhan ibadah non‑komersial pada platform digital? Penelitian ini dapat memetakan persepsi jemaat dan pencipta lagu terhadap praktik pengumpulan royalti dalam ibadah daring, serta faktor‑faktor yang memengaruhi sikap mereka. Selanjutnya, dapat dianalisis efektivitas model lisensi alternatif, seperti Creative Commons, dalam memfasilitasi penggunaan bebas lagu rohani pada ibadah daring tanpa mengurangi hak ekonomi pencipta. Metode survei kualitatif dengan wawancara mendalam serta studi kasus gereja yang telah menerapkan model lisensi tersebut dapat memberikan data empiris yang komprehensif. Hasilnya diharapkan memberikan rekomendasi kebijakan yang praktis bagi lembaga gerejawi dan pembuat regulasi untuk mengoptimalkan pelayanan ibadah daring. Penelitian ini juga dapat mengevaluasi dampak penonaktifan monetisasi pada platform seperti YouTube terhadap kepuasan jemaat dan keberlanjutan finansial gereja. Dengan mengkombinasikan analisis hukum, perspektif teologis, dan data lapangan, studi lanjutan ini dapat memperkaya literatur tentang etika Kristen dalam era digital. Akhirnya, temuan tersebut dapat menjadi dasar bagi pengembangan pedoman etis yang berlaku secara luas untuk penggunaan musik rohani dalam berbagai bentuk ibadah online.
| File size | 504.83 KB |
| Pages | 14 |
| Short Link | https://juris.id/p-2RA |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
SASTRA UNESSASTRA UNES Ini menyoroti perlunya penegak hukum untuk secara aktif melawan bias dan asumsi, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan manipulasi emosional. SebagaiIni menyoroti perlunya penegak hukum untuk secara aktif melawan bias dan asumsi, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan manipulasi emosional. Sebagai
SASTRA UNESSASTRA UNES Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasiPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi
Q2LIIQ2LII Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkait perawatan infertilitas, termasuk terapi medis, intervensiPenelitian ini menggunakan pendekatan literatur review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkait perawatan infertilitas, termasuk terapi medis, intervensi
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Studi ini mengembangkan model terintegrasi yang menunjukkan bahwa CSR secara positif memengaruhi kinerja sosial perusahaan (praktik socio‑ekonomi danStudi ini mengembangkan model terintegrasi yang menunjukkan bahwa CSR secara positif memengaruhi kinerja sosial perusahaan (praktik socio‑ekonomi dan
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Selanjutnya, mereka membandingkan angka *rating* dan *share* untuk mengidentifikasi program dengan *rating* tertinggi dan memahami preferensi penonton.Selanjutnya, mereka membandingkan angka *rating* dan *share* untuk mengidentifikasi program dengan *rating* tertinggi dan memahami preferensi penonton.
STIKESHT TPISTIKESHT TPI Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling. sampel dalam penelitian di adalah 30 responden 15 kelompok perlakuanTeknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling. sampel dalam penelitian di adalah 30 responden 15 kelompok perlakuan
STISABUZAIRISTISABUZAIRI Mediator atau hakam berperan sebagai pihak netral yang membantu mencari jalan tengah tanpa harus menentukan siapa yang benar atau salah. Upaya ini dimaksudkanMediator atau hakam berperan sebagai pihak netral yang membantu mencari jalan tengah tanpa harus menentukan siapa yang benar atau salah. Upaya ini dimaksudkan
AKRABJUARAAKRABJUARA Tetapi di dalam Pasal 3 huruf g Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, keadilan hanya dimaknai sebagai penyelenggaraanTetapi di dalam Pasal 3 huruf g Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, keadilan hanya dimaknai sebagai penyelenggaraan
Useful /
Q2LIIQ2LII Implementasi perawatan berbasis bukti dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan, meningkatkan kesehatan ibu, serta mendukung keberhasilan persalinanImplementasi perawatan berbasis bukti dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan, meningkatkan kesehatan ibu, serta mendukung keberhasilan persalinan
Q2LIIQ2LII Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola temuan yang konsisten, menganalisis efektivitas intervensi yang telah diterapkan, serta menilai kontribusiPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola temuan yang konsisten, menganalisis efektivitas intervensi yang telah diterapkan, serta menilai kontribusi
BAWASLUBAWASLU Penyelesaian sengketa proses administrasi Pemilu serentak tahun 2019 memberi implikasi terhadap peningkatan kualitas Pemilu, baik secara positif maupunPenyelesaian sengketa proses administrasi Pemilu serentak tahun 2019 memberi implikasi terhadap peningkatan kualitas Pemilu, baik secara positif maupun
STAIBSLLGSTAIBSLLG However, what if the PKPU policy conflicts with the law as in Article 7 paragraph (1). h PKPU Number 20 of 2018 concerning Nominations for the PeoplesHowever, what if the PKPU policy conflicts with the law as in Article 7 paragraph (1). h PKPU Number 20 of 2018 concerning Nominations for the Peoples