ASDKVIASDKVI

Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan DesainAbstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain

Artikel ini meneliti konsep ruang publik dari perspektif Jürgen Habermas dengan fokus pada dinamika interaksi sosial manusia sebagai makhluk sosial. Melalui analisis pemikiran Jürgen Habermas, artikel ini menjawab fungsi ruang publik sebagai arena partisipasi individu dan kelompok dalam wacana publik, seperti kegiatan rekreasi, akademik, sosial, budaya, serta pembentukan opini dan konsensus. Selain itu, artikel ini membahas tantangan yang dihadapi ruang publik kontemporer dalam era digital dan globalisasi, serta menawarkan kerangka analisis yang kaya untuk memahami dinamika interaksi sosial dalam masyarakat modern. Penulisan artikel ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teori, penalaran, dan praktik yang relevan dengan isu-isu kontemporer seputar ruang publik.

Metamorfosart 6 belum sepenuhnya mewujudkan fungsi ideal ruang publik sebagaimana dikemukakan oleh Jürgen Habermas.Ruang tersebut belum efektif menjadi wadah diskusi, interaksi, dan pertukaran gagasan yang terbuka dan rasional, yang tercermin dari minimnya intensitas interaksi antara pengunjung, seniman, dan pengelola.Keterbatasan pengetahuan pengelola terhadap karya yang dipamerkan turut menghambat pemahaman bersama dan partisipasi publik yang aktif.Oleh karena itu, pengelola perlu meningkatkan pemahaman terhadap karya dan membuat promosi yang lebih baik untuk menciptakan ruang publik yang lebih dinamis.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana desain ruang pameran secara spesifik dapat memfasilitasi interaksi sosial yang lebih bermakna, misalnya dengan mempertimbangkan tata letak yang mendorong percakapan atau menyediakan area khusus untuk diskusi. Selain itu, menarik untuk meneliti peran teknologi digital dalam memperluas jangkauan dan partisipasi publik dalam pameran seni, seperti melalui penggunaan platform virtual reality atau augmented reality untuk menciptakan pengalaman interaktif. Terakhir, studi lebih lanjut dapat difokuskan pada bagaimana pameran seni dapat menjadi wadah bagi kelompok-kelompok sosial yang termarginalkan untuk menyuarakan aspirasi dan identitas mereka, serta memperkuat peran ruang publik sebagai arena deliberatif yang inklusif dan demokratis.

  1. Interaksi Manusia sebagai Makhluk Sosial dalam Ruang Publik menurut Jürgen Habermas: Studi Kasus... doi.org/10.62383/abstrak.v2i4.674Interaksi Manusia sebagai Makhluk Sosial dalam Ruang Publik menurut Jyrgen Habermas Studi Kasus doi 10 62383 abstrak v2i4 674
  1. #hak asasi#hak asasi
  2. #batak toba#batak toba
Read online
File size787.87 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2o9
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test