Q2LIIQ2LII
JURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATANJURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATANKekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius pada kesehatan ibu dan janin, seperti risiko bayi lahir dengan berat rendah, prematuritas, serta peningkatan angka kesakitan dan kematian maternal maupun neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola temuan yang konsisten, menganalisis efektivitas intervensi yang telah diterapkan, serta menilai kontribusi nyata dalam peningkatan status gizi ibu hamil. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa intervensi berupa pemberian makanan tambahan energi-protein, suplementasi zat besi-folat, edukasi gizi, pemantauan status gizi, serta dukungan keluarga terbukti efektif meningkatkan status gizi ibu, mencegah komplikasi, serta memperbaiki luaran kehamilan. Intervensi spesifik seperti balanced energy protein supplementation menunjukkan penurunan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah secara signifikan. Perawatan pada ibu hamil dengan KEK harus bersifat multidimensi, tidak hanya melalui suplementasi, tetapi juga edukasi gizi berkelanjutan, pemantauan rutin, serta penguatan dukungan sosial. Keberhasilan intervensi ditentukan oleh konsistensi penerapan dan keterlibatan tenaga kesehatan serta keluarga.
Kesimpulan dari kajian menunjukkan bahwa perawatan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) perlu dilakukan secara komprehensif melalui intervensi gizi, edukasi kesehatan, serta pemantauan rutin selama kehamilan.Pemberian suplementasi gizi, peningkatan pengetahuan ibu, dan dukungan layanan kesehatan terbukti mampu menurunkan komplikasi, memperbaiki status gizi, serta meningkatkan kesehatan ibu dan janin.Dengan demikian, upaya perawatan KEK pada ibu hamil tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga melibatkan pendekatan holistik yang berkelanjutan untuk mendukung kehamilan sehat dan menekan angka kejadian KEK.
Berdasarkan hasil penelitian ini, kami merekomendasikan beberapa langkah untuk meningkatkan efektivitas perawatan KEK pada ibu hamil. Pertama, perlu ada upaya untuk meningkatkan akses dan ketersediaan makanan tambahan yang bergizi bagi ibu hamil, terutama di daerah pedesaan dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Kedua, edukasi gizi yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan layanan kesehatan dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi suplementasi dan menerapkan pola makan sehat. Ketiga, memperkuat dukungan sosial dan keterlibatan keluarga dalam perawatan KEK dapat meningkatkan motivasi ibu hamil untuk menjaga kesehatan dan nutrisi selama kehamilan. Dengan menggabungkan intervensi gizi, edukasi, dan dukungan sosial, diharapkan dapat menurunkan prevalensi KEK dan meningkatkan kesehatan ibu dan janin secara signifikan.
| File size | 327.12 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI Diagnosis keperawatan yang ditetapkan adalah hipotermia. Intervensi keperawatan berfokus pada pengelolaan hipotermia melalui terapi KMC, yang diberikanDiagnosis keperawatan yang ditetapkan adalah hipotermia. Intervensi keperawatan berfokus pada pengelolaan hipotermia melalui terapi KMC, yang diberikan
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadianAnalisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian
Q2LIIQ2LII Hasil telaah menunjukkan bahwa bahaya kehamilan paling sering meliputi preeklamsia, perdarahan antepartum, anemia, diabetes gestasional, dan infeksi. FaktorHasil telaah menunjukkan bahwa bahaya kehamilan paling sering meliputi preeklamsia, perdarahan antepartum, anemia, diabetes gestasional, dan infeksi. Faktor
Q2LIIQ2LII Artikel yang dianalisis berasal dari publikasi internasional dan nasional dengan tahun terbit relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi medis,Artikel yang dianalisis berasal dari publikasi internasional dan nasional dengan tahun terbit relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi medis,
Q2LIIQ2LII Bayi dengan BBLR sangat rentan mengalami gangguan pernapasan, infeksi, hipotermia, dan kesulitan menyusu. Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang tepatBayi dengan BBLR sangat rentan mengalami gangguan pernapasan, infeksi, hipotermia, dan kesulitan menyusu. Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang tepat
STIKESNHSTIKESNH Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar ceklist. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statisticPengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar ceklist. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistic
ITEKES BALIITEKES BALI Temuan penelitian menunjukkan bahwa anemia dan preeklampsia secara signifikan terkait dengan berat badan lahir rendah, sementara kekurangan gizi tidakTemuan penelitian menunjukkan bahwa anemia dan preeklampsia secara signifikan terkait dengan berat badan lahir rendah, sementara kekurangan gizi tidak
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Jumlah bayi berat lahir rendah (BBLR) yang kembali ke rumah sakit setelah pulang meningkat dari 2015 hingga 2016. Hasil wawancara menunjukkan bahwa ibuJumlah bayi berat lahir rendah (BBLR) yang kembali ke rumah sakit setelah pulang meningkat dari 2015 hingga 2016. Hasil wawancara menunjukkan bahwa ibu
Useful /
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI After 72 hours (3×24 hours) of nursing care, the evaluation showed improvement in the patients condition: no more vomiting or dizziness, CRT < 2 seconds,After 72 hours (3×24 hours) of nursing care, the evaluation showed improvement in the patients condition: no more vomiting or dizziness, CRT < 2 seconds,
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI 9%) reached the normal developmental stage appropriate for their age. The Wilcoxon Signed-Rank Test revealed a significant difference with a p-value of9%) reached the normal developmental stage appropriate for their age. The Wilcoxon Signed-Rank Test revealed a significant difference with a p-value of
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI Untuk pengawasan pertumbuhan dan pencatatan yang akurat dalam buku kesehatan ibu dan anak, petugas kesehatan masyarakat harus memiliki keterampilan antropometriUntuk pengawasan pertumbuhan dan pencatatan yang akurat dalam buku kesehatan ibu dan anak, petugas kesehatan masyarakat harus memiliki keterampilan antropometri
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Penelitian ini berusaha mendefinisikan lingkup pemeliharaan lingkungan sosial dan mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat disinergikan antara masyarakat,Penelitian ini berusaha mendefinisikan lingkup pemeliharaan lingkungan sosial dan mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat disinergikan antara masyarakat,