STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Pelayanan gizi sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit memiliki peran yang sangat penting dalam memengaruhi kepercayaan pasien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara kualitas pelayanan gizi, kualitas makanan, dan konseling gizi terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Balaraja. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross‑sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 122 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup identitas pasien, kualitas pelayanan gizi, kualitas makanan, konseling gizi, dan kepuasan pasien. Kuesioner diberikan berupa pertanyaan‑jawaban dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi‑Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan antara kualitas pelayanan yang diberikan petugas (reliability) dengan kepuasan pasien memperoleh nilai p = 0,001. Hubungan antara kualitas pelayanan petugas (responsiveness) dengan kepuasan pasien menunjukkan nilai p = 0,04. Hubungan antara kualitas pelayanan petugas (assurance) dan kepuasan pasien memperoleh nilai p = 0,001. Uji statistik terhadap kualitas makanan dengan kepuasan pasien menghasilkan nilai p = 0,004. Uji statistik terhadap konseling gizi dengan kepuasan pasien menghasilkan nilai p = 0,007. Terdapat hubungan antara pelayanan gizi, kualitas makanan, dan konseling gizi terhadap kepuasan pasien.

Mutu pelayanan petugas (kehandalan, ketanggapan dan jaminan) berhubungan dengan kepuasan pasien.Kualitas makanan dan konseling gizi berhubungan dengan kepuasan pasien.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien sudah merasakan puas, walaupun demikian penilaian kepuasan pasien harus rutin dilakukan untuk mempertahankan kualitas pelayanan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh konseling gizi multibahasa terhadap kepuasan pasien pada kelompok etnis yang beragam, dengan menguji apakah penyampaian materi dalam bahasa lokal meningkatkan pemahaman dan kepuasan dibandingkan konseling hanya dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya, studi eksperimental dapat menilai efektivitas program variasi menu terstandarisasi yang dirancang berdasarkan preferensi rasa, warna, dan aroma terhadap persepsi kualitas makanan dan kepuasan pasien, menggunakan desain randomized controlled trial untuk mengidentifikasi faktor-faktor sensori yang paling berkontribusi. Terakhir, penelitian longitudinal dapat memantau perubahan kepuasan pasien secara berkala selama periode enam bulan hingga satu tahun, untuk menguji apakah sistem pemantauan rutin dan umpan balik berkelanjutan dapat mendorong perbaikan berkelanjutan dalam kualitas pelayanan gizi, kualitas makanan, dan konseling gizi di rumah sakit.

  1. #kepuasan pasien#kepuasan pasien
Read online
File size219.31 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2p4
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test