BIABIA
Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen KontekstualJurnal Teologi dan Pendidikan Kristen KontekstualThis article describes the traditional Bataks belief in the era of pre-christian mission to the Batak people in North Sumatera, Indonesia. The traditional Bataks belief the mythology of Mula Jadi Na Bolon, was believed as ultimate and absolute power, the creator of the world and everything inside the world. The Batak people worshiped Mula Jadi Na Bolon, offered offering and had ritual worshiping Mula Jadi Na Bolon. They called Mula Jadi Na Bolon as Debata, then this the word that I.L. Nommensen used to translate God as Debata in Bataks language. When the Christian Missionaries arrived among the Toba Batak people, they found the Toba Batak people to be a devoutly zealous people with the vivid awareness of religious power in the world around the Toba Batak people. While many of these religious notions were condemned by missionaries, Batak piety toward the dynamic activity of religious power was preserved in a Christian context. By using the qualitative research method, this article describes the theological approach acknowledging the traditional Bataks belief in Mula Jadi Na Bolon as High God. This article explores the Christian Mission approaching to the Batak people, how the missionary used the inculturation in Christian Missions method to approach the Batak people. This research describes how the Batak people shifted from the traditional belief to the Christian teaching.
This research proved that the seed of religion existed in the ritual and understanding of Mula Jadi Na Bolon in the traditional Batak belief.The cult of Mula Jadi Na Bolon impacted the cultural system established by the traditional belief, aiding the approach of Christian missionaries.The missionary work, particularly through Ingwer Ludwig Nommensens contextual methods, facilitated a shift in belief towards Christian teachings among the Toba Batak people.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Mula Jadi Na Bolon memengaruhi aspek-aspek lain dari budaya Batak, seperti seni, musik, dan struktur sosial, serta bagaimana pengaruh tersebut berlanjut setelah masuknya agama Kristen. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan konsep ketuhanan dalam kepercayaan tradisional Batak dengan konsep serupa dalam agama-agama lain di Indonesia atau di dunia, untuk memahami universalitas dan keunikan dari kepercayaan tersebut. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada peran Adat (hukum adat) dalam menjaga identitas budaya Batak di era modern, dan bagaimana Adat dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai Kristen untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
| File size | 436.35 KB |
| Pages | 14 |
| Short Link | https://juris.id/p-2Ry |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STTSIMPSONSTTSIMPSON Artikel ini dirancang dengan tujuan menelusuri contoh Esther dalam menuntut keadilan di hadapan kekuasaan. Keberanian Ratu Esther dalam Kitab Esther, khususnyaArtikel ini dirancang dengan tujuan menelusuri contoh Esther dalam menuntut keadilan di hadapan kekuasaan. Keberanian Ratu Esther dalam Kitab Esther, khususnya
STTSIMPSONSTTSIMPSON Teologi pemeliharaan dan teologi penciptaan harus bekerja bersama, memanggil gereja untuk memulihkan hubungan antar manusia dan dengan penciptaan. Ketiga,Teologi pemeliharaan dan teologi penciptaan harus bekerja bersama, memanggil gereja untuk memulihkan hubungan antar manusia dan dengan penciptaan. Ketiga,
OJSOJS Kemerosotan nilai kasih di kalangan orang percaya dipengaruhi oleh kurangnya dedikasi kepada Allah dan pengaruh budaya hedon‑materialistik, yang menghambatKemerosotan nilai kasih di kalangan orang percaya dipengaruhi oleh kurangnya dedikasi kepada Allah dan pengaruh budaya hedon‑materialistik, yang menghambat
IFRELIFREL Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi PAK. Siswa terlibat dalam debat danHasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi PAK. Siswa terlibat dalam debat dan
STTSIMPSONSTTSIMPSON Keragaman ini menimbulkan potensi sengketa yang muncul dari masalah keagamaan di berbagai daerah. Artikel ini menekankan bagaimana elemen-elemen sepertiKeragaman ini menimbulkan potensi sengketa yang muncul dari masalah keagamaan di berbagai daerah. Artikel ini menekankan bagaimana elemen-elemen seperti
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Sinkretisme adalah percampuran antara iman Kristen dengan budaya yang mengakibatkan jemaat kehilangan identitasnya sebagai orang percaya, kepercayaannyaSinkretisme adalah percampuran antara iman Kristen dengan budaya yang mengakibatkan jemaat kehilangan identitasnya sebagai orang percaya, kepercayaannya
STTAASTTAA Penulis berargumen bahwa ketidaksalahan Alkitab bukanlah doktrin ketinggalan zaman, melainkan landasan esensial bagi wahyu ilahi, otoritas Alkitab, danPenulis berargumen bahwa ketidaksalahan Alkitab bukanlah doktrin ketinggalan zaman, melainkan landasan esensial bagi wahyu ilahi, otoritas Alkitab, dan
STTAASTTAA Hubungan antara dikaisounh dan tujuan epistel Roma terletak pada makna dikaisounh dan hubungannya dengan Injil. 21‑26 menunjukkan bahwa dikaisounh tidakHubungan antara dikaisounh dan tujuan epistel Roma terletak pada makna dikaisounh dan hubungannya dengan Injil. 21‑26 menunjukkan bahwa dikaisounh tidak
Useful /
IFRELIFREL Metode kualitatif berbasis perpustakaan digunakan, di mana ayat-ayat relevan dikumpulkan, dikategorikan, dan dianalisis secara rutin untuk memahami bagaimanaMetode kualitatif berbasis perpustakaan digunakan, di mana ayat-ayat relevan dikumpulkan, dikategorikan, dan dianalisis secara rutin untuk memahami bagaimana
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Subjek dalam penelitian ini adalah 24 siswa kelas IV SDN 13 Muara Telang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes akhir pembelajaran. AnalisisSubjek dalam penelitian ini adalah 24 siswa kelas IV SDN 13 Muara Telang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes akhir pembelajaran. Analisis
STKIPMSUNGAIPENUHSTKIPMSUNGAIPENUH Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I ketuntasan hasil belajar mencapai 94%, sedangkan pada siklus II mencapai 75,67%. Hal ini menunjukkan adanyaHasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I ketuntasan hasil belajar mencapai 94%, sedangkan pada siklus II mencapai 75,67%. Hal ini menunjukkan adanya
UTUT Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua indikator memenuhi persyaratan validitas diskriminan, validitas konvergen, dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakanHasil penelitian menunjukkan bahwa semua indikator memenuhi persyaratan validitas diskriminan, validitas konvergen, dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan