STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Tulisan berjudul Menjalin Persaudaraan dalam Terang Iman: Semangat Gotong Royong Dayak Wehea di Tengah Pelayanan Umat Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing mengangkat keterpaduan antara nilai-nilai budaya lokal dan semangat iman Kristiani dalam kehidupan menggereja. Gotong royong, sebagai warisan budaya suku Dayak Wehea, bukan hanya menjadi pola hidup bermasyarakat, tetapi juga menjadi kekuatan kolektif yang menopang pelayanan dan keterlibatan umat dalam berbagai kegiatan pastoral di paroki. Melalui pendekatan reflektif dan kontekstual, tulisan ini menyoroti bagaimana Gereja hadir tidak hanya sebagai pewarta iman, tetapi juga sebagai pelindung nilai-nilai luhur budaya yang mendukung terwujudnya persaudaraan sejati. Integrasi antara gotong royong dan ajaran kasih Kristus memperlihatkan bahwa budaya dan iman dapat berjalan selaras, saling memperkaya, dan menjadi dasar spiritualitas hidup bersama. Dengan demikian, umat diajak untuk membangun Gereja yang hidup, berakar dalam budaya, dan berlandaskan pada kasih, pelayanan, dan solidaritas sebagai wujud nyata dari persaudaraan dalam terang iman.

Dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai luhur budaya Dayak Wehea, khususnya semangat gotong royong, memiliki tempat yang relevan dalam kehidupan menggereja.Gotong royong bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi kekuatan yang menopang dinamika pelayanan umat.Gereja berperan penting dalam merawat dan mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan ajaran iman untuk membangun persaudaraan sejati.

1) Menganalisis perbandingan antara praktik gotong royong Dayak Wehea dengan budaya lokal lain dalam konteks pelayanan gereja untuk mengeksplorasi adopsi nilai-nilai serupa. 2) Mengkaji dampak sosial gotong royong terhadap keberlanjutan pelayanan umat dalam skala waktu panjang, termasuk tantangan modernisasi. 3) Mengeksplorasi sintesis antara nilai-nilai budaya lokal dan ajaran agama lain dalam konteks inklusivitas tanpa mengurangi esensi budaya asli.

  1. #nilai budaya#nilai budaya
  2. #warisan budaya#warisan budaya
Read online
File size230.2 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2fR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test