STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Antenatal Care adalah layanan kesehatan berkala selama kehamilan yang diselenggarakan oleh profesional kesehatan seperti dokter kandungan, bidan, dokter umum, dan perawat untuk ibu hamil dan janin mereka guna memastikan ibu hamil dapat menjalani kehamilan, persalinan, nifas dengan baik dan memiliki bayi yang sehat. Cakupan ANC K4 di Pelayanan Kesehatan Masyarakat Teluk Dalam Banjarmasin telah mengalami penurunan persentase dari 96% pada tahun 2015 menjadi 85% pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang terkait dengan kejadian hipertensi pada wilayah kerja Puskesmas Kota Banjarmasin. Target dari penelitian ini adalah sebagai masukan bagi instansi pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi Kalimantan Selatan dalam upaya pencegahan dan peningkatan hipertensi. Metode dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan studi kasus kontrol. Subjek penelitian adalah 30 lansia kasus hipertensi dan 30 kontrol yang tidak hipertensi. Instrumen penelitian adalah tensimeter dan kuesioner tentang kebiasaan merokok dan aktivitas fisik. Data dianalisis menggunakan statistik univariat dan bivariat uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji Chi Square antara perilaku merokok dan kejadian hipertensi p. value <0.05 (p = 0.006) dan nilai OR 6,500 (CI: 95%: 1,820-23,213) yang berarti lansia dengan perilaku merokok memiliki peluang 6,5 kali lebih besar menderita hipertensi dibandingkan dengan lansia yang tidak merokok. Hasil uji Chi Square antara aktivitas fisik dan kejadian hipertensi p. value <0.05 (p = 0.020) dan nilai OR 4.00 (CI: 95%: 1,367-11,703) yang berarti lansia dengan aktivitas fisik yang tidak memadai memiliki peluang 4 kali lebih besar menderita hipertensi dibandingkan dengan lansia yang memiliki aktivitas fisik yang baik.

Berdasarkan hasil analisis univariat dan analisis bivariat terhadap variabel-variabel penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar lansia tidak merokok, aktivitas fisik lansia sama besar antara baik dan kurang baik, terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan kejadian hipertensi, dan terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji pengaruh faktor genetik dan pola makan terhadap kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Baru. Selain itu, studi intervensi berbasis komunitas yang berfokus pada peningkatan aktivitas fisik dan edukasi tentang bahaya merokok perlu dilakukan untuk mencegah peningkatan kasus hipertensi pada lansia. Penelitian kualitatif juga dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman lansia terkait dengan faktor-faktor risiko hipertensi, sehingga dapat dirancang program pencegahan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan bermanfaat bagi pengembangan strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Baru Kota Banjarmasin.

  1. #aktivitas fisik#aktivitas fisik
  2. #faktor risiko hipertensi#faktor risiko hipertensi
Read online
File size124.5 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-2p0
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test