STTAASTTAA

Jurnal Amanat AgungJurnal Amanat Agung

Krisis air bersih yang melanda Kabupaten Cilacap merupakan permasalahan ekologis yang mendesak dan menuntut tanggapan multidisipliner, termasuk dari ranah teologi dan pendidikan. Artikel ini menawarkan sebuah pendekatan inovatif melalui pengembangan Pendidikan Agama Kristen yang kontekstual, berbasis pada teologi “Earth-Honoring Faith yang dikemukakan oleh Larry L. Rasmussen. Teologi ini menekankan spiritualitas yang menghormati bumi, berakar pada kesadaran ekologis, dan bertanggung jawab secara etis terhadap ciptaan. Melalui pendekatan ini, Pendidikan Agama Kristen tidak hanya menjadi sarana pembentukan iman, tetapi juga transformasi praksis terhadap realitas lingkungan lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan studi literatur dan analisis konteks sosial-ekologis Kabupaten Cilacap. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi prinsip “Earth-Honoring Faith dalam kurikulum PAK mampu mendorong kesadaran ekologis peserta didik dan komunitas gereja, sekaligus menggerakkan partisipasi aktif dalam merespons krisis air bersih secara konkret dan transformatif. Oleh karena itu, pendidikan teologis berbasis kontekstual ekologis dapat menjadi medium strategis untuk membangun solidaritas iman yang membumi serta etika keberlanjutan yang berkeadilan bagi seluruh ciptaan.

Krisis air bersih di Kabupaten Cilacap mencerminkan persoalan ekologis, sosial, moral, dan spiritual yang menuntut pendekatan menyeluruh.Teologi Earth-Honoring Faith menawarkan kerangka reflektif dengan menekankan kesakralan ciptaan dan pergeseran moralitas dari antroposentris menuju ekosentris.Pendidikan Agama Kristen kontekstual berperan sebagai sarana transformasi iman yang responsif terhadap krisis ekologi, menumbuhkan kesadaran ekologis, dan mendorong keterlibatan aktif dalam merawat ciptaan.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas model kurikulum PAK kontekstual berbasis Earth-Honoring Faith dalam mengubah perilaku peserta didik terkait konservasi air dan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen survei dan observasi untuk mengukur dampak implementasi kurikulum. Kedua, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan modul pelatihan bagi guru PAK untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengintegrasikan nilai-nilai ekologis ke dalam pembelajaran. Pelatihan ini perlu menekankan pendekatan pedagogis yang inovatif dan partisipatif, serta studi kasus mengenai praktik terbaik dalam pendidikan lingkungan. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi antara gereja, sekolah, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil dalam mengatasi krisis air bersih di Cilacap. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam dan focus group discussion untuk mengidentifikasi peluang sinergi dan tantangan yang mungkin timbul. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan agama Kristen yang relevan, transformatif, dan berkelanjutan, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Read online
File size552.58 KB
Pages32
DMCAReport

Related /

ads-block-test